Menyentuh Jiwa Terdalam Melalui Wisata Quran




Chemistry Quran


Proses chemistry saya dengan Quran itu prosesnya cukup panjang. Ada momen yang membuat saya dengan Quran ini tidak bisa dilepaskan. Saya merasa ‘aman’ kemana-mana bawa Quran. Saat itu saya benar-benar merasa cemas dan merasa tak berdaya. Kalau mengandalkan diri sendiri dan orang lain, rasanya tidak mungkin, setiap sudut rasanya pengap.

Setiap perasaan itu muncul, yang dilakukan membuka Quran lalu segera membaca setiap ayat perlahan dan terus menerus hingga saya merasa nyaman. Tak hanya hati yang merasa nyaman, tapi ditengah kesulitan itu ada saja kemudahan yang saya dapatkan. Mungkin karena ini, rezeki kami seringkali hampir semua tidak masuk akal kalau dihitung secara logika. Kalau dihitung pengeluaran kami yang bertumpuk dan dihitung angkanya, kebutuhan dan pemasukan bulanan tidak akan mencukupi. Allah menggerakan semua ini sehingga kebutuhan kami terpenuhi. Bukan karena saya beriman, tapi Allah yang begitu baik sekali padahal dosa saya sangat banyak.



Mungkin itu yang membuat saya sulit menahan air mata begitu masuk ke pabrik percetakan Quran Syaamil Group di Jl. Babakan Sari I No. 71 Kiaracondong Bandung. Sebuah percetakan Quran terbesar se-Indonesia. Mesin-mesin yang bergemuruh, lembar-lembar Quran yang keluar dari mesin cetak seperti berubah wujud dan membawa saya ke masa Rasulullah saat menyebarkan firman Allah. Seolah disana Rasulullah tengah berkumpul dengan para sahabatnya di ruang-ruang pertemuan.

Di ruang produksi itu, imajinasi saya seolah melihat para sahabat Nabi penghafal Quran dan sahabat Rasul yang menuliskan di atas kulit, daun, batu. Bagaimana sahabat mengumpulkan tiap ayat, surat, sehingga berjuz-juz. Hingga bertahun-tahun Quran tetap terjaga dan sampai di genggamanku, menjadi penyembuh setiap luka, meredakan rasa takut dan sedih.



Kampung Quran
Tanggal 12 Agustus 2019, tepat 1 hari setelah hari raya Idul Adha saya dapat kesempatan datang ke acara Launching Wisata Kampung Quran di Syaamil Group di bawah pimpinan Bapak Riza Zacharias. Program kampung wisata Quran ini menarik, gerakan yang diinisiasi oleh Syaamil kemudian didukung oleh Camat Kiaracondong-Dra. Rina Dewi Yanti M.Si-mempunyai visi sejalan. Ngahiji, Geulis, Wisata, Sejahtera, Juara dan Agamis. 




Suasana pagi di halaman Syaamil cukup rame, karena sekalian menyembelih kambing, potong-potong, memilah dan mengolahnya. Tak hanya itu, beberapa wartawan online dan lokal juga hadir, karena program Wisata Kampung Quran ini di resmikan oleh Wakil Walikota Bandung Bapak H. Yana Mulyana, S.E.

“Saya berharap kampung wisata in imenjadi model bagi kecamatan-kecamatan lain, karena potensinya selain dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan umat kepada Allah SWT, juga diandalkan sebagai pencetak generasi-generasi masa depan yang cerdas, berkualitas dan ber-akhlakul kharimah.” Ungkap Bapak Yana Mulyana.

Para undangan yang hadir diajak untuk keliling ruang redaksi, ruang produksi dan pabrik. Kantornya sangat menarik, hangat dan ramah. Bapak Riza terus menemani Bapak Wali Kota dan menjelaskan proses produksi dan proses kreatif buku-buku gendre Islam agar bisa diserap oleh berbagai usia. Di ruang redaksi, pengunjung diperlihatkan Al Quran dengan menggunakan pena. Pena ini ditempelkan di salah satu ayat lalu keluar suara yang menjelaskan isi ayat tersebut.



Melalui Bapk Riza saya baru tahu, rupanya program factory visit yang dilakukan oleh Syaamil ini sejak tahun 2013. Pengunjung bisa datang dan melihat proses produksi, keliling melihat tahapan panjang cetak Quran dan tata tertib karyawan saat harus bersentuhan dan melakukan proses produksi Quran.

Pengunjung bisa dari anak-anak TK, SD, Remaja, dewasa asal datangnya berombongan dan harus membuat jadwal dulu. Karena pada dasarnya factory visit ini pengunjung bisa mendapat penjelasan proses produksi dan melihat bagaimana karyawan Syaamil bekerja, jadi jadwal factory visit ke Pabrik Quran Syaamil itu hari Rabu dan Kamis. 



Factory visit ini menjadi salah satu program yang memang sudah jalan sejak lama, lalu menjadi inspirasi menciptakan program Kampung Wisata Quran sehingga memberi efek yang lebih luas bagi lingkungan. Langkah ini sebagai upaya mengimplementasikan daerah Kiaracondong ini menjadi Agamis dan menajdi destinasi wisata tematik melalui program Kampung Wisata Al Quran.

Ada langkah besar untuk mewuudkan program ini yaitu rumah Syaamil Quran, wakaf 1 juta Al Quran, program Semua Bisa Ngaji dengan tagline ‘kampung bebas buta huruf Al Quran, melahirkan hafidz Quran di setiap kelurahan dan yang paling populer adalah Wisata Quran.

Wisata alam dan kuliner banyak ditemukan di berbagai daerah, namun Wisata Kampung Quran ini memberi ruang pengalaman yang unik. Tak hanya pengetahuan tentang cetak mencetak, tapi ada nilai lebih yang mengisi jiwa. 


Kontak Factory Visit Wisata Quran:
Jl. Babakan Sari I/No. 71
Kiaracondong Bandung
Phone. 022-7208298

0 Comments