Produk-Produk Memikat di Cooperative Fair Jabar 2019


Cooperative Fair Jabar Ke-16

Bandung-buat saya- memberi energi yang melimpah untuk berbuat, berlaku. Di kota ini saya belajar mencinta terhadap seni, budaya dan produk-produk yang dihasilkannya. Kota yang bisa terbuka terhadap berbagai bidang. Sehingga setiap orang sangat mungkin bisa berkembang dalam bidang apapun yang dikerjakannya. Dari profesi ilmiah, kreatif, pendidikan, produk, kuliner juga jasa.

Hal ini saya simpulkan ketika datang ke acara Cooperative Fair Jawa Barat 2019 di Mall Trade Centre (MTC) Metro Indah Mall Bandung. Masyarakat Jabar kerap mengeksekusi ide berani, masyarakatnya pun selalu memberi respons yang baik. Hanya dalam beberapa jam keliling stand-stand, saya seperti dibawa keliling daerah sehingga menambah beragam khasanah karya masyarakat Jabar. Begitu masuk ke tenda putih raksasa, disana saya menemukan “harta karun” yang indah-indah. Kegiatan ini dilakukan oleh Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah untuk meningkatkan daya saing, kreativitas, produktivitas dan kemandirian. 

Batik dari Garut.  Foto: Ima

Rupanya, Cooperative Fair ini pertama digelar pada tahun 2004 di lapangan Gasibu Bandung. Sebelumnya saya pernah datang ke acara serupa, lupa tahun berapa. Tapi saya ingat, waktu itu diundang sahabat dari dari Cianjur. Produk yang dia pamerkan berupa aksesoris dari bahan baku batu. Kreativitas dan pemilihan bahan bakunya ini menghasilkan desain yang sangat menarik dan unik. Selain aksesoris dari bahan batu, di stand lain terdapat produk unggulan daerah yang bagus-bagus dengan citra rasa lokal yang jarang ada di pasaran.

Begitupun waktu saya datang ke Cooperative Fair Jabar 2019 yang berlangsung tanggal 23-25 Agustus 2019, begitu masuk ke tenda raksasa, disana saya seperti menemukan harta karun. Sayangnya, beberapa produk hanya sanggup dilihat saja dan tidak bisa dimiliki. 

Kain katun di kasih motif daun.  Foto: Ima

Ada beberapa hasil perburuan yang akhirnya tidak sanggup di tolak. Seperti teh hijau, kopi, batik dan hampiiiir beli aksesoris. Sebetulnya saya tadinya hanya ingin mencari inspirasi dan melihat perkembangan produk lokal. Tapi ternyata ‘pertahanan’ saya luluh terhadap produk lokal yang terlampau memikat.

Ada 27 pelaku koperasi dan KUMKM kabupaten/kota di Jawa Barat yang pameran disana. Produk yang dipamerkan merupakan hasil kurasi oleh Dinas Koperasi. Mungkin itu sebabnya, saya mendapatkan produk-produk yang digelar banyak yang bagus, menarik, berkualitas dengan harga yang nyaris ramah di kantong pengunjung.



Berasa Keliling Jawa Barat

Pertemuan pertama begitu masuk ke gerbang yaitu ketika melihat stand Teh Arafa. Saya menemukan kejutan menarik, disana ibu pemilik produk menyediakan berbagai jenis dan hasil olahan teh. Saya akhirnya coba teh seduhan yang sudah disediakan di dalam poci kaca. Saya coba teh hijau, teh hitam, cokelat teh, opak cokelat. Semua yang saya coba enak-enak, tapi pilihan akhirnya jatuh pada teh hijau untuk dibawa pulang. Saya membayangkan teh hijau ini hanya diseduh untuk momen-momen khusus saja, karena harganya-buat saya-cukup spesial. Mungkin teh ini jenis yang sama dengan teh yang dikirim ke kerajaan Inggris. Karena menurut kabar, bahwa teh-teh yang berkualitas bagus justru dikirim ke Eropa.

Teh hijau yang nikmat.  Foto: Ima

Jalan-jalan lanjut ke stand Kota Sukabumi. Produk yang ditawarkan ada tas dari kain goni. Unik sekali. Desain tas-nya bermacam-macam, dari bentuk tas goodie bag, selempang dan tas ransel. Tidak hanya itu, Sukabumi pun memajang pernak pernik, hasil kerajinan dan makanan khas-nya. Apalagi kalau bukan moci dalam berbagai kemasan dan rasa. 

Stand Sukabumi.  Foto: Ima

Di wilayah tenda indoor, terdapat stand-stand dari utusan Kabupaten/Kota Jawa Barat. Begitu masuk di stand pertama, disambut oleh stand dari Majalengka, begitu seterusnya berjajar menjadi 2 lorong di masing-masing sisi. Kedua stand saling berhadapan. Sehingga pengunjung bisa melihat stand sisi kiri dan kanan.

Saya jatuh cinta pada berbagai batik tulis dengan warna-warna yang cerah dan terlihat klasik. Rupanya batik tersebut dibawa dari Cirebon. Setiap kota/kabupaten memajangkan produk unggulan yang sesuai dengan kondisinya. Hampir setiap stand, selain memanjangkan produk fashion, kain, maupun aksesoris, ada bagian yang memajangkan jenis-jenis camilan khas lokal. Setiap pengunjung yang lewat dapat kesempatan mencoba hasil olahan anggotanya. Saya pun mencicipinya untuk menuntaskan rasa penasaran. 

Batik Cirebon.  Foto: Ima

Seperti stand dari Purwakarta, hal menarik dari stand ini karena memajangkan beragam jenis camilan dengan tas dan hiasan lemari. Sehingga kita tahu, bahwa setiap tempat menghasilkan produk yang khas dan bisa lebih dikenal oleh masyarakat luas. Lain dengan Garut, stand ini memamerkan kain batik dengan beragam motif dan warna. Membuat saya betah berlama-lama di stand ini. Sementara di stand perhutanan, memajangkan berbagai kripik, madu hutan, air gaharu, kripik jamur hutan dan banyak lagi. Dinas Kelautan dan Perikanan beda lagi, perwakilannya menata berbagai macam olahan dengan bahan baku ikan. Masing-masing utusan dari kabupaten/kota utusan membawa produk unggulan anggotanya. 

Stand Purwakarta.

Stand Perhutani.


Masih diantara stand-stand dengan tenda putih, di sana terdapat panggung yang cukup besar. Rupanya acara pameran ini tidak hanya menggelar produk saja tapi acara-acara yang menarik untuk diapresiasi. Diantaranya atraksi seni dan budaya, helaran arak-arakan fashion on street, komunitas reptil, cosplay, musik, lomba mewarnai dengan tema Koperasi untuk Milenial Jabar Juara.

Saat saya datang, sedang ada lomba perwakilan milenial dari masing-masing daerah untuk mempresentasikan produk lokalnya. Upaya ini bagus sekali sebagai upaya menggaet milenial memahami fungsi koperasi untuk mengolah daya masyarakat dalam mengembangkan usahanya. 



Dalam momen ini, Dinas Koperasi menjadi kesempatan untuk para pelaku usaha mendapatkan konseling perkoperasian (pendirian koperasi, konsultasi koperasi, dll), perijinan usaha untuk UMKM, seminar mengenai koperasi dan UMKM. Upaya ini rupanya disambut baik oleh peserta pameran, kesempatan ini dimanfaatkan oleh mereka berkonsultasi dengan para ahli wirausaha. Diharapkan dengan program ini kualitas para pelaku usaha pun semakin meningkat.


0 Comments