Jedug!!!... Anakku jatuh lagi deeeeh...

Alif sudah masuk 1,5 tahun, benar-benar tidak terasa. Padahal saat menjalani bulan-bulan pertama rasanya lama banget.  Masuk sore harus bersiap sedia menghadapi nightmare tangisan bayi dimalam hari karena serangan kolik atau minta jatah ASI.  Tiba pagi ingin segera sore karena harus menghadapi rutinitas yang tidak ada hentinya. Badan tidak berhenti bergerak selalu putar otak agar hari-hari lebih berwarna dan tidak monoton.  Salah satu kesimpulan dari kedatangan bayi ini merevolusi rutinitas menjadi lebih disiplin dan menghargai waktu.

Proses yang melelahkan fisik dan melatih mental ini rasanya sulit dikatakan.  Tapi dibalik itu saya tidak mau kehilangan momen golden agenya, saya ingin tumbuh kembangnya optimal.  Kuncinya, saya & suami harus terus menggali, memberi pasokan pada jiwa agar selalu seimbang agar selalu bersemangat menularkan ilmu hidup dengan bertahap.  Kadang saya masih suka terkagum-kagum dan terheran-heran sama kedatangan mahluk kecil hidup itu saat kerap menangis, tersenyum.  Dari gerak yang sangat lembut, mengungkapkan sesuatu dengan simbol-simbol yang minim hingga sekarang tenaganya kuat luar biasa. Ketika ada keinginan lihat gambar kapal, lihat cicak, burung, lari-lari di taman UPI, naik kursi, mengejar kucing, naik motor orang yang diparkir dihalaman, tidak lelah bereksplorasi dan keingintahuannya yang kuat.

Ngomong-ngomong dia sangat suka vespa, semoga kelak saya punya vespa (hehe...). Nah, kemaren ini dia jatuh di vespa itu, tepat mengenai jidatnya yang luas.  Sampai-sampai benjolanya bulat besar dan membiru.  Wajah ayahnya kelihatan kesal, saya sendiri sebetulnya sudah lelah menghadapi dia yang sering jatuh.  Sebeeeel banget.  Untunglah dulu seorang teman menyarankan agar punya obat yang siap tempur: THROMBOPHOP GEL!!! yeah... langsung saya oleskan gel itu tepat di daerah benjolanya.  Selain diberi Thrombophop tentunya diberi ASI untuk menenangkan, ternyata disebuah artikel dijelaskan bahwa ASI mengeluarkan zat endorfin yang membuat ibu & anak pada titik yang tenang. Dalam satu hari, memar berwarna ungu mulai memudah berubah menjadi kemerah-merahan.  Sepertinya reaksi pengumpulan darah mulai memudar.  Dan hari ini sudah mulai membaik dan tentunya kembali berlari, naik vespa, naik turun kursi, dan seterusnya dan seterusnya.

Ya, proses pendisiplinan di awal-awal bulan mulai terbiasa.  Tidak lagi terburu-buru, terkaget-kaget, gelisah dan sebagainya.  Justru dengan kedatanganya, membuatku belajar pada waktu yang selalu disiplin pada putaranya. Jadi,, biar dan nikmati momen yang tidak akan berulang lagi.  Saya tahu ini sangat melelahkan seolah tak ada waktu untuk diri sendiri.  Tapi, semua proses ini tidak akan lama, bahkan suatu hari kita akan merasa merindukanya karena dia semakin tumbuh dan tumbuh lagi.  Tidak boleh lagi berkeluh kesah dan menyia-nyiakan kesempatan ini dengan memberikanya hal yang terbaik dalam hidupnya.  Agar dia hidup mandiri, berjiwa lapang dan mengenal dunia yang super luas.

i love u alif, tetaplah berlari dengan riang dan tertawa :D


Ima Rochmawati

No comments:

Post a Comment

Silakan meninggalkan pesan, masukan atau apapun. Terima kasih untuk apresianya. adv