Kemudahan dan Resiko Fintech

Hari Selasa lalu tanggal 13 November 2018, saya dan teman-teman media mendapat sosialisasi program Financial Technology Peer to Peer Landing di acara Ngobrol @Tempo. Program pinjam kredit dalam bentuk aplikasi yang dapat diunduh di Google Play ini sedang marak di tengah masyarakat. Upaya ini bagian dari solusi untuk memenuhi kebutuhan keuangan masyarakat. Hanya saja ada yang perlu diperhatikan sebelum kita ambil keputusan meminjam uang ke fintech. 

Ngobrol Tempo menghadirkan 
pelaku fintech dan OJK.
Foto: Ima

Belakangan ini kalau kita nyalakan handphone, sesekali muncul iklan-iklan yang memberi pelayanan pinjam uang mudah dengan cara online. Aplikasi dengan layanan pinjam meminjam uang ini namanya fintech. Fintech artinya Financial Technologi, layanan jasa keuangan berbasis teknologi informasi. Rupanya fintech yang legal itu diawasi oleh lembaga bernama OJK (Otoritas Jasa Keuangan), agar masyarakat terlindungi dari fintech ilegal yang merugikan masyarakat.

Oh, ada ya, fintech ilegal? Karena maraknya perkembangan teknologi berbasis digital, fintech ini hadir sebagai sarana yang bisa memudahkan produktifitas masyarakan. Sekarang ini di Jawa Barat terdapat 48 juta jiwa yang melakukan wirausaha atau UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah). Seringkali mereka butuh modal tambahan untuk meningkatkan proses produksi dan meningkatkan penjualan. Tapi kalau pinjam ke Bank seringkali ada beberapa syarat yang tidak terpenuhi, seperti slip gaji dan jaminan fisik lainnya. Meskipun fintech bukan berarti menggantikan fungsi bank. 

Pinjam dana melalui teknologi digital.
Foto: Ima.

Tak hanya dana untuk menambah modal, kebutuhan masyarakat beragam. Seperti kebutuhan dana mendesak untuk biaya sekolah, biaya pengobatan, dan kebutuhan lainnya. Proses Fintech dalam mengajukan dana pinjaman ini bisa penuhi tanpa ribet. Sehingga fintech ini cukup membantu bagi masyarakat yang membutuhkan dana cepat.

Ada beberapa karakter di tengah masyarakat ketika sudah mendapatkan dana pinjaman. Ada yang benar-benar memanfaatkan dana pinjaman ini untuk menambah modal usaha. Sehingga sangat membantu si peminjam dalam melakukan perputaran usahanya dan bisa mengembalikan pinjaman dengan disiplin sampai akhirnya bisa berdiri sendiri.

Tapi sebaliknya, ada juga yang sudah menerima dana segar, biasanya suka “lupa” memanfaatkan dana itu untuk sesuatu yang produktif. Sehingga dana yang mestinya untuk menambah modal, malah digunakan untuk menyicil motor, beli barang-barang yang konsumtif, kurang perhitungan antara untuk mendanai kebutuhan dengan menyicil pengembalian dana pinjaman. Bahkan ada juga yang ‘nekat’ mengajukan pinjaman ke fintech tanpa tahu sumber penghasilan untuk mengembalikan dana pinjaman itu dari mana. Ini yang berbahaya, sehingga peminjam sering terlilit hutang sana sini.

Oleh karena itu, ada fintech ESTA yang tidak sertamerta memijamkan dananya. Tujuannya ingin membuat masyarakat tumbuh mandiri secara financial, sehingga flatform ESTA hanya meminjamkan dana pada perempuan di Indonesia timur dan melakukan pendampingan bagi peminjam untuk usaha. Dia melatih masyarakat mulai dari manajemen waktu, disiplin dan memberi solusi para ibu yang punya usaha. Alasannya sangat bagus, ingin meningatkan perekonomian rakyat, perempuan lebih mudah diarahkan dan disiplin dalam mengatur keuangan. Jika dalam proses pelatihan itu ada peserta datang terlambat, maka sudah dianggap dia tidak akan konsisten dalam mengembalikan dana pinjaman dan pengajuan dananya tidak akan dipenuhi. 

Kiri-Kanan: fintech ESTA dan OJK.
Foto: Ima

Namun rata-rata syarat pinjaman dana ke fintech ini mudah, membuat masyarakat tertarik meminjam uang ke layanan digital non bank. Syaratnya pengajuan pinjaman yaitu cukup menyediakan KTP, kartu keluarga, dan foto diri, maka dana pinjaman pun cepat cair. Karena dana pinjaman, jadi otomatis resikonya ada bunga yang menjadi beban peminjam. Karena syaratnya mudah, akhirnya banyak masyarakat memanfaatkan kesempatan ini.

