Pintu masuk LIneation Salon.
Foto: Ima

Salon Untuk Rambut Bermasalah

Jam 09.00 sudut jalan Leumah Neundet No.10 Bandung menyerbak wangi bunga, lengkap dengan musik pagi memenuhi ruangan. Di kiri dinding ada sofa dengan bantal-bantal bulu putih. Di setiap sisi ada meja cermin dengan kursi kulit sintesis berwarna hitam. Di tengah ruang, berkeliling meja cermin lengkap dengan lampu-lampu dan kursi salon yang nyaman untuk pengunjung. Warna hitam putih memenuhi setiap sudut, tampak bersih dan indah. Ku tutup mata, energinya sedemikan tenang, rambut-rambut berlocatan riang tak sabar menunggu tangan cantik Teh Euis merawat dengan cinta. Ini waktunya merawat diri.

Disana Lokasi Lineation hadir ditengah keriuhan kota, lokasi salon ini cukup strategis, dekat dengan kampus Maranatha, Setrasari Mall dan jalan keluar tol Pasteur. Salon ini memberi fasilitas untuk perawatan rambut secara menyeluruh. Tidak hanya keramas dan potong rambut, tapi merawat kulit rambut bermasalah seperti ketombe, rambut lepek, kusam dan rontok. Siapapun bisa dirawat disana, tidak hanya bagi perempuan yang ingin mengubah penampiran dan kesehatan rambutnya. Laki-laki yang mengalami kebotakan bisa melakukan perawatan dengan menggunakan Rosemary Treatment. 



Di dalam ruangan Lineation Salon.
Foto: Ima


Kesalahan Memperlakukan Rambut

Buat perempuan yang menggunakan kerudung, seperti saya, kerap bermasalah dengan rontok. Bisa jadi karena kurang memperhatikan cara memperlakukan rambut. Apalagi sekarang ini banyak radikal bebas berkeliaran mulai dari udara, situasi sosial yang menekan, hingga beragam makanan yang bisa mempengaruhi daya tahan tubuh. Kondisi ini kerap mengganggu kecerahan kulit muka dan kondisi rambut.

Mungkin selama ini, rambut saya suka sedih karena kurang diperhatikan. Mentang-mentang di kerudung, jadi memperlakukan rambut pun biasa saja. Paling cukup menggunakan shampoo lalu sesekali pakai vitamin rambut sachetan. Kalau dipikir-pikir kasian sekali rambut saya, lebih mengerikan lagi ketika rambut mulai semakin menipis dan jarang.


Ini dia kesalahan dalam memperlakukan rambut sehingga rambut saya rontok dan berketombe. Diantaranya:

1. Suka mengikat rambut kuat-kuat.

2. Menggunakan kerudung dalam keadaan rambut masih basah.

3. Tidak pernah mencuci rambut dan menggunakannya berkali-kali.

4. Gonta ganti jenis shampoo.

5. Faktor dari dalam, yaitu stress.

Paling sesekali pergi ke salon untuk potong rambut, sekalinya ingin di creambath pemilik salonnya menolak saya melakukan itu karena dia takut rambut saya makin rontok. Jadi penangannya pakai tonik rambut yang wanginya agak menyengat.



Program Pengobatan Rambut
Saya pun bertekad, ingin membuat rambut lebih cantik dan sehat. Banyak cara untuk mengatasi rambut rontok, mulai cara tradisional hingga pengobatan medis. Mengingat kondisi rambut saya bermasalah mulai dari gatal-gatal, ketombe dan rambut rontok, jadi saya memutuskan untuk ikut program Rosemary Hair Treatment di Lineation Salon. Caranya, saya cukup datang ke Lineation Salon selama 4x pertemuan setiap 7 hari sekali. Perawatan sehari-hari cukup menggunakan Rosemary Shampoo dan Rosemary Tonic sambil kulit kepalanya agak dipijit. 




Rupanya shampoo dan tonik Rosemary ini hasil racikan dr. David sebagai pemilik Lineation clinic dan salon. Kalau kamu pernah dengar DF Clinic, nah Lineation ini nama dan konsep baru dari DF Clinic. Semua pelayanannya masih sama, hanya saja sekarang bertambah yaitu ada pengobatan untuk kulit kepala dan rambut.

Saya terapi pengobatan rambut mulai hari Minggu pagi tanggal 18 Nopember 2018. Untuk mengikuti terapi ini, prosesnya cukup lama 1,5 jam – 2 jam. Jadi kalau mau mengikuti proses ini sediakan waktu yang cukup. Buat kita yang berkerudung tidak perlu khawatir masalah tempat, karena ada ruang tertutup dan nyaman begitu kita buka kerudung dan menggunakan kain kemben. Lho, ko sampai harus lepas baju? Soalnya kita engga cuma di keramas tapi bakal di pijat punggung dan tangan yang bikin badan lebih rileks.

Nah, ini urutan Rosemary Hair Treatment :

Pertama keramas rambut dengan disiram air hangat. Tujuannya untuk membuka pori-pori kulit kepala agar obatnya bisa masuk dengan sempurna.

