Pertumbuhan Usaha Kuliner

“Pa, beli ayam krispi 3.” Saya beli ayam krispi ini di depan mini market. Lalu dia mengambilkan 3 potong ayam ke dalam kemasan kertas, saya menyerahkan uang selembar Rp. 50.000. Dia minta saya menunggu sebentar. Dia mengarah ke alat kecil berwarna biru di pojok gerobaknya. Memasukan angka di atas tombol-tombol putih lalu keluar struk. Saya agak heran dengan proses yang dilakukan oleh pedang kaki lima ini. Ternyata sekarang sudah ada alat seperti mesin kasir tapi bentuknya seperti alat gesek ATM di supermarket.

Saya dibuat kagum, kemajuan pedagang kaki lima sekarang semakin pesat. Dengan adanya alat ini, tentu saja banyak sekali manfaatnya. Jumlah penjualan dan keluar masuk uang akan lebih terpantau. Logikanya fasilitas ini tentu dapat membuat pedagang atau pelaku usaha lebih bisa mengontrol perputaran modal dan keuntungan yang diperolehnya. 





Rupanya, tidak hanya pedagang ayam krispi saja yang menggunakan mesin kasir ini. Suatu malam saya berniat beli oleh-oleh untuk anak-anak di rumah. Mereka mau dibawakan martabak asin di sekitar Gegerkalong. Saya menemukan perlakuan yang serupa, begitu saya menyerahkan uang untuk membayar martabak. Pedagang martabak itu menyerahkan struk yang keluar dari mesin kasir mungil berwarna biru.

Setelah saya cari tahu, perangkat ini bernama SPOTS yang keluarkan oleh perusahaan GO-JEK. Saya semakin berdecak kagum dengan kreativitas anak muda yang selalu berkarya dan berinovasi menangkap peluang atas kebutuhan fasilitas usaha kuliner. Apalagi di Bandung, bisnis kuliner menjadi salah satu usaha yang menarik dan menjadi target yang dicari oleh para pelancong.


Usaha yang sedang hits sekarang ini di Bandung yaitu menjual kopi yang menyediakan beragaCm jenis kopi dari penjuru Indonesia. Mulai di setting dalam bentuk gerobak, kios kopi hingga caffee dengan pelayanan maksimal dan tempat yang nyaman. Pembelinya beragam bahkan tak jarang driver GO-JEK ikut antri untuk memesankan minuman untuk konsumennya.

Tak hanya kopi, menjamur pula penjual minuman Thai Tea. Di satu jalan Gegerkalong (Bandung) saja, ada sekitar 5 gerobak hingga bentuk kedai yang menyediakan minuman Thai Tea yang kini jadi pavorit anak-anak hingga dewasa. Dari yang harga Rp 5000 per gelas hingga Rp. 20.000 per gelas. Uniknya, beberapa penjual ini rupanya melek teknologi dan sadar pangsa pasar online sehingga menyediakan layanan penjualan online yaitu Go-Food. Tandanya, ada stiker GO-FOOD menempel di muka lapaknya.

Rasanya setiap orang yang mempunyai smartphone mempunyai aplikasi ojek online yaitu GO-JEK. Di dalamnya tidak hanya memfasilitasi konsumen untuk jemput antar (GO-RIDE, GO-CAR dan GO-Bluebird) tapi yang jadi favorit lainnya fasilitas GO-FOOD. Kita bisa beli makanan enak diluaran sana, pemesan tinggal tunggu di lokasi, kita tinggal bayar makanan dan ongkos driver. Rupanya peluang ini ditangkap kembali oleh GO-JEK untuk mengeluarkan SPOTS.



Tentang SPOTS

Kreativitas anak bangsa semakin keren saja, ada saja inovasi yang dihadirkan ke masyarakat. Kali ini GO-JEK meluncurkan sebuah aplikasi yang memfasilitasi usaha kuliner untuk mengatur manajemen keuangannya. Uniknya lagi, aplikasi ini dapat digunakan mulai dari pelaku usaha kecil seperti penjual nasi goreng, martabak, ayam krispi dengan kios kecil. 





Untuk iklim usaha kuliner yang banyak peminat pembelinya, SPOTS membantu merapikan proses keluar masuk keuangan yang seringkali terabaikan. Padahal pencatatan keuangan ini sangat penting tapi memakan waktu lebih, sementara produktivitas semakin tinggi dengan banyaknya permintaan dari pembeli.