Dengan adanya respons positif dari masyarakat semakin banyak bermunculan fintech, sehingga per Oktober 2018 terdapat 73 fintech yang berizin dan terdaftar. Berikut daftar fintech yang dipantau dan aman dimanfaatkan fungsinya oleh masyarakat:


Daftar fintech yang terdaftar di OJK.
Sumber di OJK.go.id

Kesempatan ini digunakan oleh orang-orang tertentu dengan menghadirkan fintech tanpa didaftarkan. Sampai sekarang OJK menemukan ada 200 fintech ilegal. Tak jarang masyarakat yang kurang mendapat informasi lengkap tentang fintech, mereka terjerat pada fintech ilegal. Di LBH sekarang ini banyak korban fintech ilegal yang mendapat kekerasan saat dilakukan penagihan. Mereka terlilit hutang sana sini karena masyarakat kurang bisa mengelola dana pinjaman ini dengan produktif dan hanya memanfaatkan fintech untuk gali lubang tutup lubang.

Satu sisi Fintech ini mudah dan membantu masyarakat yang betul-betul membutuhkan dan dimanfaatkan untuk dana berputar di dunia usaha. Tapi tak jarang masyarakat yang memanfaatkan dana pinjaman hanya untuk kebutuhan sehari-hari tanpa memikirkan proses perputaran dana maupun sumber dana untuk membayar pinjaman. Berikut pesan dari perwakilan OJK, Audi Ramzi:

“Jangan sekali-kali mencari pinjaman di luar data yang ada di OJK.” 

Karena mudah, masyarakat cenderung terburu-buru mengambil keputusan dan kurang memikirkan risikonya. Berikut yang harus diperhatikan masyarakat sebelum pinjam online di fintech:

1. Pastikan meminjam di perusahaan terdaftar/berizin di website OJK: OJK.go.id

2. Pinjam sesuai kebutuhan dan maximal 30% dari penghasilan.

3. Lunasi cicilan tepat waktu.

4. Jangan lakukan gali lubang dan tutup lubang.

5. Ketahui bunga dan denda pinjaman sebelum meminjam.

Sebagai informasi terdapat 73 jasa keuangan yang terdaftar di OJK, 47 fintech dalam proses pendaftaran dan 200 fintech ilegal yang ditemukan oleh OJK. Jangan sampai kita menjadi korban fintech ilegal karena kita sendiri nanti yang rugi. Okelah kita memang membutuhkan dana sekarang ini juga, tapi kitapun harus memilih fintech yang aman, menjadi solusi keungan kita bukanya menambah masalah dikemudian hari. 

Beberapa pertanyaan disampaikan oleh peserta.
Foto: Ima.

Efek dari kesalahan dalam memilih fintech menambah beban bagi peminjam karena seringkali bunga pinjaman dan biaya administrasi tidak masuk akal. Tapi peminjam pun seringkali bersetuju dan kurang hati-hati dalam memilih fintech karena menemukan peluang dana cepat. Sehingga muncul kasus-kasus seperti dibawah ini:

1. LBH Jakarta menerima banyak pengaduan masyarakat yang terjerat utang pada fintech pinjam meminjam.

2. Bunga tinggi, perlakuan kasar.

3. Fintech harus berbadan hukum dan berizin di OJK.

4. Saat ini, bunga pinjaman fintech berkisar antara 0,9% sampai 30%

5. Kominfo blokir 669 fintech ilegal dan investasi bodong

Oleh karena ini, sosialisasi seperti ini menjadi salah satu cara yang tepat untuk menengahi persoalan yang marak di masyarakat akibat fintech. Karena fintech sendiri punya sistem dan solusi yang baik untuk membantu masyarakat. Hanya saja, kita sebagai masyarakat yang mau mengambil kesempatan fungsi fintech, harus lebih hati-hati, cari fintech yang aman dan memperhitungkan masak-masak. Sehingga dana yang kita peroleh dari fintech terasa manfaatnya dan dikebalikan sesuai perhitungan. 


Foto: Dedew

Rencana masak untuk makan malam ini yaitu oseng sayur dan ayam teriyaki. Sengaja bikin yang simple dan cepat biar praktis tapi enak. Biasanya, saya sudah merendam ayam pilet yang sudah dipotong memanjang dengan Saori saus teriyaki lalu disimpan dulu di kulkas. Jadi begitu waktunya makan malam tinggal panaskan wajan, masukan minyak sedikit lalu masak rendaman ayam sampai matang. Sementara menunggu ayam teriyaki matang, saya potong-potong sayur, irisan bawang digoreng sampai harum baru masukan potongan sayur. Agar rasa sayurnya terasa lebih enak, saya tambahkan Saori saus tiram. Udah deh sempurna makan malam ini.

Sehari-hari berkutat di dapur untuk memenuhi gizi tubuh keluarga, akhirnya saya bisa bersentuhan langsung dengan tempat proses produksi penyedap rasa yang membuat masakan disukai keluarga. Kami datang ke tempat memproduksi Saori, Masako dan Sajiku di Pabrik kedua Ajinomoto di Karawang. Menyenangkan sekali, disana kami mendapat wawasan proses produksi yang panjang, teliti, tertib, disiplin dan lingkunganya bersih terawat. Selain itu saya belajar banyak dari pemilik dan pengelola Ajinomoto tentang dedikasi dan konsistensi dalam mengelola usahanya sehinga bertahan berpuluh-puluh tahun di Indonesia.