Kedua rambut kita diberi shampo sambil agak dipijit dan dibiarkan selama 5 menit. Tujuannya sama, agar kandungan yang ada di shampoo lebih menyerap.

Ketiga setelah dibasuh dengan air hangat dan dibalut dengan kain handuk. Rambut disisir rapi lalu dilanjut dengan disisir dengan alat sisir yang beraliran listrik. Rasanya lucu tapi agak ngeri juga.

Keempat kulit kepala lalu dibubuhi serum, helai-helai rambutnya diberi cream, dibalut dengan kain lalu di steamer. Steamer ini semacam alat buat menghangatkan kepala.

Kelima setelah di steamer, punggung dan kedua tangan dipijat. Badan semakin rileks dan mata pun mengantuk. Disini saya mulai mengatur nafas agar otot-otot badan juga bisa diajak kerjasama untuk releks. Terus, ngantuk, trus pengen tidur. Tapi...

Keenam saya diajak keramas lagi, membersihkan cream yang tadi di oles ke batang rambut.

Ketujuh kulit kepala diberi Rosemary Tonic, agak dipijat-pijat sedikit lalu di keringkan dengan hair dryer. Ini bagian yang bikin saya takjub, rambut saya jadi keren dan ringan.

Kedelapan sehari-hari mengggunakan Rosemary Shampoo dan Tonic setiap 2 hari sekali.

Dengan keadaan rambut wangi dan segar, badan rasanya enak banget dan maunya duduk-duduk di sofa salon yang nyaman dan tiduran. Tapi engga gitu juga, saya harus melanjutkan aktifitas harian.

Treatment pertemuan pertama dan kedua prosesnya sama. Selama seminggu keramas dan menggunakan tonik rambut di rumah, hasilnya sudah mulai terasa. Kondisi rambut lebih berkilauan, terasa ringan dan wangi. Tidak ada rambut yang berguguran seperti biasa, paling selembar dua lembar setiap habis sisiran.

Shampoo Rosemary.
Foto: Ima

Seminggu Kemudian

Biasanya rambut saya suka mudah kusut, berminyak dan kulit kepalanya agak berbau kalau sehari saja tidak keramas. Sekarang dalam dua hari tidak keramas, kondisi rambut masih terasa lembut dan wangi.

Karena rambut jatuhnya jadi nyaman, saya jadi mulai mengurangi intensitas kebiasaan ikat rambut selama di rumah maupun ketika keluar rumah ketika harus memakai kerudung. Kebiasaan saya garuk-garuk kepala dan mencepol rambut mulai berkurang. Mulai suka membiarkan rambut menjuntai di atas bahu dan punggung. Bahkan konsentrasi saya dalam beraktifitas menjadi lebih tinggi karena tidak terganggu oleh masalah gatal kulit kepala lagi.

Salah satu cara mensyukuri nikmat hidup yaitu dengan menjaga kesehatan dan kebersihan tubuh. Seringkali menjaga kesehatan ini sering diabaikan, padahal kalau kondisi badan kita segar dan bugar akan berpengaruh banyak terhadap semangat hidup dan rasa percaya diri. Kebugaran dan stamina tubuh perlu diperhatikan agar aktivitas kita lebih produktif. Untuk beberapa orang, menjaga kesehatan itu berkesan merepotkan. Tapi kalau dilakukan terus menerus, lama-lama kita akan terbiasa dan tubuh pun lama kelamaan akan terasa bedanya.


Lineation Salon
Jl. Leumah Nendeut No. 10 Bandung
Sukawana, Sukajadi, Bandung, Jawa Barat 40164

Waktu buka: 09.00 - 17.00 WIB
Datang harus sesuai perjanjian/whatsapp ke nomor:  081218063298

Setiap shalat shubuh, beberapa para laki-laki sudah berkumpul di sudut Masjid Nurul Huda. Dengan segelas kopi panas, beragam gorengan yang masih hangat khas Warung Kopi Ace yang ada di Terminal Ledeng. Berdialog ringan tentang harapan meningkatkan kondisi lingkungan masyarakat yang lebih baik dengan membaca beragam potensi yang ada. Dari beberapa obrolan ringan itu tumbuh ide membuat mural di sepanjang gang, dinding masjid dan bebenah jalan. Dasar pemikiran ini hadir karena DKM (Dewan Kemakmuran Masjid) ingin menjadikan keberadaan masjid tidak hanya menyelenggarakan aktifitas keagamaan, tapi aplikasi nyata dalam bentuk menciptakan lingkungan yang lebih baik. 

Gerakan dimulai dari membuat mural di lingkungan masjid mendapat respons baik dari masyarakat dan berdampak pada hubungan sosial yang lebih menarik. Satu persatu warga ikut serta membersihkan jalan, ikut serta mencat dinding sampai beres. Pendekatan kesenian ini tidak hanya membuat lingkungan menjadi lebih cerah, tetapi sekarang masyarakat tergerak aktif dalam menjalankan program-program masjid. Salah satu contoh gerakan kecil di lingkungan masyarakat Ledeng ini rupanya menjadi inspirasi buat beberapa lapisan masyarakat lain. 


