Satu rumah dengan Amih (panggilan untuk Ibu) dengan usia sepuh (87 tahun), tidak hanya berusaha memahami karakter emosinya tapi harus menyiapkan berbagai kebutuhan kesehatan P3K. Seperti vitamin D3 1000 untuk memelihara daya tahan tubuhnya, obat paracetamol jika terkena panas/pusing/flu, juga ctm bila mulai gatal-gatal, penghangat badan dan salep.

Situasi hampir dua tahun membuat setiap orang harus saling memproteksi berbagai kemungkinan penularan virus. Tak hanya vitamin D3 1000, diatas rak disiapkan 1 pax masker dan handsanitizer. Meski sudah disiapkan tetap saja harus terus diingatkan untuk menggunakan masker jika ada saudara maupun tetangga datang menjenguk. 

Meski tidak mudah, tetap saja harus terus disiapkan saat waktunya mengonsumsi vitamin dan memakai masker. Mengingat situasi pandemi beberapa bulan kebelakang belum juga membaik, mau tidak mau kita harus terus berusaha terbaik mengubah gaya hidup sesuai anjuran para ahli kesehatan.

Pandemi yang menyerang bagian pernafasan ini menyadarkan hampir semua orang, bahwa memelihara imun menjadi kunci menangkal penularan. Biasanya menu makan yang mengandung vitamin sering terabaikan karena merasa cukup “jajan” makanan enak yang semakin beragam. Kenyang di dalam perut, namun kebanyakan nutrisi dalam makanan tidak memenuhi kebutuhan tubuh. Sehingga tak jarang pasien yang mendapat cap gizi buruk yang menyebabkan imum tidak bagus padahal proporsi tubuh proporsional.

Sebetulnya alam ini memenuhi kebutuhan vitamin manusia secara gratis. Zat paling akrab yaitu paparan sinar matahari. Sinar matahari ini dapat bereaksi bersama hormon tubuh penghasil kolesterol yang menghasilkan vitamin D3 yang bermanfaat untuk tubuh. Sama halnya dengan nutrisi makanan yang kurang terperhatikan, sinar matahari pun seringkali dianggap sekadar penanda siang hari.

Namun pandemi kali ini, menyadarkan kita secara penuh bahwa sinar matahari menjadi sumber kekuatan penting dan memperbaiki partikel dalam tubuh. Tidak hanya menghangatkan bumi dan membuat tanaman menjadi subur, sinar matahari memberi peran kehidupan pada setiap unsur tubuh manusia, hewan dan tumbuhan.



Kalau dipelajari ternyata manfaat vitamin D3 bagi manusia ini banyak sekali, diantaranya:

1. Menjaga kesehatan otot dan tulang

2. Membantu tubuh melawan infeksi pernafasan akut dan pneumonia

3. Meningkatkan kesehatan mental, mengatur suasana hati dan manangkal depresi

4. Menjaga kesehatan jantung

5. Membantu menurunkan berat badan

Poin-poin tersebut memberi gambaran dan membuka mata kita bahwa vitamin D3 memelihara kesehatan tubuh dan mental manusia secara holistik. Unsur yang ada dalam tubuh saling memberi reaksi menyalurkan vitamin yang membuat daya tahan tubuh manusia lebih baik dan kuat.

Lalu selain sinar matahari, ada juga jenis makanan yang mengandung vitamin D yang bisa memelihara tubuh dari dalam, diataranya:

1. Ikan laut: salmon, tuna, dan tongkol.

2. Ikan haring

3. Minyak hati ikan kod

4. Susu dan olahannya, seperti: keju, yoghurt.

5. Kuning telur

Semakin hari kondisi tanah, udara dan air mengalami pencemaran lingkungan dari asap, sampah yang tidak terurai, limbah pabrik dan limbah rumah tangga yang bercampur dengan air sungai dan laut. Untuk mengurangi resiko konsumsi makanan yang tercemar, sebaiknya diimbangi dengan mengonsumsi suplemen vitamin. Pilihan vitamin juga banyak tersedia di toko online vitamin. Jadi kita bisa memilih vitamin sesuai keluhan tubuh/jiwa dan usia kita.


Store resmi Siliwangi Bolu Kukus.