Suasana di pabrik Ajinomoto. Foto: Ima

Tiba di Pabrik Ajinomoto

Perjalanan dari Bandung ke Karawang cukup ditempuh 2 jam, jalanan lancar melalui jalan tol Cikampek. Karawang dikenal sebagai daerah industri, disana juga pabrik Ajinomoto berdiri. Begitu masuk ke wilayah pabrik, kiri kanan pepohonan, rerumputan menghampar asri. Begitu keluar dari bis, wangi khas penyedap rasa menyebar disekeliling halaman. Seperti wangi cream soup hangat dengan potongan daging ayam dan jamur.

Lalu rombongan diajak berkumpul ruangan yang cukup luas, dipenuhi meja memanjang berwarna putih dan menyusun kursi-kursi plastik berwana merah. Rupanya tempat yang kami masuki merupakan kantin, tempat para karyawan mendapat jatah makan yang kebersihannya sangat terjaga. Sambil menunggu peserta berkumpul dan istirahat sejenak, kami dibagi pastri dingin dengan isian cream. Saya baru mencicipi pastri dingin dengan rasa yang enak. Cocok sekali kalau dimakannya dengan coffe latte. Rupanya Ajinomoto memproduksi pastri dingin dan distribusinya masih seputar Karawang. Ini pengalaman pertama saya makan pastri dingin, sambil berbincang ringan tentang pastri dan wangi cream soup di halaman pabrik.

Pastri dingin produksi Ajinomoto.
Foto: Ima


Mungkin karena perusahaan Jepang, acara dimulai sesuai jadwal. Kepala bagian marketing Ajinomoto menerangkan tujuan kami diajak ke pabrik yaitu untuk mengenalkan proses produksi mereka dan melihat-lihat kondisi di dalam pabrik. Namun sebelum keliling, kami diberi gambaran besar tentang komposisi bangunan, fasilitas, aturan yang berlaku bagi karyawan, personal movement, rotasi seragam hingga fasilitas kerja di pabrik yang harmoni.

Berlaku bagi semua pengunjung, sebelum keliling pabrik, kami diberi pengarahan keselamatan kalau terjadi bencana saat berada di dalam pabrik, seperti gempa atau kejadian lainnya. Penjelasannya menarik perhatian semua pengunjung, karena menyangkut keselamatan kami selama di pabrik. 


Berkeliling Pabrik Saori, Masako dan Sajiku

Begitu keluar pabrik, lagi-lagi wangi cream soup menggoda selera makan saya. Wangi. Saya jadi membayangkan bagaimana proses para pemilik pabrik Ajinomoto ini pertama kali hadir di Indonesia berpuluh tahun silam. Kini area pabrik begitu luas dan besar lengkap dengan fasilitas pedestrian. Membuat hati berdecak kagum, ada 3 pabrik yang dikelola disini, pabrik Saori, Masako dan Sajiku.

Di pintu keluar kantin terdapat masjid dengan ukuran yang cukup besar dan bisa memfasilitasi kebutuhan beribadah para karyawan disini. Ruangannya bersih, nyaman dan tentu bisa membuat karyawan lebih tenang beribadah. 

Masjid di lingkungan pabrik.
Foto: Ima


Menuju semua pabrik itu, kami melewati green area. Di sana ada pendopo dan tempat khusus bagi perokok. Lingkungan yang seimbang untuk memenuhi kebutuhan karyawan ditengah tanggung jawabnya memenuhi pekerjaan. Tempat merokok desainnya lucu, atapnya warna kuning dan tersedia kursi dan asbak. Meski tidak besar, tapi cukup untuk menikmati sebatang rokok. 

Tempat merokok untuk karyawan.
Foto: Ima

Dari green area ternyata kami harus naik tangga, menyusuri lorong diketinggian 4 meter dari tanah, jadi kami bisa melihat pemandangan dari atas. Lantai bersih dan atap bersih terawat, suasana pabrik yang dalam bayangan saya banyak orang dan berisik sama sekali tidak ada. Rombongan diajak ke pintu masuk pembuatan produk Saori. Nah, ini penyedap rasa kesukaan saya, membuat masakan sederhana jadi enak.

Seorang pemandu dari Saori menjelaskan proses pembuatan Saori dengan bantuan infograpik yang unik. Suasana jadi menyenangkan, karena display-display mockup yang menggambarkan hasil karya masakan yang menggunakan Saori. Seperti kwetiau, capcay, oseng kangkung, dan beragam makanan lainnya. Kami seperti dibawa ke museum makanan karena terdapat mockup makanan disusun sedemikian rupa membuat kami betah berfoto-foto. 



Di infografis ini, digambarkan seorang laki-laki dengan menggunakan pakaian tradisional Jepang melakukan langkah-langkah produksi. Mulai dari persiapan, pengadukan, pemanasan, pendinginan, penangkap logam dan penyaringan, pengemasan, terakhir pengepakan.