Apresiasi dan kreativitas anak muda ini tidak hanya mural, tapi beragam gerakan yang dilakukan oleh anak-anak muda yang mendalami bidang visual dan desain. Sehingga mereka kerap mengolah koten dan produktif membuat karya dengan memanfaatkan media online yang ada. Seperti Youtube dan medsos. Sehingga masyarakat mempunyai alternatif hiburan, pengetahuan dengan mencari konten-konten positif yang meramaikan jagat dunia maya. Pertumbuhan dan kreativitas anak muda ini semakin masif dan membumi. 





Kreativitas anak muda itu seperti tidak terbatas dan selalu berenergi. Mereka bisa memberi setiap ruang lebih hidup dan terjadi banyak perubahan lebih baik terhadap berbagai unsur sosial. Situasi ini ditangkap oleh berbagai pemimpin dunia, salah satunya Bung Karno pernah mengatakan:

“Beri aku 10 pemuda, maka akan ku guncang dunia.” 

Energi pemuda yang berpengetahuan selalu kritis, tajam dan mempunyai keberanian lebih untuk menyalurkan energinya ke suatu karya dan melakukan gerakan-gerakan positif bagi lingkungannya. Sehingga potensi pemuda itu bisa beragam kemungkinan:

1. Kreator

Kreator ini adalah anak muda yang kerap menciptakan karya dan konten tertentu dan memberi efek dan menstimulasi berbagai perubahan. Seperti blogger, start up, penulis buku, pembuat mesin, dll.

2. Peduli

Mereka yang kerap melakukan gerakan peduli sosial. Seperti: pengelolan yayasan anak yatim, pengelola yayasan lingkungan hidup, dll.

3. Orang biasa

Orang-orang yang bertujuan bekerja di lembaga swasta atau pemerintahan untuk tujuan menjadikan kehidupan lebih baik.

4. Pahlawan

Mereka yang ingin membantu kehidupan lingkungan keluarganya lebih baik dengan bidang yang ia bisa, seperti: atlet, tim sar, dll.

5. Cendekiawan

Kelompok orang yang senang belajar dan selalu studi dengan mengasah diri di dunia pendidikan. Seperti: guru, dosen, ustadz, kyai, dll.

6. Eksplorer

Kelompok orang yang punya apresiasi lebih terhadap alam dan senang melakukan banyak perajalanan. Seperti: traveler, pecinta alam, dll. 





Kalau kita mampu menangkap masalah yang ada di masyarakat pasti ada jalan untuk meramu jalan keluarnya. Setiap orang bisa menjadi kreator dan menjalankan berbagai misinya dan menyebarkan gerakannya ke dalam media sosial. Masyarakat leluasa dan kreativitasnya tersalurkan dalam berbagai media.

Celah untuk melakukan kegiatan yang bisa membuat lingkungan lebih baik itu tidak melulu jadi seniman mural, pecinta alam, dokter, musisi, dll. Semua bidang studi yang kita suka bisa menjadi alat untuk mewujudkan media kita untuk berkarya, berdaya dan bermanfaat bagi lingkungan.

“Lakukan dan tekuni terus bidang yang kamu lakukan sekarang, jangan pernah berhenti.”

Karena setiap orang bisa berkontribusi apapun bentuknya, baik dalam bentuk karya film, musik, vlog, youtuber, blogger, dokter, seniman tradisi. Semua ini satu persatu bermunculan dan menjadi kekuaatan sendiri bagi negara.

Banyak faktor yang membuat kreativitas masyarakat dapat terwujud, mulai dari lingkaran pertama yaitu keluarga. Lingkaran kedua yaitu lingkungan pertemanan dan lingkaran ketiga yaitu pemerintah. Semua ini membuka berbagai peluang kreatifitas itu terwujud dan memberi dampak luas. Tapi yang pealing utama yaitu keinginan diri untuk membuka dan mengasah diri dan menangkap berbagai peluang untuk berkarya. 





Bisa jadi semua ini bermula dari dunia pendidikan yang memfasilitasi berbagai bidang yang menjadi apresiasi masyarakat. Bayangkan sekitar tahun 1990-an, belum ada universitas yang mengajarkan DKV (Desain Komunikasi Visual), perfileman, penulisan, kriya dan bidang lainnya. Bahkan kalaupun ada jurusan seni rupa, teater dan seni musik, kurang diperhatikan dan dianggap tidak penting oleh pemerintahan pada zaman itu. Sehingga beberapa kalangan masyarakat Indonesia yang beruntung secara ekonomi, mencari ilmunya harus ke luar negeri.

Dengan meningkatnya informasi Tak sedikit para seniman rupa, teater yang kerap melakukan pameran lukisan, pertunjukan teater, pertunjukan wayang golek di luar negeri.

Sekarang ini saya menangkap banyak sekali kemajuan fasilitas dalam berbagai bidang. Orang-orang bisa mendapatkan ilmu dan belajar apapun dari konten internet. Baik dari para kreator yang kerap membagikan informasinya di website, YouTube, media sosial yang dikemas dengan cara yang unik dan mudah dicerna oleh berbagai kalangan.