Silih Asah, Asih, Asuh, begitu tagline yang terpampang pada dinding utama menyambut pengunjung yang masuk ke dalam store Siliwangi Bolu Kukus (SBK). Bolu kukus yang dikenal dengan menghadirkan berbagai rasa lokal ini melakukan launching store resmi ke-8 di Padasuka Cimahi pada tanggal 17 Juli 2021, kemudian re-opening tanggal 10-11 Agustus 2021. Pada hari yang sama, SBK melakukan launching store resmi ke-9 berlokasi di Jalan Raya Bogor-Cimandala Kabupaten Bogor.









Untuk penikmat Siliwangi Bolu Kukus bisa mendapat kesempatan PROMO BELI 2 dapat 3 di store resmi Cimahi dan Raya Bogor. Agar tidak terjadi penumpukan pengunjung, mereka membagi waktu kedatangan 50 pengunjung dari jam 09.00-13.00 WIB lalu dilanjut sore harinya dari pukul 15.00-19.00 WIB untuk 50 pengunjung store.

Pembatasan pengunjung ini dilakukan untuk mengurangi resiko penularan c-19. Selain itu, lokasi store resmi memberlakukan protokol kesehatan dengan menyediakan cek suhu tubuh, handsanitizer dan wajib menggunakan masker.

Upaya ini patut diapresiasi dengan baik, karena langkahnya bagus untuk menjaga terjadinya kemungkinan penularan baik pengunjung maupun pegawai. Pegawai tetap merasa aman dan optimal melayani pengunjung dengan baik. Begitupun pengunjung dapat memilih bolu dan panganan lainnya untuk dikonsumsi sendiri maupun berkirim pada orang-orang yang disayanginya.










Ditengah pandemic seperti ini, segala keterbatasan rupanya menjadi semangat dan memberi ruang kreativitas sendiri bagi SBK. Bayangkan saat ini banyak usaha yang mengibarkan bendera putih, namun SBK tetap bertahan bahkan menghadirkan store resmi di dua lokasi. Sehingga saat ini, produk SBK sudah bisa didapatkan di beberapa lokasi, diantaranya Jambi, Bengkulu, Padang, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Palembang dan Lampung.

Bolu kukus selalu mengingatkan saya pada makanan favorit Amih. Beliau hobi membuat bolu kukus, kalau sedang membuat bolu kukus beliau suka bercerita masa mudanya yang sering mendapat pesanan dari kawan kerabatnya. Usaha itu berhenti karena ikut berdagang ayam bersama Bapak. Namun setiap hari spesial seperti hari raya, beliau kerap menyempatkan membuat bolu kukus.

Sekarang ini Amih sudah semakin sepuh, jadi kalau ingin menikmati bolu kukus selalu terlintas Siliwangi Bolu Kukus. Bolu yang mengingatkan saya pada kehangatan rumah, selain itu bolu kukus buatan Siliwangi ini memberi keunikan tersendiri karena menghadirkan berbagai variasi rasa. Meskipun bolu merupakan makanan peninggalan Belanda, melalui kreatifitas peracik Siliwangi Bolu Kukus kita dapat memilih berbagai rasa lokal khas tanah Pasundan dalam setiap tekstur empuk dan tebal potongan bolu kukusnya.

Selain itu, variasi rasa yang disediakan dan packaging SBK yang rapi dan apik, SBK bisa jadi pilihan berkirim makanan buat kawan dan saudara sebagai bentuk menuntaskan rindu. Tentu kerinduan ini langsung dulu. Betapa berharganya nilai sebuah pertemuan atau interaksi secara langsung.

Sebagai referensi, Siliwangi Bolu Kukus terdapat 16 pilihan rasa. Lalu terus berinovasi hingga sekarang terdapat 20 variasi yang dapat memanjakan kenikmatan rasa. Bahkan saat opening store di Cimahi dan Raya Bogor, menghadirkan Siliwangi Bolu Kukus rasa durian montong. Tentu buat penikmat durian menjadi kejutan yang menarik dan menstimulasi ruang bahagia. Seperti bolu yang sebelumnya, rasa yang dihadirkan begitu menyatu dan lengkap pada setiap kunyahannya. Saya rasa, bolu dengan rasa durian montong akan menjadi salah satu best seller juga.