Puas mendapat penjelasan, kami diperbolehkan untuk berfoto tapi pengunjung tidak diperbolehkan mengambil foto ruang produksi. Jadi kami hanya boleh memotret ruangan display-display mockup di beberapa sudut ruangan. Sekarang saya mengerti, kenapa jalan menuju pabrik harus naik tangga dan menelusuri lorong seperti jembatan penyebrangan. Rupanya, ruang produksi itu ada di bawah yang membutuhkan space yang luas dan tinggi. Lalu pengunjung disediakan tempat untuk melihat-lihat diatas ruangan tersebut. Saya jadi ingat petualangan Charlie yang punya kesempatan berkunjung ke pabrik coklat di film Charlie and The Chocolate Factory. 



Rombongan jalan kaki menelusuri jembatan panjang menuju ruang produksi Masako. Unik deh di pabrik ini, ada mockup bahan baku Masako dan alat-alat produksi dalam bentuk mini. Jadi kita pengunjung ngerasa dapat edukasi proses produksi dengan cara menyenangkan. Rupanya bahan baku Masako itu menggunakan daging ayam dan daging sapi asli. Mereka bekerjasama dengan tenant-tenant daging ayam dan sapi.

Seperti pabrik sebelumnya, kami tidak boleh memotret ruang produksi tapi hanya boleh melihat dan bertanya tentang beragam hal yang berkaitan dengan pegawai, mesin-mesin, pola kerja.

Tak kalah menarik dengan pabrik Saori, di pabrik Masako ada mockup dapur rumahan versi tradisional dan modern. Memberi gambaran bahwa Masako menjadi bahan baku yang dibutuhkan oleh semua dapur keluarga. Kami boleh merespons semua display dan menjadi tempat foto yang unik. Di ruangan ini kita diajak masuk ke lorong imajinasi dunia makanan. 



Nah, satu lagi kami keluar pabrik Masako menuju pabrik Sajiku. Disana display pabriknya lucu sekali, ada dapur lengkap dengan katel berisi nasi goreng yang sedang dimasak. Kita bisa merespons tampilan dapur, gerobak isi beragam produk Sajiku, sebagai bentuk presentasi perusahaan terhadap pengunjung. 





Tentang Disiplin Pabrik

Secara keseluruhan pabrik Ajinomoto sangat terawat dan punya sistem kerja yang mengarahkan pegawai bertanggung jawab dan disiplin. Selain aturan waktu, ada pola yang harus dilakukan karywan yang mau masuk ke ruang operasional, yaitu ganti alas kaki, ganti baju dan sepatu operasional, cuci tangan, pass through air shower, beres semua baru boleh masuk ruang operasional.

Selama 7 hari kerja, ada rotasi seragam yang harus dipakai oleh seluruh karywan. Setiap Senin-Selasa memakai seragam putih, setiap hari Rabu-Kamis memakan baju warna hijau dan setiap hari Jumat-Minggu menggunakan seragam warna kuning.

Tak hanya di ruang operasional, sistem ruang sangat terjaga. Saya menemukan dua washtafel di setiap pintu masuk menuju kantin lengkap dengan sabun cuci tangan, tisue dan pengering tangan. Lalu ada pass box, double auto shutter door, insect killer lamp dan insect trapp. Kebersihan benar-benar diperhatikan tak hanya di ruangan pabrik tapi lingkungan sekitarnya. 



Masih di kantin, semua pegawai mengambil piring, mangkuk, gelas yang sudah disediakan makanan, mereka tinggal ambil nasi dan mengisi air minum sendiri. Minumnya ada 3 pilihan, teh tawar, teh manis dingin dan air mineral. Setiap pegawai juga tamu yang selesai makan, menyimpan sendiri semua peralatan di wash room. Tidak hanya menyimpan peralatan, kami harus membuang sisa makanan dan minuman ke tempat yang sudah disediakan. Sehingga semua fasilitas pabrik terjaga kebersihannya.

Saya sangat terkesan setelah keliling dan mengenal lebih dekat dengan ruang produksi penyedap rasa yang selama ini familiar digunakan sehari-hari oleh keluarga. Pabrik yang luas, peduli lingkungan, bersih, sistem operasional terjaga tentu akan menghasilkan hasil produk yang berkualitas dan aman dikonsumsi oleh masyarakat. Selamat memasaaak!



“Kalau kita punya ide usaha, yang harus dipertimbangkan adalah apakah usaha kita akan memberi manfaat atau tidak untuk orang lain.” (Bapak Djohari Zein, CEO Paxel


Bermula Niat Berbagi Kebaikan
Usaha. Ketika kita mulai bertangggung jawab pada diri sendiri, tentu akan dihadapkan pada persoalan bagaimana mencari nafkah dan hidup mandiri. Ada yang mencari nafkah dengan bekerja di sebuah perusahaan dan ada juga yang wirausaha. Setiap orang mempunyai cara dan visi yang berbeda-beda dalam prosesnya, sehingga tak banyak yang semangatnya reda karena tujuan usaha kurang kuat. Nah, beberapa hari lalu saya belajar visi hidup dan proses yang dijalani pengusaha ekspedisi. Menarik dan inspiratif sekali konsep bisnisnya.