Kemajuan yang kita lihat sekarang, mulai dari interet dan perkembangan dari media ini dalam bentuk bermunculannya aplikasi yang mampu memfasilitasi kebutuhan masarakat. Mulai dari kebutuhan transportasi online, jual beli online (e-commerse), pelatihan online, jejaring komunitas blogger yang saling berbagi ilmu, informasi beasiswa, dan pertumbuhan-pertumbuhan yang diakibatkan oleh gerakan online lainnya yang berakibat masif.

Dengan meluasnya pengetahuan dan wawasan masyarakat sekarang ini, membuka siapapun yang mempunyai potensi masyarakat berlaku kreatif.

Selamat berkarya dan kembangkan potensimu.




"Tulisan ini ikut serta dalam acara Flash Blogging 2018: 4 Tahun Indonesia Kreatif 
yang dilaksanakan oleh Kominfo di Ara Duta Bandung 23 Nopember 2018"


“Mama, aku mau bikin tank baja.”

“Lho, emang bisa?”

“Iya, aku lihat tadi di YouTube. Kita butuh kardus, Ma!”

“Oke, nanti kita cari bahan-bahannya.”



Kejutan lihat reaksi Aden begitu bersemangat membuat mainan tank baja dari bahan kardus, rupanya dia lihat cara-caranya dari YouTube. Akhirnya dia ribut cari dus bekas, gunting, cutter, lem, jangka kecil sebagai bahan dasar yang dipakai membuat tank baja kardus. Seneng banget deh lihat dia bersemangat. 




Awalnya saya agak was was kalau anak-anak saya mulai pinjem handphone buat lihat YouTube dan dowload aplikasi game. Banyak aturan yang akhirnya saya dan suami lakukan agar tidak melihat sesuatu yang belum waktunya. Mulai dari setting +7, waktu pemakaian, sampai diimbangi dengan aktivitas fisik dan skill harian. Punya anak kecil di zaman sekarang perhatiannya harus extra. Meskipun saya juga sering banget melakukan banyak kelalaian dan kesalahan mendidik mereka. 


Tadinya saya engga suka kalau anak-anak lihat perang-perangan di YouTube. Tapi apa yang mereka lihat secara visual ini rupanya menstimulus mereka dalam aktivitas menggambar. Meskipun gambarnya seputar tank baja dengan berbagai bentuknya. Sekarang pun jadi gemar membuat 4 dimensi, ya, mainan itu. Garis kesana, garis kesini, gunting, lem, aktivitas harian jadi menyenangkan dan membuat rumah cukup berantakan. Hehe... gapapa, yang penting mereka mau melakukan sesuatu dan belajar merapikan bersama-sama.

Kami pada akhirnya melihat sisi manfaatnya, kebutuhan mendapatkan konten dari YouTube dengan tujuan meng-upgrade diri tidak bisa dilepaskan. Selain untuk hiburan tentu banyak informasi yang diperoleh dari media visual ini. Media visual seperti YouTube maupun Iflix memberikan banyak manfaat asal kita bisa memilah konten positif dan dapat menstimulasi kita untuk berkarya.

Di YouTube banyak sekali konten positif sebagai sumber inspirasi dan bisa diaplikasikan dalam kegiatan sehari-hari. Efeknya orang-orang kreatif bermunculan setiap hari untuk mengelola chanel sendiri. Menarik sekali. Mulai dari informasi traveling, konten dakwah, how to (masak, menggambar, kriya, mekanik, desain), pola hidup sehat, liputan acara berbagai bidang yang kita butuhkan dan beragam lainnya. Dengan adanya fasilitas internet, kita seperti berada di lautan ilmu yang maha luas.

Masyarakat semakin membutuhkan media internet untuk berbagai kebutuhan. Sebagai pengisi konten maupun pengonsumsi konten. Kebutuhan internet menjadi bagian penting dan tidak bisa dilepaskan. Kreativitas dan percepatan dalam bergerak banyak dibantu oleh fasilitas internet. Masyarakat semakin memburu provider dengan koneksi yang punya kapasitas tinggi, lancar dan hemat.

Peluang ini ditangkap oleh Advan untuk memfasilitasi kebutuhan masyarakat yang semakin kreatif dan produktif dengan mengeluarkan model Advan S50 4G Cek spesifikasi lengkapnya.

Kode 4G ini menandakan Advan S50 menyediakan paket internet IM3 Ooredoo dengan kecepatan 4G dan free pengunaan YouTube selama setahun penuh. Produk bundling yang dilakukan Advan dan IM3 Ooredoo menjadi kesempatan menarik buat pengisi konten dan pencari konten di YouTube. 




Kalau berdasarkan kebutuhan produktifitas dan pengasahan referensi, fasilitas yang dikeluarkan Advan S50 ini memenuhi kebutuhan para kreator kecil hingga dewasa. Menariknya lagi dari sisi harga, internet senilai Rp 400.000 sudah termasuk harga smartphone. Kita cukup mengisi pulsa IM3 Ooredoo Rp 25.000 setiap bulannya agar paket YouTube Unlimited selama setahun bisa bertahan. Pulsa yang sudah ada pun tidak akan terpotong selama paket sudah ada.