Bayangkan saja, di lingkungan rumah saya yang kebanyakan anak-anak kos dibanding penduduk aslinya. Saya melihat sendiri anak-anak kosan ini kerap memesan makanan dengan menggunakan fasilitas GO-FOOD jika waktu sudah malam atau kondisi tidak memungkinkan.

Tak hanya mahasiswa, para pelancong yang menginap di hotel dengan jadwal padat menuju ke beberapa destinasi wisata namun tak sempat beli oleh-oleh. Kerap menggunakan aplikasi ini untuk membeli oleh-oleh bahkan untuk makan siang atau makan malam.

Usaha kuliner di sekitar rumah saya semakin menjamur, apalagi daerah Gegerkalong dan Setiabudhi (Bandung). Disana banyak sekali makanan dan minuman yang disedikan mulai dari makanan ringan hingga makanan berat.

Dengan banyaknya pembeli online, aplikasi SPOTS ini banyak membantu para pelaku UMKM kuliner (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) meningkatkan pelayanan dan sistem kualitas manajemen keuangan agar tidak tercecer. Sehingga dengan pengontrolan keuangan, usaha kulinernya bisa tetap terjaga dan konsisten. SPOTS ini saya fikir menjadi aplikasi wajib yang dimiliki oleh para pelaku usaha kuliner. 




SPOTS sebagai aplikasi kasir atau point of sale, sekarang ini banyak digunakan oleh para UMKM seperti yang tadi saya ceritakan di paragraf pertama. Mereka yang menggunakan mesin kasir mungil berwarna biru. Mesin kasir yang praktis ini merupakan sistem yang berfungsi menghitung sekaligus mencatat transaksi penjualan. Saya fikir, mesin kasir yang menggunakan aplikasi SPOTS ini sangat membantu untuk para pengusaha kuliner.

Keunggulannya, para pelaku UMKM tidak hanya bisa menerima beragam tipe pembayaran dan cetak resi secara instan. Tapi dapat terima pemesanan GO-FOOD, menerima pembayaran GO-PAY, hingga laporan harian dari transaksi penjualan.

Aplikasi SPOTS ini menarik sekali digunakan oleh para pelaku UMKM, karena bisa menghemat waktu dan uang dengan otomatisasi banyak tugas penjualan sehari-hari. Harganya cukup terjangkau untuk pelaku usaha kecil, kita bisa menyisihkan uang modal usaha Rp 290.000 untuk biaya aktivasi dan Rp 2.900/hari untuk biaya pemeliharaan. Sehingga siapapun dapat menjalankan usaha.

Inilah yang namanya perkembangan teknologi dan memfasilitasi kreativitas yang didukung oleh berbagai pihak. Baik dari pemerintah, media, masyarakat saling mendukung, saling menangkap ide dan saling support berkarya, berdaya guna bagi negeri. Sehingga perekonomian masyarakat menjadi meningkat dan banyak melakukan percepatan.




Foto: Ima

Happiness is not a given. To grow happy is a choice we make every day. (Grow Happy) 

Setiap orang tua mendambakan anak-anaknya mempunyai pribadi bahagia, tubuh sehat dan kuat. Namun yang terjadi, banyak sekali orang tua mengeluhkan anaknya mudah sakit, kurang gizi, cepat marah, suka menangis dan lain sebagainya.

Rupanya asupan gizi anak banyak perpengaruh pada perkembangan tubuh anak dan kondisi emosi (mood) anak. Gizi anak baik, pencernaannya pun akan sehat sehingga nutrisi ke otak akan baik dan menyalurkan hormon yang baik pada perasaan/mental anak. Sederhananya begitu.

Hal ini kurang disadarai oleh kebanyakan orang tua. Sekalipun tahu jenis makanan yang bergizi, seringkali ada beberapa hal yang terabaikan, seperti kurang mengolah aktivitas dan komunikasi dengan anak. Jadi keduanya harus berimbang baik asupan gizi maupun emosi.

Uraian sederhana di atas tentang anak sehat dan bahagia ini, dipaparkan di acara Seminar dengan tema Dukung Kesehatan dan Kebahagiaan Anak dengan Pola Asuh Grow Happy bersama Nestle Lactogrow. 

Kiri-kanan: Pramudita Sarastri, Dr. Dr. Ariani Dewi Widodo, Sp. A,
Elizabeth Santosa, M.Psi, Psi, SFP, ACC.
Foto: Dede Diaz

Ada 3 pembicara yang menjelaskan pentingnya pola asuh Grow Happy, diantaranya Pramudita Sarastri (Brand Executive Nestle Lactogrow), Dr. Dr. Ariani Dewi Widodo, Sp. A (K) (dokter spesialis anak) dan Elizabeth Santosa, M.Psi, Psi, SFP, ACC (psikolog). Ketiganya membahas pentingnya anak tumbuh bahagia dari berbagai sisi, dari sisi asupan gizi, kondisi pencernaan anak, dan cara mengasah kematangan emosi anak.