Buat kamu yang suka memanfaatkan pelayanan ekpedisi untuk mengirimkan beragam barang jualan, saya beruntung sekali mendapat kesempatan mendapat penuturan langsung proses seorang pelaku ekpedisi JNE. Melalui Pak Djohari Zein di acara Paxel, saya belajar tentang kehidupan yang maha baik. Beliau memegang konsep ini,”Semakin kita menebar kebaikan maka kebaikan lain akan menghampiri kita”. Kekuatan ini yang menjadi pondasi Paxel dalam membangun usaha jasa pengiriman barang. Mental ini diperoleh begitu Pak Djohari Zein menemukan Q.S Huud ayat 117, demikian isinya:

“Dan Tuhanmu tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zalim, selama penduduknya orang-orang yang berbuat kebaikan.” 

Bapak Djohari Zein, CEO Paxel
Foto: Ima.
Belajar dari Pak Djohari Zein yang sudah puluhan tahun mengelola usaha ekspedisi, tujuan utama dalam membangun usahanya yaitu ingin membantu dan memberi manfaat bagi orang banyak yang kehilangan pekerjaan. Tak hanya orang yang bekerja di tempat usahanya tapi bidangnya ini dibutuhkan oleh berbagai kalangan. Pemikiran ini lahir dari pertemuannya dengan Q.S Al Ma’un yang isinya: 

“1. Tahukah kamu yang mendustakan agama, 2. Maka itulah orang yang menghardik anak yatim, 3. Dan tidak mendorong memberi makan orang miskin. 4. Maka celakalah orang yang shalat, 5. (yaitu) orang-orang yang lalai terhadap shalatnya, 6. Yang berbuat riya, 7. Dan enggan memberikan bantuan.” 

Pemikiran inilah yang membuat Pak Djohari Zein mewujudkan ide usaha di bidang expedisi Paxel dengan tujuan agar bisa membantu orang lain. Baginya, bidang expedisi bukan hal yang baru karena beliau pun merupakan salah satu CEO JNE. Ketika tahun 1998 terjadi krisis moneter, usaha yang lain gulung tikar perusahaan JNE malah membangun mitra dengan alasan ingin membantu orang-orang yang dirumahkan dan kehilangan pekerjaan.

Dia percaya bahwa semakin kita menebarkan bantuan, maka berbagai kemudahan dan kebaikan akan kembali berlipat-lipat kepadanya. Oleh karena itu Paxel kerap membantu orang-orang yang membutuhkan support, seperti Rumah Harapan Indonesia Bandung dan gerakan membantu kampanye-kampanye kreatif bersama kolasedotcom, seperti kampanye membuat novel, membuat musik, membuat tas untuk volunteer Palu, dll. 

Teh Intan berbagi tentang kegiatan
Rumah Harapan Indonesia.
Foto: Ima

Tentang Paxel

Paxel merupakan ekpedisi berbasis aplikasi. Biasanya, kita mengirimkan paket harus datang ke lokasi, ditimbang lalu baru diketahui biaya yang harus dikeluarkan. Paxel tidak begitu, kita tinggal download aplikasinya di playstore/googleplay dan otomatis terisi biaya kirim Rp. 100.000. Untuk proses pengirimannya, kita tinggal isi data semua yang ada di aplikasi. Data yang harus diisi yaitu nama pengirim dan penerima berikut lokasi pengiriman dan tujuan pengiriman lalu ukuran barang ada beberapa pilihan (kecil, sedang, besar). Teknisnya selanjutnya petugas antar barang, atau disebutnya Hero, akan datang ke rumah kita untuk mengambil barangnya. Sesederhana itu dan tentu membantu para pelaku usaha yang butuh cepat antar. 

Foto: Ima

Konsep antar barang yang dilakukan Paxel menarik sekali, kalau kita kirim paket hari itu akan disampai penerima di hari yang sama. Namun sementara ini Paxel masih ada di beberapa kota, diantaranya Jabodetabek, Bandung, Jogja, Semarang, Solo. 

Alexander Zulkarnaen.
Foto: Ima

Waktu pengiriman sameday berlaku buat seluruh kota, dalam kota maupun antar kota. Kecuali antar kota dari Jabodetabek-Bandung masih belum ditemukan pola sameday, tapi masih 1 hari sampai karena terhambat infrastruktur. Kecuali untuk antar provinsi Jogja-Jabodetabek masih bisa sameday.

Buat orang yang punya usaha seperti fozen food, makanan yang tidak tahan lama, kemudian perusahaan yang suka antar dokumen dan barang-barang lain yang butuh cepat sampai, menggunakan fasilitas pengiriman sameday sangat terbantu. Kalau kita mengirim pagi, maka sore di hari yang sama akan sampai. Sementara kalau sore kirim, barang akan sampai besok paginya. Menariknya lagi barang yang kita kirim akan mereka kemas rapi, sehingga kondisi barang lebih terjaga.