Siapapun senang dengan fasilitas internet, termasuk saya yang sekarang senang memilihkan konten how to. Seperti cara menggambar dinosaurus, bermain huruf, membuat maskan yang praktis, kisah-kisah nabi dan rasul. Tak hanya anak-anak, Ibu saya pun jadi ikut senang kalau saya putarkan konten keagamaan setiap subuh dan malam sambil ngemil. Sekalipun di televisi suka ada program ceramah, tapi di YouTube kita bisa memilihkan tema yang dibutuhkan Ibu.

Kemudahan yang diberikan oleh Advan S50 memberi efek yang baik bagi keluarga saya. Dalam keluarga saya yang terdiri dari berbagai generasi, tentu kebutuhan masing-masing berbeda. Dengan fasilitas dan pelayanan yang diberikan oleh Advan S50 dan IM3 Ooreedoo bermanfaat sekali untuk pergerakan sosial di dalam rumah tangga. Internet menjadi salah satu bagian penting untuk mengoptimalkan perubahan ke arah kebaikan, baik dari sisi pengasahan diri hingga memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.


Kemudahan dan Resiko Fintech

Hari Selasa lalu tanggal 13 November 2018, saya dan teman-teman media mendapat sosialisasi program Financial Technology Peer to Peer Landing di acara Ngobrol @Tempo. Program pinjam kredit dalam bentuk aplikasi yang dapat diunduh di Google Play ini sedang marak di tengah masyarakat. Upaya ini bagian dari solusi untuk memenuhi kebutuhan keuangan masyarakat. Hanya saja ada yang perlu diperhatikan sebelum kita ambil keputusan meminjam uang ke fintech. 

Ngobrol Tempo menghadirkan 
pelaku fintech dan OJK.
Foto: Ima

Belakangan ini kalau kita nyalakan handphone, sesekali muncul iklan-iklan yang memberi pelayanan pinjam uang mudah dengan cara online. Aplikasi dengan layanan pinjam meminjam uang ini namanya fintech. Fintech artinya Financial Technologi, layanan jasa keuangan berbasis teknologi informasi. Rupanya fintech yang legal itu diawasi oleh lembaga bernama OJK (Otoritas Jasa Keuangan), agar masyarakat terlindungi dari fintech ilegal yang merugikan masyarakat.

Oh, ada ya, fintech ilegal? Karena maraknya perkembangan teknologi berbasis digital, fintech ini hadir sebagai sarana yang bisa memudahkan produktifitas masyarakan. Sekarang ini di Jawa Barat terdapat 48 juta jiwa yang melakukan wirausaha atau UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah). Seringkali mereka butuh modal tambahan untuk meningkatkan proses produksi dan meningkatkan penjualan. Tapi kalau pinjam ke Bank seringkali ada beberapa syarat yang tidak terpenuhi, seperti slip gaji dan jaminan fisik lainnya. Meskipun fintech bukan berarti menggantikan fungsi bank. 

Pinjam dana melalui teknologi digital.
Foto: Ima.

Tak hanya dana untuk menambah modal, kebutuhan masyarakat beragam. Seperti kebutuhan dana mendesak untuk biaya sekolah, biaya pengobatan, dan kebutuhan lainnya. Proses Fintech dalam mengajukan dana pinjaman ini bisa penuhi tanpa ribet. Sehingga fintech ini cukup membantu bagi masyarakat yang membutuhkan dana cepat.

Ada beberapa karakter di tengah masyarakat ketika sudah mendapatkan dana pinjaman. Ada yang benar-benar memanfaatkan dana pinjaman ini untuk menambah modal usaha. Sehingga sangat membantu si peminjam dalam melakukan perputaran usahanya dan bisa mengembalikan pinjaman dengan disiplin sampai akhirnya bisa berdiri sendiri.

Tapi sebaliknya, ada juga yang sudah menerima dana segar, biasanya suka “lupa” memanfaatkan dana itu untuk sesuatu yang produktif. Sehingga dana yang mestinya untuk menambah modal, malah digunakan untuk menyicil motor, beli barang-barang yang konsumtif, kurang perhitungan antara untuk mendanai kebutuhan dengan menyicil pengembalian dana pinjaman. Bahkan ada juga yang ‘nekat’ mengajukan pinjaman ke fintech tanpa tahu sumber penghasilan untuk mengembalikan dana pinjaman itu dari mana. Ini yang berbahaya, sehingga peminjam sering terlilit hutang sana sini.

Oleh karena itu, ada fintech ESTA yang tidak sertamerta memijamkan dananya. Tujuannya ingin membuat masyarakat tumbuh mandiri secara financial, sehingga flatform ESTA hanya meminjamkan dana pada perempuan di Indonesia timur dan melakukan pendampingan bagi peminjam untuk usaha. Dia melatih masyarakat mulai dari manajemen waktu, disiplin dan memberi solusi para ibu yang punya usaha. Alasannya sangat bagus, ingin meningatkan perekonomian rakyat, perempuan lebih mudah diarahkan dan disiplin dalam mengatur keuangan. Jika dalam proses pelatihan itu ada peserta datang terlambat, maka sudah dianggap dia tidak akan konsisten dalam mengembalikan dana pinjaman dan pengajuan dananya tidak akan dipenuhi. 