Selama ini saya fikir kebahagiaan dalam hal ini mood anak berdiri sendiri, asal diberi mainan, dibacakan buku, nonton televisi, bermain dengan teman-temannya, dll. Ternyata tidak cukup, perhatian orang tua tidak sekedar sistematis, misal anak dimandikan, diberi makan, kalau batuk diberi obat.

Ternyata tidak itu saja, tapi orang tua harus hadir, terlibat atau ikut merasakan aktifitas mereka. Katakanlah ketika anak-anak menonton, kita tidak sekedar ada disana, tapi ikut merasakan senang dan terlibat dalam perasaan dan antusiasme mereka pada tokoh yang tampil dibalik layar kaca.

Begitupun ketika mereka menggambar, kita tidak hanya memberi petunjuk tapi ikut merasakan kegembiraan dan kesulitan mereka dalam menggambar. Ikut merasa senang ataupun merasa sedih ketika gambarnya tidak sesuai dengan yang mereka harapkan. Ini yang dimaksud dengan terlibat.

Ada 3 unsur yang mempengaruhi anak-anak menjadi Grow Happy, tutur Pramudita Sarastri, diantaranya parent in Involvement, stimulasi dan nutrisi. Tiga unsur ini memberi pengaruh banyak dalam menciptakan anak bahagia.

Lalu bagaimana sih cara membesarkan anak agar tumbuh bahagia, ini dia:

1. Makan makanan bergizi tepat waktu

2. Waktu bermain dan eksplorasi.

3. Ekspresi emosi positif.

4. Cukup waktu tidur.

5. Berikan cinta tanpa syarat.

6. Antusias saat mendengar (active listening)

Saya coba paparkan satu persatu, ya, penjelasan dari para narasumber tersebut. Mulai dari kesadaran kita sebagai orang tua memahami pencernaan anak lalu bagaimana membuat anak-anak mempunyai aktivitas yang dekat dengan orang tua.



Perhatikan Nutrisi Anak Agar Bahagia

Melihat anak-anak ceria, tertawa, gembira itu rasanya membuat hati kita senang, ya. Begitupun anak-anak yang terlihat segar dan gembira. Anak yang bahagia itu ternyata punya pengaruh penting untuk masa depannya.

Semula, Saya fikir pengaturan asupan gizi yang baik tidak banyak berpengaruh pada kondisi kebahagiaan anak. Tapi begitu mendengarkan penjelasan Dr. Dr. Ariani Dewi Widodo, Sp.A (K), rupanya nutrisi yang baik akan berpengaruh pada pencernaan yang sehat, menyalurkan gizi baik pada otak dan meningkatkan mood bahagia bagi si anak. 

Foto: Dede Diaz


Kunci penting untuk membuat anak bahagia yaitu:

1. Kesehatan saluran cerna penting untuk tumbuh kembang anak.

2. Probiotik: Fungsinya sangat penting untuk membantu penyerapan nutrisi lebih baik, membantu meningkatkan kekebalan tubuh dan membantu memperbaiki suasana hati.

3. Salah satu probiotik yang banyak diteliti memiliki manfaat adalah lactobacilus reuteri.

4. Anak yang bahagia akan dapat belajar dengan lebih baik.

Kita mulai dari memahami kondisi pencernaan anak-anak kita, ya. Saluran pencernaan merupakan sistem pertahanan tubuh terbesar. Pencernaan anak-anak belumlah sempurna, oleh karenanya diperlukan bakteri baik untuk mengolah makanan yang masuk ke dalam tubuh. Probiotik punya peran penting untuk mencerdaskan, menyehatkan dan menghasilkan emosi bahagia. Oleh karenanya sangat penting memperhatikan kesehatan saluran cerna.

Bakteri baik mempunyai peran menjaga kekebalan tubuh, mencerna serat dan menghasilkan nutrisi yang mendukung kesehatan saluran cerna, melindungin dari penyakit, mendukung kesehatan saluran cerna, dan melindungi usus dari miroba atau zat berbahaya lainnya.

Bicara tentang probiotik, kita sebagai orang tua perlu tahu jenis-jenis makanan baik untuk dikonsumsi yang mengandung probiotik, diantaranya tempe, yoghurt, kefir, kimchi, kombucha. Karena jenis makanan ini mengandung lactobacillus reuteri yang memberi banyak manfaat.