Ada cerita menarik dari Bapak Alexander Zulkarnaen sebagai Brand of Happiness, sebelum beliau menjalankan Paxel, profesinya adalah seorang wartawan. Tugas meliput sering membawanya ke daerah-daerah konflik dan pelosok. Disetiap perjalanan sering bertemu dengan masyarakat yang mempunyai usaha dengan barang yang unik tapi kurang diolah brand, kemasan, sampai proses penjualannya.

Pak Zulkarnaen merasa tersentuh dan bantu mereka menjual dengan membuatkan media online, branding sampai ada yang pesan dan terjadi pengiriman. Namun persoalan yang jadi keluhan pembeli yaitu, mereka sering menerima barang tidak sesuai dengan kondisi yang diharapkan. Ada kemasan yang rusak sehinga kondisi barang tidak sesuai lagi, lalu ada pembeli tapi tidak ada fasilitas ekpedisi karena faktor logistik yang tidak memadai.

Brand is about promise, brand is about perception, tapi ada yang merusaknya yaitu logistik.” Begitu menurut Brand of Happiness di Paxel. 



Persoalan-persoalan teknis ekpedisi selain infrastruktur, ongkos kirim kerap menghambat proses jual beli antar daerah ini. Padahal logistik ini ujung tombaknya perekonomian, tapi biayanya mahal.

Berdasarkan persoalan yang terjadi di lapangan dibuatlah konsep ekpedisi Paxel:

Pax: Package or people

Dengan memberdayakan orang-orang dengan konsep mitra untuk mengirimkan barang di dalam kota maupun antar kota. Mitra yang mengantarkan barang dinamakan Hero Paxel, dengan sumber daya yang terlatih Hero menjadi bagian terpenting dalam mengantarkan paket.

El: Accelerate (bergerak lebih banyak, lebih cepat)

Berbagai logistik yang sudah siap, Paxel berkomintemen untuk mengantarkan paket lebih cepat sampai di tujuan. Brand tagline Paxel berkomitmen mewujudkan proses pelayanan:

1. Pertama yang melayani

2. Pertama untuk berkontribusi

3. Pertama untuk memberi solusi

4. Pertama untuk mengerti kebutuhan

Untuk mewujudkan proses pelayanan ini memberlakuan analogi Iron Man, yaitu:

1. Our Job: Delivering goods (with care)

2. Out mind: Costumer Happines (late: refund, damage: compansate)

3. Our heart: #AntarkanKebaikan

4. Our Act: Service Exellente (Serve with care)

Buat para pemilik usaha, Paxel membantu proses pengiriman menuju pembeli. Sekarang ini bisnis pengiriman sangat memiliki potensi besar karena menjamurnya para Usaha Kecil Menengah dan kehadiran fasilitas e-commerce. Semua aspek ini berputar dan saling terikat satu sama lain.



Antarkan Kebaikan
Berdasarkan niat baik Pak Djohari Zein yang selalu ingin membantu proses orang-orang, konsep Paxel seperti menyambut harapannya. Bisnis yang bisa memberi kemudahan baik banyak orang, manfaat, cepat dengan memberi harga tidak mahal, menjamin barang yang dikirim dan pelayanan baik. Bisnis yang benar-benar memegang amanah kepercayaan orang-orang, yaitu mengirim paket sampai ketujuan dengan kondisi yang terjaga.

Note:
Buat kita yang membutuhkan jasa expedisi Sameday-fasilitas layanan Paxel, kamu bisa download aplikasinya di Googleplay/playstore lalu masukan kode referalnya.  Cukup sign up dan gunakan promo kode: matakubesar, dapatkan 100K biaya pengiriman otomatis masuk ke akun kamu. Ayo, bergerak manfaat. :)




Ketika hujan reda, jalanan basah, hari sudah mulai gelap, diantara beragam orang dan menunggu transportasi umum yang bisa membawa ke tujuan. Orang-orang hilir mudik disekitar, kehidupan mereka seperti frame-frame di balik mata. Saat itu kadang merasa hidup teramat menyedihkan, ada wajah kita disana. Dalam keadaan muram dan masam. 

Keadaan tambah buruk ketika mulai membanding-bandingkan pencapaian orang lain dengan kehidupan diri yang bergelantungan masalah dan tanggung jawab. Justru keadaan seperti itu membuat pikiran bertambah kacau, fokus terpecah, kurang menghargai proses hidup dan kurang menghargai pencapaian-pencapaian yang sudah dilewati. Padahal bisa jadi orang lain pun sedang ditengah masalah yang belum terpecahkan. Seperti menurut filsuf Islam (Muhamad Iqbal) bahwa,”Setiap manusia akan melewati berbagai tahap dalam kehidupannya.”