Makanan khas Pasundan mempunyai cita rasa yang unik. Sehingga membuat orang-orang ketagihan untuk kembali dan mendapatkan kenangannya dengan cara menikmati makanan lokal. Melalui Siliwangi Bolu Kukus, kita dapat menyajikan kembali kenangan itu dalam bentuk bolu dengan berbagai rasa yang diracik secara pas.

Saat ini Siliwangi Bolu Kukus mempunyai pilihan rasa untuk memelihara khazanah makanan lokal. Diantaranya peuyeum Bandung, red velvet, pisang kapok, pandan wangi, martabak, kopi Bogor, Kacang Ijo, Talas Bogor, Kurma Ajwa, Talas Aren, Madu Odeng, Alpukat Mentega, Brownies Cokelat, Stroberi Ciwidey, Ketan Kelapa, Talas Oren, Mangga, Susu, Ubi, Jeruk hingga yang terbaru yaitu durian montong membawa kegembiraan dan kehangatan tersendiri.




Rasa lokal yang diolah dalam bentuk bolu sebuah keberanian yang ditawarkan bagi masyarakan luas. Namun ternyata dengan berbagai variasi rasa yang dihadirkan oleh SBK memunculkan banyak pelanggan yang memiliki “adventure” rasa, mereka yang berani mencoba berbagai panganan inovatif dalam bentuk dan rasa. Tak hanya itu, kita menjadi bagian yang bisa memelihara rasa dan panganan hasil bumi di tanah Pasundan.

Sejak pandemi, prokes (protokol kesehatan) menjadi proses yang wajib dilakukan.  Selama ini kita selalu abai dan kurang memperhatikan kebersihan tangan dan kebersihan lainnya.  Lihat saja lingkungan masyarakat kita yang masih seenaknya membuang sampah, kurang memperhatikan pola hidup sehat, makan sembarangan lalu merasa pola hidup selama ini dianggap baik-baik saja.

Sampai akhirnya kita "ditegur" dengan cara yang sangat ekstrim: pandemi covid 19 yang penularannya sangat mudah.  Ternyata untuk mencegahnya dengan cara menjaga prokes yang selama ini sering dikampanyekan, yaitu: cuci tangan pakai sabun.  Oh, well!  

Cuci tangan pakai sabun udah mesti deh tidak ada tawar-tawar lagi kalau kamu tidak mau tertular oleh mahluk super duper kecil yang lincah ini.  Mahluk kecil yang memporak porandakan sistem hidup sosial manusia.  Sistem hidup paling dasar: bertemu, berbicang, berpelukan, berpegangan, bersalaman, bersentuhan, berkumpul.  

Tentu proses sosial ini tidak hanya menghentikan aktifitas silaturahmi secara tatap muka tapi berbagai aktifitas yang berkaitan dengan kesehatan, kegiatan keagamaan, kegiatan pendidikan, kegiatan kesehatan, kegiatan perdagangan dan banyak lagi.

Meski begitu, saya tetap baik-baik saja lalu membangun perasaan dengan menjaga prokes adalah aktifitas baik dan barsahabat.  Semua ini mudah kok, seperti:

1.  Keluar rumah dengan memakai masker, membawa sabun cair, dan hand sanitizer.
2.  Begitu sampai di rumah, menggantung masker di tempatnya sesuai nama pemiliknya.
3.  Membeli masker kain dan masker medis.
4. Membuat gantungan khusus masker yang sudah dipakai agar tidak disimpan dimana saja.
5. Membuat tempat cuci tangan dari galon dan menyediakan sabun tangan.
6. Menyediakan sabun tangan di tempat cuci piring.
7. Segera melepas dan mencuci baju bekas pakai dari luar.  Bila tempat yang didatangi beresiko tinggi penularan.  Seperti: rumah sakit, pasar dan tempat latihan.
8. Setiap hari mengepel lantai rumah menggunakan cairan yang mengandung disinfektan.
9. Setiap barang yang dibeli, bungkusnya segera dipisahkan ke dalam tempat sampah.
10. Mencuci tangan dengan sabun setiap habis memegang barang yang beresiko tinggi penularan.  
11. Tamu dipersiapkan kursi di teras rumah.
12. Buat tamu yang tetap masuk rumah, disiapkan hand sanitizer dan masker sekali pakai.  Karena ada saja tamu yang tidak percaya virus covid lalu biasa saja peluk dan salam sama Amih.  
13. Menemani (baca: menjaga) Amih (89 tahun) ketika ada tamu yang langsung masuk dan bersikap seenaknya.  Biasanya saya rapikan masker Amih lalu berusaha bersikap biasa.  Ketika tamu pulang, segera tangannya saya beri hand sanitizer.
14. Anak-anak tetap bermain dan belajar di rumah/halaman rumah.
15. Jika harus keluar dan jajan, harus pakai masker walaupun teman-temannya abai prokes.  
16. Bungkus jajan harus dicuci terlebih dahulu atau segera dipindahkan isinya ke tempat yang lain lalu bungkusnya dibuang ke tempat sampah.
17. Tangan dan kaki sesampai di rumah harus dicuci pakai sabun.
18. Menjemur jaket atau baju yang kiranya tidak terlalu berinterakasi dengan lokasi yang beresiko.
19. Memperhitungan frekuensi keluar rumah dengan prinsip "kalau harus keluar mesti sekalian sambil melakukan yang penting" dan kalau tidak penting, cari solusi lain.
19. Segitu saja lalu jalani dengan baik-baik saja.


Sebetulnya prokes ini mengubah pola hidup baik yang bisa memelihara kesehatan kita.  Kalau virus ini dapat teratasi, saya fikir pola hidup ini bagus juga terus dijalani, terutama masalah cuci tangan dan kaki, mencuci barang-barang dari luar, menjemur jaket.  Ini sebagai bentuk keramahan pada diri sendiri.  

Lalu, apakah kita bisa betul-betul berhenti, rebahan, duduk-duduk santai selama di rumah saja?  Tentu tidak, setidaknya kita tetap harus menunggu tukang sayur lewat dan pergi ke ATM untuk melakukan bayar listrik dan beli roti untuk teman ngopi.  

Demi menikmati hidup ditengah pandemi, ya saya nikmati saja.  Meski sudah biasa di rumah saja, tentu beradaptasi menjadi merasa biasa berproses juga.  Ya, berproses mengendalikan rasa takut, rasa khawatir, rasa lebih hati-hati dalam melakukan aktifitas yang mengharuskan keluar rumah dan menyentuh beberapa barang yang berada di ruang publik, seperti di mini market, supermarket, apotek, ATM, duduk dan bayar ongkos angkot, mendapatkan paket dari ekpedisi.  

Saya pribadi betul-betul mengolah situasi ini menjadi "baik-baik saja" dengan beradaptasi dari situasi yang "tidak baik-baik saja".  Artinya prokes ini sebagai fase yang bersahabat dan sebagai bentuk berdamai dengan keadaan.  

Jadi berbagai situasi di rumah dinikmati saja, menyaring berbagai informasi dengan melakukan apa yang paling saya bisa.  Membuka mata lebar-lebar, mengingat-ingat kembali apa yang bisa dilakukan, sentuh lagi hati apa yang ingin dipelajari, diolah, tapi selama ini dilupakan atau bahkan ditumpuk oleh rasa malas. 

 
“Literasi terhadap aspek finansial menjadi salah satu hal paling penting yang sebetulnya wajib Millennial & Gen Z pahami. Untuk itu, Fortune ingin menjadi sumber informasi yang lengkap, akurat, dan terpercaya, serta membantu membuka perspektif baru terkait fokus mereka pada aspek finansial.”  Ungkap Winston Utomo, CEO IDN Media.

Langkah yang dilakukan oleh IDN Media dengan menggaet Fortune Indonesia ini menarik.  Seperti yang diungkapkan oleh Winston Utomo, literasi menjadi aspek penting dalam menjalani bisnis.  Saya fikir Fortune Indonesia akan menjadi sumber media yang penting untuk mengasah pengetahuan dalam mengelola usaha.  Karena selama ini saya sering kekurangan referensi dan informasi seputar wilayah bisnis.