Perlu diketahui, lactobacillus reuteri ini dapat bertahan hidup pada pH rendah dan lingkungan yang diperkaya enzim. Dapat menempel pada epitelium untuk interaksi host-probiotik, dapat berkompetisi dengan mikroorganisme patogenik dan yang terpenting adalah keamanan. Sehingga manfaat lactobacillus reuteri ini bisa membuat microbiotia usus mampu menghasilkan vitamin B12 untuk perkembangan otak. Selain itu baik untuk mengatasi konstipasi dan kolik pada bayi.

Tentu pengetahuan kita tentang jenis makanan bergizi harus diperdalam. Mulai dari cara mengatur pola makan seimbang dari kandungan makanan. Baik karbohidrat, protein hewani, protein nabati, vitamin, sampai cara pengolahan hingga penataannya. Selain anak jadi semangat makan begitu melihat penataan yang menarik, makanan sehat tetap masuk ke dalam tubuh.

Mrch David, M.A dari Institute Psycology of Eating, waktu makansecara teratur memberikan rasa RYTHM dan REGULARITAS dalam kehidupan. Secara psikologis hal itu dapat membangkitkan perasaan damai dan aman. Rutinitas yang sehat di waktu makan dapat memicu energi dan pertumbuhan dan sekaligus menjaga anak-anak tetap tenang dan puas karena metabolisme yang baik.



Cara Mengasah Kematangan Emosi Anak

Kalau emosi anak bahagia, tenang, stabil, dia lebih mudah menyerap pelajaran dengan optimal. Maksudnya tidak hanya pelajaran di sekolah, tapi lebih mudah diberi pemahaman oleh orang tua maupun orang lain.

Memelihara kebiasaan baik dan membentuk anak bahagia itu tidak mudah juga tidak sulit. Asal kita mau dan bertekad, semua proses bisa kok kita lewatin. Perlu disadari, pengaruh kuat kebahagiaan anak ini berawal dari orang tuanya.

Untuk menciptakan anak-anak bahagia itu perlu upaya dan pengetahuan pola pengasuhan yang tepat. Banyak sekali orang tua yang 24 jam bersama anaknya, tapi di tidak “hadir”, “ada”, “terlibat”. Maksudnya, tak jarang orang tua dan anak dalam satu ruang tapi mempunyai kegiatan masing-masing. Padahal anak yang bahagia dipengaruhi banyak dengan kehadiran orang tua yang menyayanginya. 

Foto: Sugi Siswiyanti.


Ketika anak bahagia, dia mempunyai kesempatan untuk sehat. Tak hanya sehat badan tapi mempunyai kecerdasan emosional. Anak bahagia akan tumbuh satu paket dengan kondisi kesehatan dan kecerdasannya.

“Kematangan emosi dan kebahagiaan anak dapat dibantu dengan mempraktekan perilaku positif, misalnya dengan mengajarkan kebiasaan bersyukur. Anak yang pintar bersyukur akan tumbuh menjadi sosok yang optimis, berempati tinggi, dan lebih bahagia. Anak yang pintar bersyukur akan tumbuh menjadi sosok yang optimis, berempati tinggi, dan lebih bahagia. Orang tua juga sebaiknya rutin menghabiskan waktu dengan anak, mislanya berolahraga bersama, karena membiasakan gaya hidup aktif dapat meningkatkan kesehatan psikologis dan fisik.” Menurut Psikolog Elizabeth Santosa, M.Psi, Psi, SFP, ACC ini.

Lalu bagaimana sih cara melatih emosi anak dan meningktkan hubungan baik anak dan orang tua. Ini ada beberapa cara yang bisa dipraktekan:

- Melatih anak mengenal dunia di sekitarnya dengan terlibat dalam eksplorasi proses alam dan manfaat untuk manusia.

- Menggunakan alat peraga yang bervariasi, ajak anak mengenal bermacam-macam jenis tumbuhan dan sayuran dan manfaat untuk kesehatan.

- Lakukan komunikasi 2 arah orangtua-anak.

- Ajak anak bermain di luar rumah seperti piknik atau tamasya.

Donna Mathews, PhD merangkum bahwa waktu bermain dan bereksplorasi ini memberi manfaat meningkatkan kebahagiaan anak, baik untuk tumbuh kembang anak secara fisik dan mental, meningkatkan kemampuan kognitif melalui eksplorasi dan kreativitas, memahami cara kerja lingkungan dan dunia sekitar.