Setiap manusia akan berhadapan dengan masalah, bagaimanapun bentuknya. Apapun masalahnya, sebaiknya mencari cara menghadapi dan mencari solusinya. Melalui masalah inilah sebenarnya kita bisa belajar banyak, mengolah diri dan bisa memetik hikmah hidup. Tahapan ini merupakan bagian dari proses pencapaian-pencapaian kecil maupun besar. Sesuai dengan ayat ini:

“Maka apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan) tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain).” Q.S Asy Syarh, 94: 8.

Semakin bertambah usia, bertambah pula tanggung jawab kita. Buat kita yang sudah berkeluarga maupun memegang jabatan tertentu, tanggung jawabnya bertambah banyak mulai dari kebutuhan keluarga hingga orang lain. Seringkali kita tidak ada waktu untuk diri sendiri dan lebih memikirkan bagaimana caranya menjalani solusi satu persatu untuk mencapai tujuan.

Buat yang sudah berkeluarga, persoalan rasanya bergerak seputar kesehatan, kebutuhan makan, tumbuh kembang anak, pendidikan, masalah perkembangan zaman dan berbagai kebutuhan rumah tangga lainnya. Kepala kita penuh dan bercabang. Satu masalah selesai, muncul masalah yang lain, begitu seterusnya. Seringkali kita lupa memenuhi keseimbangan tubuh, hati dan pikiran sendiri. Mau tidak mau semua manusia akan terus berhadapan dengan masalah, hanya bagaimana cara kita mengaturnya sehingga tetap stabil dan menikmati setiap proses hidup. 


Salah satu cara untuk merayakan diri yang kerap berhadapan dengan masalah yaitu dengan memberi hadiah pada diri sendiri. Setiap beres menyelesaikan satu-persatu langkah beri hadiah-hadiah kecil. Cara ini cukup ampuh membuat kita jadi lebih percaya diri dan yakin atas setiap keputusan-keputusan yang dibuat.

Seperti yang terjadi di Negeri Cina, rupanya setiap tanggal 11.11 merupakan momen berharga bagi kaum single. Namun berdasarkan perkembangannya tanggal ini berevolusi menjadi hari menghargai diri sendiri. Ada beberapa cara menghargai diri sendiri, yaitu:

1. Menuliskan kembali pencapaian apa yang sudah kita lakukan dari hal yang kita anggap kecil sampai besar. Runut satu persatu setidaknya beberapa minggu kebelakang. Tak sedikit dari kita lupa dan kurang menghargai upaya yang sudah dilakukan. Dari tulisan itu kita akan menyadari bahwa betapa “hebat dan kerennya” kita. Misalnya, setiap hari saya bermain bersama anak, saya sudah mengurus bayar pajak yang sudah bertahun-tahun tidak dibereskan, dll.

2. Menikmati proses dengan mencuri kesempatan melakukan hal yang menyegarkan. Misalnya setelah melewati rangkaian mengantri BPJS, antri dokter dan antri obat yang super panjang, sesekali rayakan dengan memberi hadiah pada diri sendiri sesuatu yang benar-benar kita inginkan. Misalnya membelikan diri sendiri segelas kopi maupun makan siang yang enak. Langkah ini sebagai bentuk menghargai diri sendiri, membuat hati gembira dan lebih bersemangat dalam melanjutkan hidup.

3. Sesekali ketika kita punya dana berlebih, anggarkan beberapa rupiah untuk membeli barang yang kita inginkan. Kadang kita ingin barang bagus tapi dana terbatas, strateginya dengan memanfaatkan kesempatan di portal market place yang sedang mengadakan semacam festival belanja Lazada 11.11. Biasanya banyak produk-produk bagus dengan harga dibawah bandrol.

4. Menjaga kesehatan dengan tertib berolahraga. Seringkali cara menghargai yang ini perlu dukungan outfit yang asik untuk menambah semangat. Dari sekarang kita bisa mencari yang dibutuhkan dengan membuat wish list pakaian olahraga dan sepatu yang nyaman digunakan. 




Penting mengupayakan menghargai diri sendiri agar kita bisa menikmati proses hidup yang kompleks dan selalu optimis.

Perayaan suka dilakukan oleh beberapa pihak karena mereka sudah melewati berbagai proses yang panjang. Contohnya merayakan kelahiran anak, karena Ibu dan Ayah harus menunggu proses kehamilan dengan berbagai “drama” selama 9 bulan. Mulai dari kontrol kesehatan, masa-masa mual, naik turun kondisi hormon, proses mengumpulkan dana untuk biaya melahirkan dan berbagai kebutuhan perawatan lainnya. Begitupun kejadian besar seperti perayaan hari kemerdekaan, sebagai bentuk pengingat suatu kondisi bahwa pahlawan kita telah melewati proses panjang mewujudkan kemerdekaan bangsanya.

Disadari atau tidak setiap kelompok manusia mempunyai cara khas dalam merayakan sesuatu. Mulai dari kelahiran anak, sunatan, ulang tahun, perayaan kenaikan kelas, perayaan kemerdekaan, perayaan hari raya, pernikahan, upacara panen raya dan lain sebagainya. Kejadian-kejadian besar yang kerap dirayakan sebagai bentuk rasa syukur dengan orang-orang terdekat, baik keluarga, tetangga, sahabat.