Kiri-Kanan: fintech ESTA dan OJK.
Foto: Ima

Namun rata-rata syarat pinjaman dana ke fintech ini mudah, membuat masyarakat tertarik meminjam uang ke layanan digital non bank. Syaratnya pengajuan pinjaman yaitu cukup menyediakan KTP, kartu keluarga, dan foto diri, maka dana pinjaman pun cepat cair. Karena dana pinjaman, jadi otomatis resikonya ada bunga yang menjadi beban peminjam. Karena syaratnya mudah, akhirnya banyak masyarakat memanfaatkan kesempatan ini.

Dengan adanya respons positif dari masyarakat semakin banyak bermunculan fintech, sehingga per Oktober 2018 terdapat 73 fintech yang berizin dan terdaftar. Berikut daftar fintech yang dipantau dan aman dimanfaatkan fungsinya oleh masyarakat:


Daftar fintech yang terdaftar di OJK.
Sumber di OJK.go.id

Kesempatan ini digunakan oleh orang-orang tertentu dengan menghadirkan fintech tanpa didaftarkan. Sampai sekarang OJK menemukan ada 200 fintech ilegal. Tak jarang masyarakat yang kurang mendapat informasi lengkap tentang fintech, mereka terjerat pada fintech ilegal. Di LBH sekarang ini banyak korban fintech ilegal yang mendapat kekerasan saat dilakukan penagihan. Mereka terlilit hutang sana sini karena masyarakat kurang bisa mengelola dana pinjaman ini dengan produktif dan hanya memanfaatkan fintech untuk gali lubang tutup lubang.

Satu sisi Fintech ini mudah dan membantu masyarakat yang betul-betul membutuhkan dan dimanfaatkan untuk dana berputar di dunia usaha. Tapi tak jarang masyarakat yang memanfaatkan dana pinjaman hanya untuk kebutuhan sehari-hari tanpa memikirkan proses perputaran dana maupun sumber dana untuk membayar pinjaman. Berikut pesan dari perwakilan OJK, Audi Ramzi:

“Jangan sekali-kali mencari pinjaman di luar data yang ada di OJK.” 

Karena mudah, masyarakat cenderung terburu-buru mengambil keputusan dan kurang memikirkan risikonya. Berikut yang harus diperhatikan masyarakat sebelum pinjam online di fintech:

1. Pastikan meminjam di perusahaan terdaftar/berizin di website OJK: OJK.go.id

2. Pinjam sesuai kebutuhan dan maximal 30% dari penghasilan.

3. Lunasi cicilan tepat waktu.

4. Jangan lakukan gali lubang dan tutup lubang.

5. Ketahui bunga dan denda pinjaman sebelum meminjam.

Sebagai informasi terdapat 73 jasa keuangan yang terdaftar di OJK, 47 fintech dalam proses pendaftaran dan 200 fintech ilegal yang ditemukan oleh OJK. Jangan sampai kita menjadi korban fintech ilegal karena kita sendiri nanti yang rugi. Okelah kita memang membutuhkan dana sekarang ini juga, tapi kitapun harus memilih fintech yang aman, menjadi solusi keungan kita bukanya menambah masalah dikemudian hari. 

Beberapa pertanyaan disampaikan oleh peserta.
Foto: Ima.

Efek dari kesalahan dalam memilih fintech menambah beban bagi peminjam karena seringkali bunga pinjaman dan biaya administrasi tidak masuk akal. Tapi peminjam pun seringkali bersetuju dan kurang hati-hati dalam memilih fintech karena menemukan peluang dana cepat. Sehingga muncul kasus-kasus seperti dibawah ini:

1. LBH Jakarta menerima banyak pengaduan masyarakat yang terjerat utang pada fintech pinjam meminjam.

2. Bunga tinggi, perlakuan kasar.

3. Fintech harus berbadan hukum dan berizin di OJK.

4. Saat ini, bunga pinjaman fintech berkisar antara 0,9% sampai 30%

5. Kominfo blokir 669 fintech ilegal dan investasi bodong

Oleh karena ini, sosialisasi seperti ini menjadi salah satu cara yang tepat untuk menengahi persoalan yang marak di masyarakat akibat fintech. Karena fintech sendiri punya sistem dan solusi yang baik untuk membantu masyarakat. Hanya saja, kita sebagai masyarakat yang mau mengambil kesempatan fungsi fintech, harus lebih hati-hati, cari fintech yang aman dan memperhitungkan masak-masak. Sehingga dana yang kita peroleh dari fintech terasa manfaatnya dan dikebalikan sesuai perhitungan. 


Foto: Dedew

Rencana masak untuk makan malam ini yaitu oseng sayur dan ayam teriyaki. Sengaja bikin yang simple dan cepat biar praktis tapi enak. Biasanya, saya sudah merendam ayam pilet yang sudah dipotong memanjang dengan Saori saus teriyaki lalu disimpan dulu di kulkas. Jadi begitu waktunya makan malam tinggal panaskan wajan, masukan minyak sedikit lalu masak rendaman ayam sampai matang. Sementara menunggu ayam teriyaki matang, saya potong-potong sayur, irisan bawang digoreng sampai harum baru masukan potongan sayur. Agar rasa sayurnya terasa lebih enak, saya tambahkan Saori saus tiram. Udah deh sempurna makan malam ini.