Seperti kita tahu, pertumbuhan bisnis di dunia selalu mendapat kejutan-kejutan di tengah bisnis yang sudah ada.  Kita melihat dinamika masyarakat dalam menghadirkan karya menarik, inovatif hingga kolaborasi cukup berani dan unik.  Begitupun dengan upaya pemerintah menggerakan Usaha Kecil Menengah (UKM) di tengah masyarakat kita beberapa tahun kebelakang.  Mulai dari pengajuan proposal, mengelola promosi hingga pendampingan bagi wirausaha baru. 

Saat ini masyarakat millennial dan Gen Z berada pada masa memiliki banyak kemungkinan dan kesempatan dalam menjalani bisnis (wirausaha) di berbagai lini produk dan jasa.  Hanya saja kesempatan dan semangat ini harus terus dipupuk oleh berbagai informasi mengenai pola bisnis, financial, ekonomi, perbankan, investasi, market research dan keuangan.   



Melalui Fortune Indonesia ini akan membekali proses merintis maupun melanjutkan usaha yang sedang dijalankan Millennial dan Gen Z.
 

1.    Akses pada informasi yang berkualitas 

Selama ini Fortune memiliki target pembaca para pebisnis professional.  Meskipun begitu, IDN Media berharap akan memberi energi dan efek positif bagi para para Millennial dan Gen Z.  Berbagai hal sudah dipertimbangkan sebelum resmi memutuskan membawa Fortune ke Indonesia. 

Dengan hadirnya Fortune, diharapkan akan memperkaya ekosistem bisnis di IDN Media.  Jenis yang disediakan oleh para publisher pun bergam dengan tingkat akurasi dan kredibilitas informasi yang dapat memperkaya wawasan dan pengetahuan para Millennial dan Gen Z.

2.    Literasi terhadap aspek financial penting bagi Millenial dan Gen Z

Dari masa ke masa, seseorang atau kelompok manusia yang kuat literasi dapat menguasai informasi dan pengetahuan sehingga mereka bisa menghadirkan kekuatan yang berbeda.  Literasi yang dipelihara dalam pendidikan formal harus diasah oleh informasi yang berkualitas agar memperkaya wawasan dan pengetahuan seseorang. 

Iklim sosial dunia ini dinamis, harus terus diiringi oleh berbagai informasi yang lengkap, akurat dan terpercaya.  Sehingga Fortune dihadirkan di Indonesia agar Millennial dan Gen Z bertumbuh menjadi masyarakat yang memiliki perspektif baru dalam mengelola aspek finansial.

3.    Millennial dan Gen Z, kolaboratif dan berjiwa wirausaha

Saat ini Millennial dan Gen Z merupakan kelompok masyarakat yang mengambil resiko.  Banyak pengaruh yang mempengaruhi impian mereka membangun langkah finansial.  Mewakili IDN Media, Winston Utomo berpendapat bahwa dia percaya bahwa generasi ini kerap melakukan langkah kolaborasi untuk memperkokoh langkahnya di bidang wirausaha. 

“… mereka akan menggunakan kinerja tim sebagai landasan dalam membangun bisnis.” Demikian lanjut Winston.

Mereka memiliki kecerdasan berkomunikasi dan kerap menambah wawasan sebagai satu kesatuan yang dapat mewujudkan kolaborasi yang efektif.  Sebuah pepatah memberi gambaran bahwa kolaborasi menjadi elemen penting:

“Collaboration allows teachers to capture each other’s fund of collective intelligence.” 

Oleh karena itu, untuk membangun kerjasama dengan Millennial dan Gen Z beri #PositifImpact dengan menghadirkan Fortune Indonesia di tengah mereka.  Perkembangan dan percepatan bisnis di dunia ini begitu tinggi yang dipengaruhi oleh berbagai hal, terutama kekuatan kreatifitas, teknologi dan informasi.  Fortune Indonesia akan menjadi literasi penting yang bisa mengolah situasi dinamika bisnis yang terjadi.

Self Love. Foto: Ima

Hei, manusia kecil.  Menjadi kecil bukan berarti hidupmu terbatas.  Menjadi kecil bisa melihat berbagai keindahan dan keluasan hidup dari berbagai sisi dan detil. 

Nuhun karena selalu bertahan dan perpegangan melewati berbagai fase.

Nuhun atas apapun yang sudah kamu lakukan selama 43 tahun ini.

Aku memaafkan kamu.  Peluk diri.