Ada satu cara yang bisa kita praktekan sehari-hari. Bila anak pulang sekolah atau kita baru saja pulang kerja dan beberapa jam tidak bertemu dengan anak. Coba gali ingatan-ingatan bahagia mereka dengan mempertanyakan hal baik. Seperti,”Ada kabar baik apa hari ini?” lalu ekspresikan hal-hal baik yang terjadi dalam kegiatan sehari-hari orangtua kepada anak.

Coba ceritakan hal-hal yang menyenangkan sekalipun sederhana. Cara ini dapat memberi emosi positif, memberikan dan mengungkapkan apa yang kita syukuri terhadap dunia. Cara ini akan memberi manfaat:

1. Perubahan positif dalam aspek emosi anak

2. Meningkatkan energi mereka

3. Meningkatkan kesejahteraan, kesehatan, dan kebahagiaan anak saat dewasa

4. Optimis

5. Empat

Setelah mendapatkan paparan panjang dan jelas dari ketiga nara sumber, membuka wawasan para orangtua untuk lebih memperhatikan tumbuh kembang anak. Baik dari sisi nutrisi yang baik yang berimbas pada karakter anak yang positif dan bahagia. Dengan begitu, diharapkan kita bisa menjadi orangtua yang bahagia membangun keluarga yang positif dan masa depan cerah.


Saya dan suami pengguna BPJS sejak tahun 2015. Semua bermula dari “Minhaisu layahtahsib,” artinya rezeki datang dari arah yang tidak terduga-duga. Semua proses pertemuan dengan BPJS menjadi salah satu ruang hidup tersendiri. BPJS menjadi salah satu jalan upaya jalan pengobatan yang dilakukan oleh kami untuk mengatasi penyakit suami saya.



Kesannya dramatis banget, ya. Kenyataannya begitu. Benar-benar memompa perasaan atas keadaan yang luar biasa. Saya kadang-kadang suka heran sendiri sama kejadian-kejadian yang sudah dilewati. Dipertemukan dengan berbagai situasi, membuat saya semakin yakin, kalau setiap orang diberi masalah memang sesuai kadarnya. Ini sesuai dengan potongan kalimat Quran surat Al-Baqarah di ayat terakhir (ayat 286),”Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai kesanggupannya...” dan seterusnya



2015

Februari pagi tahun 2015. Pertemuan hari itu pun diputuskan, saya seperti biasa diskusi dengan Teh Nisa (kakak suami) dan Wa Alwis (suami Teh Nisa) untuk datang ke dokter bedah syaraf di Rumah Sakit Eka Hospital. Kenapa sampai di rumah sakit ini, karena sebelumnya suami saya kena kejang lagi dan harus dibawa ke Rumah Sakit Eka Hospital lalu rawat inap beberapa hari. Dokter syaraf yang merawat suami saya menyarankan untuk menemui dokter bedah. Dokter syaraf tersebut menyarankan untuk bertemu dengan dokter bedah syaraf yang bernama DR. Dr. Setyo Widi Nugroho Sp. BS (K). Karena solusi dengan medis tidak ada pengobatan lain selain bedah otak.

Dengan berbagai pertimbangan, kami pun memutuskan untuk bertemu dengan dokter bedah syaraf. Entah nanti akan memutuskan apa, yang jelas kami dengarkan dulu penjelasannya seperti apa. Meski pada akhirnya kami tahu, solusi yang ditawarkan dokter bedah, ya pasti bedah.

Kilas balik ke tahun 2014 awal saat suami saya kena kejang hebat sampai koma. Saat itu terjadi di Bandung lalu dibawa ke Rumah Sakit Dadali selama 3 hari. Saat itu suara suami saya hilang dan tidak bisa jalan. Karena di rumah sakit Dadali tidak ada alat MRI kepala, jadi suami saya dirujuk ke Rumah Sakit Borromeus. Disana, suami saya dirawat oleh dokter syaraf dr. Chandra dan dokter bedah syarafnya yaitu Dr. Pieter.

Disana suami saya langsung rawat inap, tes MRI Kepala, dirawat sambil menunggu hasil MRI kepala. Dirawat kurang lebih 9 hari di Borromeus, sampai akhirnya kedua dokter tersebut memutuskan untuk melakukan biopsi. Mengambil sample “bendanya” untuk dipastikan jenis penyakitnya apa (uji lab patologi). Karena hasil MRI itu meskipun lebih detil dari CT Scan, tetap harus dibuktikan dengan mengambil sample jaringan. Sehingga menjadi lebih pasti pengobatan dan perawatannya seperti apa.

