Mengenal Bea dan Cukai, Kini


Seorang kurir datang memberikan satu kotak yang dibungkus kertas warna coklat dari kakak yang sedang studi di Jerman.  Bahagia rasanya, karena sudah bertahun-tahun kami tidak bertemu muka, melalui beberapa isi paket berisi baju hangat, cokelat dan surat sebagai tanda rindu.  Proses pengiriman ini cukup lama, hampir 1 bulan paketnya sampai di rumah.  Saat itu saya sempat bertanya-tanya, kenapa harus menempuh jarak yang sedemikian lama untuk sampai ke tujuan, padahal armada pengiriman sudah canggih dan banyak.  Rupanya proses kirim mengirim paket antar negara ini harus melewati sistem yang panjang salah satunya melalui pengawasan dan pelayanan Bea dan Cukai.  Saya sempat berfikir, apaan sih Bea dan Cukai ini? 

Mengenal Bea dan Cukai lebih dekat.  Foto: Imatakubesar

Ilustrasi

Populasi yang hidup di Negara semakin banyak dan beragam, mereka tumbuh di propinsi, kota, desa, kecamatan, RT, RW dengan berbagai kebiasaan, kepercayaan dan kehidupan yang ramai berkembang.  Manusia hidup dengan kondisi yang heterogen dengan berbagai segmen masyarakat yang melahirkan beragam sosial dan budaya.  Percampuran budaya seperti gelombang, lahir antar kota, desa, agama bahkan antar negara melalui beragam bentuk.  Percampuran budaya bagus hingga mengancam kestabilan negara semakin tinggi, ketika dunia industri, pengobatan, politik, informasi, fashion, teknologi, dunia hiburan, memberi pengaruh yang hebat dan kencang.  Peradaban semakin mewabah yang datang semakin menggulung. 

Negara ini ibarat bahan masakan yang harus dilindungi kesehatan dan keamanannya, sang koki harus mengetahui bahan-bahan apa yang tepat dan sehat untuk dikonsumsi.  Bea dan Cukai ibarat koki yang harus jeli, sensitif dan pintar memilah benda-benda yang bisa dan tidak bisa masuk ke periuknya karena hal ini penting dalam menjaga kekokohan negara.  Sudah beberapa tahun kebelakang ini, Bea dan Cukai telah mereformasi sistem dan pengawasan pegawai agar terbebas dari korupsi. 

Paket dari berbagai negara, harus melewati proses pengawasan
bea dan cukai agar terbebas dari barang-barang
berbahaya bagi masyarakat luas. Foto: imatakubesar
Menuju pelayanan yang efektif, mereka mengimplementasikan proses yang telah distandarisasi, sedikitnya 31 bisnis mereka sudah menerapkan standar mutu berbasis ISO 9001:2008. Lalu, pengawasan dilakukan oleh SDM (sumber Daya Manusia) yang telah dibekali dengan kemampuan dan perlengkapan taktis, Customs Tactical Unit, mereka berfungsi menegakan hukum dibidang kepabeanan dan cukai untuk mencegah masuknya barang-barang yang dilarang untuk diimpor dan keluarnya barang-barang untuk diexport.

Upaya mereka perlu didukung oleh beragam unsur, karena lembaga ini punya peran yang sangat sensitif dalam proses pengawasan terhadap lalu lintas barang-barang bagi keamanan publik. 


Perlu Diketahui

Buat saya yang tidak pernah melakukan perjalan ke luar negeri, Bea dan Cukai lembaga yang asing dan tidak terlalu diperhatikan keberadaannya.  Saya tidak terlalu mengerti efek dan fungsi lembaga tersebut buat kehidupan masyarakat.  Rupanya, seperti ilustrasi diatas, peran lembaga tersebut sangat sensitif dan bagian dari gerbang “keamanan” negara melalui keluar masuk barang ke negara ini.
  
Bahkan, Bea dan Cukai di bandara Soekarno Hatta adalah bandara tersibuk yang ada di Indonesia, karena banyaknya jumlah yang dilayani kantor pengawasan dan pelayanan.  Mau tahu, ini kurang lebih pergerakan kesibukan yang terjadi:
  • Flight kedatangan Sarana Pengangkut                  : 178m flight
  • Jumlah kargo                                                      : 350 ton
  • Jumlah Dok Impor                                               : 700 PIB
  • Jumlah Dok Ekspor                                              : 1860 PEB
  • Jumlah Dok PJT (Perusahaan Jasa Titipan)           : 1600 PIBK
  • Jumlah Dokumen Kantor Pos                                : 170 PPKP


Ditengah keramaian dan kesibukan ini, tidak semua yang datang dan pergi membawa barang yang baik dan aman.  Hal kecil bisa merusak banyak orang, jadi perlu kehati-hatian dan teliti.  Banyak cara manusia berdagang barang berbahaya menyasar kelompok sosial masyarakat tertentu.  Salah satunya yang paling berbahaya sering ada penyelundupan Narkotika dan Napza (Narkoba, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya).  Disinilah pengawasan dan pelayanan Bea dan Cukai berperan. 