Hey, nuhun sudah bertahan menjadi diriku.  Apapun kamu kini, sangat berarti.

Luaslah jiwa.  Luaslah pikiran.  Luaslah langkah.

 

Kalimat di atas merupakan ungkapan self love pada hari ulang tahun saya.  Saya lakukan ini sebagai bentuk apresiasi pada diri sendiri dibanding menyesali situasi.  Apresiasi ini saya buat dengan kesadaran, menerima penuh proses dan keputusan hidup yang membuat proses jatuh bangun-patah tumbuh pembentukan yang tidak disadari.  Karena saya percaya, apapun yang terjadi pada hidup kita merupakan cara Allah berkomunikasi dan cara Allah memberi kita ilmu hidup.

Dulu-dulu saya masih belum bisa menerima dan sering merasa upaya yang dilakukan biasa saja.  Perasaan ini hadir begitu melihat pencapaian teman-teman yang terlihat baik secara status sosial maupun kedudukan dalam bidang pekerjaannya.  Sementara saya yang teguh pada pilihan hidup berkesenian, penulis paruh waktu, dan memilih menjadi ibu penuh waktu merasa pencapainnya biasa saja. 

Saya melewati fase yang cukup panjang untuk mencintai diri sendiri.  Perasaan yang tarik menarik antara yakin dan tidak yakin cukup mengganggu dan menghabiskan banyak waktu.  Seperti, sering merasa tidak baik-baik saja dengan keadaan fisik, pencapaian yang diperoleh, cukup sering membandingkan pencapaian diri dan orang lain, sering merasa kurang dan suka mengeluh.  Ini sungguh perasaan insecure (baca: menyebalkan) yang menyebabkan semangat mudah terpatahkan dan hilangnya rasa syukur.  Gelombang naik turun rasa yakin dan percaya dengan pilihan hidup kerap membuat saya mudah goyah.  Tapi satu sisi, saya punya prinsip yang menyebabkan sering mengambil pilihan hidup tidak aman secara financial. 

Berdasarkan prosesnya, berbagai fase hidup selalu hadir, baik-buruk, naik-turun, berat-ringan, besar-kecil, menjadi proses mengolah banyak sisi mental, membuka sudut pandang saya terhadap berbagai keadaan dalam menjalani proses hidup, memaknai sukses dan pencapaian hidup.  Lama-lama saya menyadari bahwa terpenting dalam hidup adalah terus berusaha, berdoa dan merasa “cukup” berapapun kita dapatkan dan kita berikan ternyata dapat mencukupkan nilai diri.  Lalu menyadari bahwa setiap manusia mempunyai fungsi dan tempatnya masing-masing.  Masalah besar, hebat, keren bukan urusan manusia lagi tapi urusan Allah yang menilai. 



Self love adalah kondisi dimana kita menghargai kita sendiri, menghormati proses dengan cara memaknai setiap laku yang dikerjakan dengan tulus dan sungguh-sungguh.  Setiap detil adalah ilmu, setiap langkah adalah berkah, sehingga kita semakin memperhatikan dan menyadari banyak hal yang penting tapi tidak kita sadari.  Menghargai diri sama saja dengan menghormati dan menyukuri Sang Pencipta.  Ada beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk memelihara diri dengan cara mengelola tubuh, jiwa dan spiritual menjadi lebih baik.

 

Pertama: Kenali Diri Sendiri

Kalau saya sedang kehilangan arah atau tidak merasa aman dengan pilihan hidup kita.  Saya biasanya mulai kembali menuliskan satu persatu bidang yang saya suka dan tidak saya suka.  Lalu merunut kembali berbagai pengalaman yang sudah dikerjakan selama ini.  Nanti akan terlihat berapa banyak pengalaman yang kamu kerjakan, baik yang berkesan hingga kamu dapat sesuatu dari kegiatan itu.  Baik berupa nilai materi ataupun nilai hidup.  Proses ini akan membagun ingatan bahagia bahkan mungkin ingatan menyedihkan namun akan muncul rasa syukur.   

Cara ini dilakukan agar diri menghormati dan menghargai setiap proses diri yang pernah dikerjakan.  Karena sering kali kita lupa bahkan menganggap biasa atau terasa sangat bodoh, namun bisa jadi semua proses itu bisa jadi sangat menarik dan bermanfaat dikemudian hari.  Cara ini cukup bagus untuk mengontrol diri dari pengaruh atau pandangan lingkungan yang membuat kamu jatuh dan merasa tidak berguna.   