Indiskasi hasil MRI kepala ada benda/benjolan di permukaan otak bernama High Grade Glioma, tapi belum boleh diobati sampai dipastikan dengan diambil jaringan untuk menentukan pengobatannya seperti apa.

Karena keluarga besar dan (pastinya) suami saya tidak mau di operasi, jadi kami keluar rumah sakit dan membawa suami ke BSD. Disana kami tinggal bersama di rumah Teh Nisa dan Wa Alwis, karena kondisi suami tidak memungkinkan tinggal di rumah Bandung karena cuaca dingin. Jadi kami diberi surat pengantar untuk bertemu Dr. Setyo Widi di Eka Hospital oleh Dr. Pieter. Meski tidak ada niatan bedah otak surat itu saya simpan dengan hati-hati, firasat saya mengatakan surat itu harus disimpan.

Jadi yang kami lakukan selama di BSD selain melakukan pengobatan alternatif seperti mengonsumsi herbal dan akupunktur, saya dan kakak mencari tempat pengobatan alternatif medis. Sayangnya hasil pencarian sana sini semua pengobatan medis semua solusinya bedah. 


Nah, begitulah, keadaan yang pada akhirnya kami memang harus bertemu dengan Dr. Setyo Widi dengan kondisi fisik suami lebih baik dari sejak keluar dari RS Borromeus. Ketika keluar dari Borromeus awal tahun 2014 (Maret), kondisi fisik suami saya lemah. Sensitif terhadap suara, obrolan, tidak bisa bertemu dengan banyak orang. Lalu berobat herbal di Jakarta, rutin minum herbal yang membuat fisik suami saya lebih baik setiap harinya sampai hampir 5 bulan. Dari tak ada suara jadi bersuara, dari tidak bisa jalan jadi bisa jalan cepat. Ditambah kemudian sejak bulan September 2014, suami saya lanjut diakupuntur di Depok, kondisi fisiknya semakin lebih baik dan kokoh. Meski, ya, benda dan potensi kejang itu masih ada.

Begitu bertemu,rupanya Dr. Setyo Widi memberi alternatif cara bedah yang lebih aman/tidak beresiko terhadap sistem syaraf tubuh. Namanya Awake Craniotomy. Bedah otak dalam keadaan bangun. Syarat untuk melakukan bedah syaraf dengan metode ini adalah:

1. Bendanya di permukaan otak dan tidak terlalu dalam.

2. Fungsi fisiknya dalam keadaan baik/tidak ada gangguan.

3. Pasien bersedia melakuan operasi ini.



Perhitungan Allah Maha Tepat, Allah membuat skenario agar suami melakukan pengobatan herbal dulu dan akupunktur selama setahun. Begitu fungsi fisik normal kembali dan siap menjalani operasi ada kejadian suami kejang lagi dan akhirnya bertemu dengan Dr. Setyo Widi. Jadi pertemuan ini benar-benar tidak disengaja, saya masih menyimpan surat pengantar dari Dr. Pieter yang disimpan hampir setahun.



Punya BPJS?

Tanya Dr. Setyo Widi.

Saya jawab tidak punya.

Saya jadi ingat awal-awal suami saya sakit di akhir tahun 2013 (September dan Desember 2013), keponakan saya-Medina- menyarankan saya sekeluarga punya BPJS. Tapi saat itu saya bingung, untuk memenuhi kebutuhan keluarga saja pas pas-an. Selain itu, saya tidak bisa pergi kemana-mana karena suami saya tidak bisa ditinggal saya dengan kondisi tubuhnya yang kerap diserang kejang.

Dr. Setyo Widi bilang kalau operasi di Eka Hospital harus mengeluarkan dana sekitar 90 juta, hanya untuk operasi saja, belum perawatan selanjutnya. Dalam bayangan saya, berarti harus pegang uang sekitar 150 juta. Untuk operasi dan biasaya operasional saya sehari-hari.

Tapi-lanjutnya- proses operasi bisa ditanggung seluruhnya jika suami saya operasi di RSCM dengan menggunakan BPJS. Lagipula tanggal 24 Maret 2015 akan ada dokter tamu dari Amerika, dia adalah dokter ahli syaraf otak yang akan memperlihatkan berbagai syaraf yang ada di otak. Semua persyaratan ada di tubuh suami saya. “Benda” yang ada di kepala kecil dan posisinya dipermukaan syaraf, seluruh anggota tubuh suami saya masih berfungsi normal, mulai dari penglihatan hingga kesadaran.

Ini benar-benar jalan dari Allah SWT.