Kesempatan perayaan di tanggal 11.11 pun bisa menjadi momen titik balik untuk mensyukuri bahwa kita punya kemampuan melewati berbagai kejadian yang berat. Sebagai bentuk merayakan sesuatu karena setiap kesempatan sangat berharga. 





Setiap subuh mobil di balik garasi mulai dinyalakan, lampu-lampu rumah menyala memenuhi setiap ruang. Ditengah warna langit masih biru tua, mesin itu mulai berangkat menuju jalanan. Tak hanya satu tapi beberapa dan bertambah banyak menelusuri pintu tol menuju tempat kerja masing-masing. Itulah yang terjadi di sebuah kota seperti Tangerang, masyarakat disana rupanya tinggal di pinggiran kota untuk tempat tinggal yang nyaman dan bekerja di kota besar seperti Jakarta. Sementara sore hingga malam hari, masyarakat berduyun-duyun kembali keluar kota untuk istirahat.

Laiknya cerita di atas, fenomena sekarang banyak sekali masyarakat memilih mencari tempat tinggal layak huni. Selain kebersihan dan tata ruang lingkungan yang nyaman tentu saja didukung akses yang mudah. Namun mencari tempat tinggal dengan kriteria yang diharapkan itu makin sulit dicari di kota-kota besar yang dekat dengan lokasi bisnis. Ada yang strategis tapi harganya sangat tinggi, begitupun ada yang terjangkau tapi akses transportasi kurang mendukung. Sementara pergerakan dunia pekerjaan sekarang menuntut untuk bergerak cepat dan efektif.

Sementara zaman sekarang membuat kita berfikir kreatif, bergerak cepat, mengikuti perkembangan teknologi dan informasi yang memunculkan peningkatan ekonomi. Hal ini mempengaruhi berbagai perubahan gaya hidup sosial dan budaya masyarakat generasi milenial. Tak lagi pakaian dan alat pendukung seperti smartphone yang dibutuhkan tapi mengalami peningkatan kebutuhan seperti rumah layak huni dan alat transportasi. Mereka mulai memikirkan investasi dan efektifitas waktu dalam melakukan beragam aktivitasnya.

Situasi ini dipahami oleh pengelola portal properti dan otomotif terkemuka melihat gaya hidup milenial yang dinamis, lugas dan percepatan-percepatannya. Mereka berkolaborasi mengadakan acara pameran yang menarik untuk mempermudah masyarakat milenial dalam mencari referensi dalam memenuhi kebutuhannya. 



Pameran ini bertajuk Drive Home Expo 2018 yang digelar oleh Rumah.com dan Mobil123.com di ICE BSD City (Tangerang) pada tanggal 2-4 November 2018. Saya fikir kesempatan ini menarik dan layak dikunjungi mengingat ini merupakan portal properti terdepan di Indonesia dan portal otomotif nomor 1. Rumah.com merupakan bagian dari PropertyGuru Group yang merupakan pemimpin pasar online property di Asia diantaranya, Singapura, Malaysia, Thailand dan Indonesia.

Setiap orang tentu mempunyai selera masing-masing dengan kapasitas pendapatan yang berbeda-beda. Rumah.com ini pemain lama yang selalu memberi tahu kualitas dan kondisi terbaru seputar properti. Nah sekarang ini mereka akan menggelar 50 proyek properti dari developer. Dengan jumlah sebanyak itu sangat memungkinkan buat kita yang ingin melakukan perbandingan, riset rumah yang sesuai dengan kebutuhan dan selera.

Seperti yang kita tahu juga, Mobil.123 pun merupakan portal yang dipercaya masyarakat untuk mencari mobil baru maupun lama. Disana kita bisa menemukan berbagai jenis mobil yang dibutuhkan dan beragam anggaran beragam konsumen. Saya fikir anak milenial sudah waktunya mengambil kesempatan ini untuk mendapatkan rumah dan mobil idamannya.

“Mencari tempat tinggal, hal lain yang juga tak kalah penting adalah bagaimana kita dapat mengakses hunian idaman dengan nyaman. Tentunya akses untuk kendaraan menjadi faktor yang harus diperhatikan. Pada pameran ini brand-brand otomotif akan memberikan promo-promo menarik yang memberikan keuntungan ke konsumen untuk memiliki mobil idaman,” ucap Marine kepada awak media dalam press conference Drive Home Expo 2018 di Jakarta. 




Oleh karena itu kesempatan-kesempatan pameran properti maupun otomotif selalu dimanfaatkan generasi milenial untuk mencari informasi tempat tinggal yang strategis dan alat transportasi yang layak. Biasanya pameran seperti ini banyak memberi referensi yang bisa dijadikan bahan pertimbangan yang disesuaikan dengan kebutuhan.  Tentu tidak sekedar keinginan tapi bagian dari kebutuhan yang bisa membuat kita semakin produktif dalam menjalankan aktifitas.