Selain itu, langkah ini dapat membangun kesadaran bahwa setiap orang punya potensi masing-masing dan memberi manfaat bagi kehidupan dengan cara yang berbeda.  Bayangkan kita bisa menikmati makanan enak dari orang-orang yang pintar masak.  Bisa menikmati cerita dari orang-orang lihai menulis, bisa menggunakan pakaian yang keren dari para ahli fashion dan seterusnya. 



Atensi dan hati bergerak pada bidang yang sesuai kemampuan minat dan kemampuannya.  Kalau kemampuan ini disadari, keahlian ini bila digabungkan akan menjadi sistem yang menghadirkan energi budaya kehidupan yang berenergi.  Jadi tidak ada yang unggul, karena setiap orang punya kontribusi atau keahlian masing-masing menghadirkan sebuah bentuk.

Katakanlah sebuah mobil, dibutuhkan ahli mesin, begitu mesin bisa meluncur, maka dibutuhkan orang desain agar mesin itu bisa digunakan secara pantas dan menarik.  Tak hanya orang desain, kita membutuhkan ahli interior agar pengguna mobil bisa nyaman duduk melakukan perjalanan di dalam mobil.  Agar investor mobil dapat keuntungan dan pekerja dapat untung, maka dibutuhkan ahli keuangan untuk menghitung berbagai cash flow dana.  Begitu seterusnya.  Jadi setiap manusia itu penting. 

 

Kedua: Mengolah Jiwa dan Fisik

Ketika tubuh dalam keadaan sehat, seringkali kita abai.  Makan, minum dan beraktifitas tanpa kendali yang lama-lama tubuh pun lemah.  Kalau tubuh lemah maka aktifitas pun dapat terhenti.  Oleh karena itu, kita perlu memberi perhatian pada tubuh dengan cara olah raga dan memperhatikan pola makan sehat. 

Hormati dan rawat tubuh dengan memberi nutrisi yang baik.  Selain itu kamu bisa coba berkomunikasi dengan tubuhmu sendiri dengan memberi ucapan terima kasih dan permintaan maaf pada setiap organ tubuh kita.  Dengan begitu, kita menyadari bahwa setiap unsur tubuh kita sangat berharga dan penting. 

Tubuh ini ibarat pohon, kalau tanahnya subur akan membuat pohon tumbuh besar, sehat, berkembang dan berbuah.  Begitupun dengan tubuh, beri cinta yang banyak untuk tubuh kita dengan memperhatikan nutrisi dan ungkapan-ungkapan yang baik. 

Cobalah beri ucapan terima kasih  mata, mulut, wajah, tangan, rambut, kaki, perut, jari, lutut, dan organ tubuh lain.  Bagaimanapun bentuknya, warnanya, berhenti terpengaruh oleh standar cantik maupun ganteng.  Setiap hari.  Dengan sendirinya hati akan terasa ringan dan bahagia bahwa tubuh ini sangatlah berharga.  Hidup kamu akan jauh lebih berharga dan lebih keren dari yang kamu sadari.

Jadi berhenti merasa insecure dengan pencapaian orang lain yang tampak mulus dan menganggap hidup kamu tidak seberuntung orang lain.  Karena sebetulnya setiap orang berjuang melawan dirinya dan berjuang memelihara hidup dengan cara dan kemampuannya masing-masing.  Setiap orang bergerak sesuai keahlian, kesukaan dan kapasitas dirinya.  Tidak semua orang sama, baik tingkat kenyamanan, tingkat kebahagiaan dan integritas masing-masing orang berbeda.  Selain itu, proses pencapaian dan kepuasan seseorang itu tidak ada yang instan.  Kita semua bergelut dengan proses-proses panjang belajar dari kekurangan-kesalahan-keberhasilan, terus berlatih, terus mengolah diri dan mengisi semua waktunya untuk berkarya. 

Jadi, kenali diri, kenali mimpi, raba jiwa kita lalu berbuat apa yang paling kita bisa dengan kesungguhan hati lalu biarkan semesta bergerak untukmu.