Dokter menyarankan saya membuat BPJS, lalu minta surat rujukan ke feskes 1 (rumah sakit di Bandung), kemudian melakukan pendaftaran ke RSCM.

Kalau suami saya bersedia, dia bisa operasi tanggal 24 Maret tersebut.

Sebuah jalan dari Allah terbuka begitu rapi.

Saat itu, persediaan uang sedang menipis. Ada jalan operasi dengan menggunakan BPJS di RSCM dengan dokter ahli dari Amerika dengan teknis operasi Awake Craniotomy dari penemunya langsung.

Ini skenario Allah yang Maha Detil. Sangat rapi.

Setelah diskusi dengan Teh Nisa dan suami, suami saya bersedia dan siap di oprasi. Saya pun segera membuat BPJS, daftar BPJS Online, lalu transfer dan hanya 24 jam fungsi BPJS sudah aktif dan bisa digunakan. Ini terjadi tahun 2015, ya. Sekarang kebijakannya BPJS tidak tahu.

Saat itu, mengingat saya butuh dana operasional buat bulak balik BSD-Bandung dan bolak balik BSD-Jakarta, saya pun segera menghubungi Teh Bibo untuk menjual sawah peninggalan Bapak. Dengan izin Allah, rupanya Teh Bibo baru saja menerima uang kontrakan dan mau membeli sawah saya. Hari itu juga Teh Bibo transfer, lalu saya pun menggunakan uang itu untuk pergi ke RSCM. Survey lokasi dan teknis pendaftaran bagi pasien BPJS.

Setelah beres membuat BPJS, saya pun segera pulang ke Bandung, untuk mengurus surat rujukan di feskes pertama di RS Salamun (Ciumbuleuit Bandung) dan berbagai surat-surat penting. Setelah dapat surat rujukan dari RS Salamun, saya pun kembali ke BSD dan mulai lanjut mengurus pendaftaran di RSCM.



Cara Dapat Surat Rujukan BPJS Dari Feskes 1 dan Feskes 2

Saat itu suami saya posisinya di BSD, sementara saya harus minta surat rujukan dari Feskes 1 (fasilitas kesehatan). Kebetulan Feskes 1 kami dapat di Rumah Sakit Salamun. Akhirnya yang saya lakukan adalah memberikan surat pengantar dari Dr. Setyo Widi bahwa suami saya akan melakukan operasi di RSCM dan tidak bisa datang ke Bandung (Feskes 1) karena kondisi yang tidak memungkinkan.

Saat itu saya harus ke puskesmas dulu, lalu lanjut ke RS Salamun mewakili suami. Sambil membawa surat pengantar, saya bicara langsung dengan dokter dan memperlihatkan hasil MRI dan surat pengantar dari dokter yang akan mengoperasi suami. Akhirnya surat rujukan pun keluar karena keadaan suami yang tidak memungkinkan datang ke Feskes 1.



Unak Anik Pendaftaran di RSCM Menggunakan BPJS

Petualangan selanjutnya berlangsung di RSCM. Sebelum membawa suami ke RSCM, saya mencari berbagai informasi pendaftaran menggunakan BPJS agar tidak mengurangi energi suami. Kebetulan ada Commuterline yang bisa digunakan dari Stasiun Rawa Buntu (Tangerang Selatan) menuju Stasiun Cikini. Dari Stasiun Cikini saya lanjut menggunakan ojek menuju RSCM, hanya menempuh 5 menit perjalanan. Kadang-kadang, saya ajak Aden ke Rumah Sakit untuk mendapatkan pengalaman naik Commuterline.

Dari sana saya tahu, harus antri jam pagi hari, sekitar jam 07.00 WIB harus sudah antri dan mengambil nomor antrian. Karena pendaftaran klinik hanya sampai jam 13.00 WIB. Itu artinya, maksimal jam 11.00 WIB harus sudah dipanggil oleh bagian loket BPJS. Pernah saya datang jam 09.00 WIB dan mendapat nomor antrian 600-an. Itu bisa jadi dipanggil oleh bagian loket jam 12.00-an. Jadi, sehari datang ke RSCM hanya untuk satu lokasi.

Setelah ambil nomor antrian, saya biasanya cari tempat foto kopi untuk foto kopi surat rujukan, KTP, Kartu BPJS. Tempat foto kopi di RSCM ini ada 2 lokasi (saat itu tahun 2015, ya, tidak tahu sekarang). Tempat foto kopi pertama ada di gerbang depan, ada WC umum seadanya. Kemana-mana saya bawa map yang berisi semua berkas, termasuk hasil MRI, tes darah, EEG, tes Thorax dari beberapa berkas hasil lab dari rumah sakit yang pernah merawat Ayah.