Penangkapan penyelundupan Shabu tgl. 18 Nopember 2014.
Para pelaku dari Vietnam, Taiwan, Iran, Cina

Banyak cara yang dilakukan oleh penyelundup agar barang berbahaya ini bisa melewati pemeriksaan, seperti:
  • Di sembunyikan di balok mesin dan baut
  • Di tengah dalam produk farmasi
  • Disembunyikan dalam alat pijat elektronik
  • Dalam tabung plastik mirip tutup parfume
  • Dalam lilin
  • Dalam mainan anak
  • Dalam sandal
  • Dalam patung
  • Dalam hair dryer, dll

Oleh karenanya, ada tim yang terlatih untuk menyelidiki paket dan barang-barang yang keluar masuk meskipun kondisinya tertutup rapat.


Kamu suka Traveling?

Nah, sebagai penumpang, tentu kita tidak lepas dari barang bawaan dan barang belanjaan.  Rupanya untuk berbelanja di luar negeri ada jumlah dan nilai barang yang dibeli itu ada aturannya.  Silahkan tertawa, maklum biasa main paling jauh ke Bali itupun beberapa tahun yang lalu, ditaktir pula dan seputaran Bandung sekitarnya.  Puter-puter di Bandung kan tidak perlu melewati Bea dan Cukai.  Nah, beberapa hari kemarin saya dapat ilmu yang membuat sudut pandang saya terhadap Bea Cukai semakin terbuka, berbeda dan bertambah.  Mendapat pencerahan nih ceritanya.  

Cerita dari Bapak Sofyan Hilmi sebagai kepala seksi penyuluhan informasi, bahwa menariknya bekerja di lembaga ini, dia pernah melihat perempuan yang menenteng tas seharga 1 M (1 miliyar, saudara-saudara) dari luar negeri.  Saya tidak mengerti tas dengan harga seperti itu ada yang beli.  Efeknya, perempuan ini kena biaya bea dan cukai karena nilai barangnya diatas 1000 USD.  Nah, harga 1 (satu) tas ini kurang lebih 100.000 USD.  Ini artinya udah melebihi 2 digit.  Lalu bagaimana mengidentifikasi jenis tas mahal dan tidak mahal?  Katanya, ada sekolahnya.  Ya, itu jawaban yang cukup nge-kick karena semua ilmu pasti ada sekolah untuk mempelajarinya.  Menarik bukan?  Sungguh jauh dari pengetahuan saya yang seujung kuku.

Nanti-nanti, kalau kamu dan saya ada rezeki jalan-jalan ke luar negeri, ada beberapa jumlah barang bawaan penumpang yang jadi catatan agar bebas bea masuk dan cukai.  Ini aturan baku dan mestinya disadari oleh semua penumpang:
  • Pakaian jadi maksimal 1000 USD
  • Elektonika maksimal 1500 USD
  • Cakram maksimal optic 10  keping
  • Alat komunikasi maksimal 2  unit
  • 200 batang sigaret, 25 batang cerutu atau 100 gram tembakai iris/hasil tembakai lainnya
  • 1 liter minuman mengandung etil alkohol
Kalau lebih dari itu, dianggap mau berjualan dan mendapat ongkos bea dan cukai.  Menurut mereka, pernah ada kejadian ada seorang penumpang yang ditahan karena membawa 2 koper berisi pakaian anak-anak dan jumlahnya melebihi nilai batasan barang bawaan.  Dicurigai pakaian anak-anak itu untuk dijual kembali di Indonesia dan harus bayar bea cukai.  Menurup penumpang itu, rupanya baju-baju itu adalah milik anaknya yang sengaja ia beli semua milik anaknya.  Sampai anaknya di bawa ke Bandara untuk membuktikan bahwa baju itu miliknya, dan petugas minta bukti bahwa anak tersebut memang pemiliknya jadi pakaian itu benar-benar ia coba.  Akhirnya anak itupun memakainya, dan memang benar baju-baju itu semua pas di tubuh anaknya.  Ini salah satu bentuk kehati-hatian dari pihak pengawasan.

Dukung

Seringkali kita suka kesal berhadapan dengan sistem, admisistrasi yang berkesan memperlambat langkah dan kinerja kita.  Padahal proses-proses ini perlu dilewati karena kita hidup bersama-sama dengan beragam dan karakter orang dengan misi hidup masing-masing.  Sistem yang dibuat oleh bagian keuangan negara adalah untuk kebaikan dan meminimalisir kejahatan yang sangat mungkin terjadi kapan saja.  

Jika proses pengawasan ini tidak amanah, istiqomah, teliti dan adil, efeknya sangat berbahaya untuk kehidupan masyarakat kita yang majemuk.  Proses dan program perbaikan sumber daya dan kerja nyata di lapangan bead an cukai perlu kita dukung dan tentunya sebagai masyarakat perlu patuh dan ikut mengawasi kinerjanya.  Jika ada yang “nakal” bisa kita laporkan yang justru ikut membantu pergerakan kerja mereka yang tengah diperbaiki menuju reformasi kerja yang lebih bersih. 


@imatakubesar

Ima. Serpong. 23 Nopember 2014

Ima Rochmawati

2 comments:

  1. Yeey...akhirnya kelar juga ya Mak. Kereeenn !! :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bu Mutia, aduh malu sama Ibu. Makasih banyak, ya :)

      Delete

Silakan meninggalkan pesan, masukan atau apapun. Terima kasih untuk apresianya. adv