RANGO

Wuaaaaah… Ini film yang wajib ditonton.  Sayangnya karena di bioskop tidak ditayangkan mari kita berlari ke toko legal bajakan, disana CD-nya sudah beredar.  Jangan khawatir ditangkap karena pembelian CD bajakan ini menjadi hal yang lumrah terjadi di Kota tinggalku juga kota-kota yang lainnya.  Dan siap-siap filmnya memanjakan kita dengan banyak adegan yang menarik sekali.




Rango adalah seekor bunglon hijau menciptakan hidupnya sendiri dengan bermonolog di aquarium kecilnya,  tiba-tiba mobil yang ditumpanginya hampir menabrak mobil lain sehinggga aquariumnya terpelanting membuat dia terhempas di jalanan.  Pemilik mobil tidak menyadari Rango terjatuh dan semakin tertinggal jauh.  Ini adalah awal dari kehidupanya yang nyata, mempertaruhkan hidupnya di padang pasir dan perjalannya menuju pencarian air.  Kenyataan harus dijalani, padang pasir yang baru dikenalnya dan proses adaptasi.

Tenang teman-teman, pembawaan film ini tidak seberat prolog diatas dan penuturan jalan cerita ringan dengan karakter tokoh bunglon yang komedi.  Ini adalah sebuah film animasi sarat dengan cerita satir, mengkritisi kapitalisme dengan cara lucu.  Latar belakang tempat diambil daerah klasik ala koboy.  Cerita mengalir sangat asik untuk dinikmati, selain bisa ketawa-ketawa karena banyak adegan lucu juga lengkap dengan cerita yang mengkritisi kenyataan sosial.  Film yang dikemas dengan cara animasi selalu menarik untuk dinikmati dan imajinatif.  

Sebuah perjalanan seekor Rango dari belahan dunia penuh imajinasi menuju kenyataan hidup tanpa harapan di padang pasir.  Di tengah perjalanan terjadi pertemuan tak disangaja dengan bunglon perempuan bernama Beans mengantarkanya ke sebuah kota yang seolah tak bernyawa. Kota ini kehilangan air, tandus, hal ini membuat penghuni kota memiliki karakter penuh curiga, frustasi, pesimis dan permusuhan.  Rango datang tanpa nama dan identitas, dia menciptakan dirinya sendiri yang tanpa sengaja membuatnya dipercaya dan dijadikan sheriff oleh warganya.  Keahliannya bermonolog dan menciptakan cerita rupanya menjadi caranya beradaptasi di kota itu bahkan  memberi energi yang positif bagi orang-orang.   Ditengah kota kerontang seolah muncul lagi harapan dan kepercayaan mendapatkan air lagi untuk menghidupi kotanya.

Rupanya air dimonopoli oleh bank dan petinggi, namun hanya tersedia untuk 5 (lima) hari lagi.  Ditengah warga yang frustasi terjadi pembodohan dan tekanan, dimana petingginya memaksa membeli tanah warga dengan harga minim.  Air telah dikuasai oleh penguasa dan dihisap seluruhnya untuk menyejahterakan kota yang lain.  Sebuah kenyataan yang menyakitkan bahkan air itu dipergunakan untuk menyiram berhektar-hektar tanaman dan air mancur.  “Kontrol air dan kamu akan mengendalikan segala sesuatu!” begitu dialog petingginya yang sedang mempersiapkan projek besar dari tanah-tanah yang dibelinya.

Produser film ini adalah Nickelodeon, penggarapan adegannya khas film-film animasi Nick yang atraktif dan imajinatif.  Karakter Rango mengambil karakter khas Jack Sparrow si Pirates of The Carrebian Trilogy. Johnny Deep sebagai pengisi suara sangat lekat dengan karakter Ranggo yang intuitif, serba kebetulan dan banyak akal.  Karakternya menghidupkan situasi yang sebenarnya berat namun bisa memecahkan persoalan. So enjoy Rango enjoy Johnny…  

Ima Rochmawati

No comments:

Post a Comment

Silakan meninggalkan pesan, masukan atau apapun. Terima kasih untuk apresianya. adv