Misal kamu mau kontrol ke dokter di hari pertama, yang harus dilakukan adalah ambil nomor antrian antri BPJS untuk dapat eligibilitas BPJS. Lalu masukan semua berkas ke loket poliklinik untuk mendapat nomor antrian konsultasi ke dokter. Selanjutnya jika harus tes CT Scan, kembali antri lagi untuk dapat eligibilitas BPJS, setelah dapat baru masukan berkas ke laboratorium dan lab lainnya. Kalau dulu kebijakannya, pasien BPJS dapat kesempatan 2 tempat. Misal Kontrol ke dokter dan antri lab. Tapi itu pun harus satu persatu dulu beres baru di sambungkan/didaftarkan ke poli/lab yang lain.

Kalau tidak salah ingat, untuk sampai rawat inap, pasien harus kontrol ke poli dulu bertemu dokter, lalu lanjut tes darah, ke bagian anestesi, tes denyut jantung dan EEG. Proses itu berlangsung sampai 1 mingguan. Begitu terus tiap hari. Antri bpjs, antri foto kopi, antri ke klinik atau lab, ambil hasil, lalu antri untuk mendapatkan kamar rawat inap.

RSCM ini sangat luas, pasiennya banyak dari seluruh Indonesia dirujuk kesini. Ditambah rumah sakit ini sangat luas, sehingga jarak satu lokasi ke lokasi lain sangat berjauhan. Harus rajin-rajin bertanya agar tidak nyasar.



Persyaratan BPJS

Ya, memang. Perawatan kesehatan dengan menggunakan BPJS cukup berliku dan banyak unak aniknya. Harus antri dapat eligibilitas dari BPJS dulu, baru bisa kontrol dokter atau masuk laboratorium untuk tes EEG, MRI, tes darah, Thorax, dll.

Oleh karenanya, begitu kita rawat inap, harus menyiapkan sampai kita harus mempersiapkan foto kopi persyaratan BPJS. Siapin saja banyak-banyak, ya. Diantaranya:

1. Surat pengantar Feskes 1

2. Foto kopi KTP

3. Foto kopi BPJS

4. Foto kopi Kartu keluarga (ketika harus ada tindakan operasi)

Persyaratan ini menjadi jaminan untuk mendapat eligibilitas dari BPJS untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

Ketika kita dirawat dan menjalani operasi, setiap beberapa tindakan, misal tes Thorax, kita akan dimintai foto kopi persyaratan BPJS masing-masing 2 lembar. Jadi, siapkan dalam map yang rapi biar kita siap begitu diminta persyaratan.



Kunci BPJS itu Antri, Foto Kopi dan Sabar

Memang sih ribet, kita harus antri untuk dapat surat eligibilitas dari BPJS, sehingga kita harus antri dari subuh agar dapat surat eligibilitas lebih cepat. Meskipun begitu, saya sangat terbantu dengan adanya fasilitas BPJS ini. Eh, tapi makin kesini pelayanan BPJS tiap rumah sakit banyak perbaikan. Itupun yang saya jalani ketika hampir setahun bolak balik kontrol di RSCM-BSD lalu dilanjut Bandung-RSCM setiap satu bulan sekali.

Banyak perbaikan dalam proses antri mengantri di RSCM, mulai dari ambil nomor lalu dipanggil satu persatu sehingga prosesnya cukup lama. Sampai akhirnya ada sistem baru dengan antri dari subuh, lalu maju rombongan membuat proses antri jadi lebih cepat meskipun yang antri BPJS hingga mencapai 600 orang lebih karena loket BPJS cepat dan kerja pekerjanya juga efektif.

Nah, nanti saya juga akan ceritakan unak anik menjalani menjadi pendamping pasien BPJS tiap beberapa rumah sakit. Karena setiap rumah sakit mempunyai kebijakan berbeda-beda dalam memperlakukan pasien BPJS. Mulai dari sistem antri hingga kebijakan obat-obatannya.

Selama ini, saya dan keluarga cukup terbantu dengan pengobatan BPJS. Ribet, iya. Tapi kalau kita tahu prosedurnya seperti apa, ya, jalani saja dengan sabar karena paling utama yaitu tubuh kita kembali sehat.

Lalu buat kita-kita yang sehat tapi memutuskan punya BPJS dan tidak terpakai fungsinya, maka bersyukurlah, karena sakit itu tidak menyenangkan.