Sehari-hari berkutat di dapur untuk memenuhi gizi tubuh keluarga, akhirnya saya bisa bersentuhan langsung dengan tempat proses produksi penyedap rasa yang membuat masakan disukai keluarga. Kami datang ke tempat memproduksi Saori, Masako dan Sajiku di Pabrik kedua Ajinomoto di Karawang. Menyenangkan sekali, disana kami mendapat wawasan proses produksi yang panjang, teliti, tertib, disiplin dan lingkunganya bersih terawat. Selain itu saya belajar banyak dari pemilik dan pengelola Ajinomoto tentang dedikasi dan konsistensi dalam mengelola usahanya sehinga bertahan berpuluh-puluh tahun di Indonesia.

Suasana di pabrik Ajinomoto. Foto: Ima

Tiba di Pabrik Ajinomoto

Perjalanan dari Bandung ke Karawang cukup ditempuh 2 jam, jalanan lancar melalui jalan tol Cikampek. Karawang dikenal sebagai daerah industri, disana juga pabrik Ajinomoto berdiri. Begitu masuk ke wilayah pabrik, kiri kanan pepohonan, rerumputan menghampar asri. Begitu keluar dari bis, wangi khas penyedap rasa menyebar disekeliling halaman. Seperti wangi cream soup hangat dengan potongan daging ayam dan jamur.

Lalu rombongan diajak berkumpul ruangan yang cukup luas, dipenuhi meja memanjang berwarna putih dan menyusun kursi-kursi plastik berwana merah. Rupanya tempat yang kami masuki merupakan kantin, tempat para karyawan mendapat jatah makan yang kebersihannya sangat terjaga. Sambil menunggu peserta berkumpul dan istirahat sejenak, kami dibagi pastri dingin dengan isian cream. Saya baru mencicipi pastri dingin dengan rasa yang enak. Cocok sekali kalau dimakannya dengan coffe latte. Rupanya Ajinomoto memproduksi pastri dingin dan distribusinya masih seputar Karawang. Ini pengalaman pertama saya makan pastri dingin, sambil berbincang ringan tentang pastri dan wangi cream soup di halaman pabrik.

Pastri dingin produksi Ajinomoto.
Foto: Ima


Mungkin karena perusahaan Jepang, acara dimulai sesuai jadwal. Kepala bagian marketing Ajinomoto menerangkan tujuan kami diajak ke pabrik yaitu untuk mengenalkan proses produksi mereka dan melihat-lihat kondisi di dalam pabrik. Namun sebelum keliling, kami diberi gambaran besar tentang komposisi bangunan, fasilitas, aturan yang berlaku bagi karyawan, personal movement, rotasi seragam hingga fasilitas kerja di pabrik yang harmoni.

Berlaku bagi semua pengunjung, sebelum keliling pabrik, kami diberi pengarahan keselamatan kalau terjadi bencana saat berada di dalam pabrik, seperti gempa atau kejadian lainnya. Penjelasannya menarik perhatian semua pengunjung, karena menyangkut keselamatan kami selama di pabrik. 


Berkeliling Pabrik Saori, Masako dan Sajiku

Begitu keluar pabrik, lagi-lagi wangi cream soup menggoda selera makan saya. Wangi. Saya jadi membayangkan bagaimana proses para pemilik pabrik Ajinomoto ini pertama kali hadir di Indonesia berpuluh tahun silam. Kini area pabrik begitu luas dan besar lengkap dengan fasilitas pedestrian. Membuat hati berdecak kagum, ada 3 pabrik yang dikelola disini, pabrik Saori, Masako dan Sajiku.

Di pintu keluar kantin terdapat masjid dengan ukuran yang cukup besar dan bisa memfasilitasi kebutuhan beribadah para karyawan disini. Ruangannya bersih, nyaman dan tentu bisa membuat karyawan lebih tenang beribadah. 

Masjid di lingkungan pabrik.
Foto: Ima


Menuju semua pabrik itu, kami melewati green area. Di sana ada pendopo dan tempat khusus bagi perokok. Lingkungan yang seimbang untuk memenuhi kebutuhan karyawan ditengah tanggung jawabnya memenuhi pekerjaan. Tempat merokok desainnya lucu, atapnya warna kuning dan tersedia kursi dan asbak. Meski tidak besar, tapi cukup untuk menikmati sebatang rokok. 

Tempat merokok untuk karyawan.
Foto: Ima

Dari green area ternyata kami harus naik tangga, menyusuri lorong diketinggian 4 meter dari tanah, jadi kami bisa melihat pemandangan dari atas. Lantai bersih dan atap bersih terawat, suasana pabrik yang dalam bayangan saya banyak orang dan berisik sama sekali tidak ada. Rombongan diajak ke pintu masuk pembuatan produk Saori. Nah, ini penyedap rasa kesukaan saya, membuat masakan sederhana jadi enak.

