Titik Nol

Apa jadinya ketika kamu tak dapat merasakan lagi otot-otot yang menyangkut pada celah-celah tulangmu. Bagian terhalusmu seakan terlepas dari kasat mata, terlepas dari setiap sekat benda, lalu tinggalah mimpi mengambang dikelopak matamu. Menari-nari tak berdaya, berjingkat menatap langit.

Apa jadinya tanpa kau harus membuka mata, kau dapat melihat apa yang tampak di muka namun kau tak dapat melakukan apapun. Lebih-lebih kaupun tak memahami itu namun hatimu berontak, tapi ketika matamu melihat dalam-dalam ke dalam diri. Hasilnya sama saja, kaupun tak dapat mengerti apa yang tengah kau rasakan. Seakan kau tak dapat menguasaimu lagi seperti penonton yang tak dapat melakukan apa-apa. Saat itupun kau mulai bermain teka-teki mencari celah atas ketidakberdayaanmu.

0 Comments