Seorang pemandu dari Saori menjelaskan proses pembuatan Saori dengan bantuan infograpik yang unik. Suasana jadi menyenangkan, karena display-display mockup yang menggambarkan hasil karya masakan yang menggunakan Saori. Seperti kwetiau, capcay, oseng kangkung, dan beragam makanan lainnya. Kami seperti dibawa ke museum makanan karena terdapat mockup makanan disusun sedemikian rupa membuat kami betah berfoto-foto. 



Di infografis ini, digambarkan seorang laki-laki dengan menggunakan pakaian tradisional Jepang melakukan langkah-langkah produksi. Mulai dari persiapan, pengadukan, pemanasan, pendinginan, penangkap logam dan penyaringan, pengemasan, terakhir pengepakan.

Puas mendapat penjelasan, kami diperbolehkan untuk berfoto tapi pengunjung tidak diperbolehkan mengambil foto ruang produksi. Jadi kami hanya boleh memotret ruangan display-display mockup di beberapa sudut ruangan. Sekarang saya mengerti, kenapa jalan menuju pabrik harus naik tangga dan menelusuri lorong seperti jembatan penyebrangan. Rupanya, ruang produksi itu ada di bawah yang membutuhkan space yang luas dan tinggi. Lalu pengunjung disediakan tempat untuk melihat-lihat diatas ruangan tersebut. Saya jadi ingat petualangan Charlie yang punya kesempatan berkunjung ke pabrik coklat di film Charlie and The Chocolate Factory. 



Rombongan jalan kaki menelusuri jembatan panjang menuju ruang produksi Masako. Unik deh di pabrik ini, ada mockup bahan baku Masako dan alat-alat produksi dalam bentuk mini. Jadi kita pengunjung ngerasa dapat edukasi proses produksi dengan cara menyenangkan. Rupanya bahan baku Masako itu menggunakan daging ayam dan daging sapi asli. Mereka bekerjasama dengan tenant-tenant daging ayam dan sapi.

Seperti pabrik sebelumnya, kami tidak boleh memotret ruang produksi tapi hanya boleh melihat dan bertanya tentang beragam hal yang berkaitan dengan pegawai, mesin-mesin, pola kerja.

Tak kalah menarik dengan pabrik Saori, di pabrik Masako ada mockup dapur rumahan versi tradisional dan modern. Memberi gambaran bahwa Masako menjadi bahan baku yang dibutuhkan oleh semua dapur keluarga. Kami boleh merespons semua display dan menjadi tempat foto yang unik. Di ruangan ini kita diajak masuk ke lorong imajinasi dunia makanan. 



Nah, satu lagi kami keluar pabrik Masako menuju pabrik Sajiku. Disana display pabriknya lucu sekali, ada dapur lengkap dengan katel berisi nasi goreng yang sedang dimasak. Kita bisa merespons tampilan dapur, gerobak isi beragam produk Sajiku, sebagai bentuk presentasi perusahaan terhadap pengunjung. 





Tentang Disiplin Pabrik

Secara keseluruhan pabrik Ajinomoto sangat terawat dan punya sistem kerja yang mengarahkan pegawai bertanggung jawab dan disiplin. Selain aturan waktu, ada pola yang harus dilakukan karywan yang mau masuk ke ruang operasional, yaitu ganti alas kaki, ganti baju dan sepatu operasional, cuci tangan, pass through air shower, beres semua baru boleh masuk ruang operasional.

Selama 7 hari kerja, ada rotasi seragam yang harus dipakai oleh seluruh karywan. Setiap Senin-Selasa memakai seragam putih, setiap hari Rabu-Kamis memakan baju warna hijau dan setiap hari Jumat-Minggu menggunakan seragam warna kuning.

Tak hanya di ruang operasional, sistem ruang sangat terjaga. Saya menemukan dua washtafel di setiap pintu masuk menuju kantin lengkap dengan sabun cuci tangan, tisue dan pengering tangan. Lalu ada pass box, double auto shutter door, insect killer lamp dan insect trapp. Kebersihan benar-benar diperhatikan tak hanya di ruangan pabrik tapi lingkungan sekitarnya. 



Masih di kantin, semua pegawai mengambil piring, mangkuk, gelas yang sudah disediakan makanan, mereka tinggal ambil nasi dan mengisi air minum sendiri. Minumnya ada 3 pilihan, teh tawar, teh manis dingin dan air mineral. Setiap pegawai juga tamu yang selesai makan, menyimpan sendiri semua peralatan di wash room. Tidak hanya menyimpan peralatan, kami harus membuang sisa makanan dan minuman ke tempat yang sudah disediakan. Sehingga semua fasilitas pabrik terjaga kebersihannya.

Saya sangat terkesan setelah keliling dan mengenal lebih dekat dengan ruang produksi penyedap rasa yang selama ini familiar digunakan sehari-hari oleh keluarga. Pabrik yang luas, peduli lingkungan, bersih, sistem operasional terjaga tentu akan menghasilkan hasil produk yang berkualitas dan aman dikonsumsi oleh masyarakat. Selamat memasaaak!