Momen Manis Ramadhan di Best Western La Grande Bandung


Foto: Ima

Saya percaya, setiap muslim dimanapun berada, akan memanfaatkan bulan berharga ini dengan gembira. Meskipun di bulan Ramadhan ini para muslim puasa, bukan berarti aktifitas pun ikut puasa. Justru sebaliknya, bulan puasa menjadi waktu yang pas buat mengasah diri di berbagai bidang. Ada semangat yang berbeda dan menghadirkan kesungguhan, karena setiap gerakan kita dinilai ibadah begitupun sebaliknya. 


Pemandangan menarik di belakang hotel.
Foto: Ima

Kesempatan Ramadhan kali ini, saya dan suami memutuskan menginap di hotel yang letaknya di tengah kota. Di seputaran Jalan Merdeka, dekat Bandung Indah Plaza (BIP), Toko Buku Gramedia, Balai Kota, dekat ke arah jalan Braga, Museum Asia Afrika, Masjid Balai Kota, juga ke daerah factory outled di Jalan RE Martadinata atau nama lain dari Jalan Riau. Hotel ini dikenal dengan nama Best Western La Grande, posisi yang strategis untuk menginap. Di titik ini, kamu bisa pergi ke mana saja, termasuk ke Pasar Baru bahkan Masjid Agung yang ada rumput sintetis yang kekinian. 

Lagi memantau Balai Kota Bandung, hehehe...

Bandung sebuah kota yang menarik, tidak hanya dilengkapi keindahan bebukitan, pegunungan dan kebun teh. Romantisme ribuan sejarah tergores di kota ini. Kota yang semula dihadirkan untuk tempat peristirahatan, kini berubah wujud menjadi kota metropolis. Wajah kota yang ramai tapi tetap adem oleh pepohonan dan kaya cipta seni yang tinggi. Di Bandung tetap ada ruang terbuka hijau berikut mall, tempat jalan kaki berikut jalan untuk kendaraan. Suasana tetap asik dikunjungi untuk berbagai tujuan. Kota dikelilingi bangunan-bangunan bersejarah, pemukiman, resto, cafe, hotel, mall, pasar tradisional, ruang-ruang komunitas lengkap dengan kuliner yang kaya rasa. Perpaduan tata kota peninggalan kolonial Belanda dan para arsitek Indonesia yang menghadirkan percampuran sosial budaya yang kental. 


Di lantai 8 Best Western Premier La Grande Hotel, saya dan suami menikmati hiruk pikuk dan pusat kegiatan kota di siang hari hingga menikmati lintas tertidur, hening. Melihat Bandung di ketinggian, seperti melihat museum hidup. Masing-masing titik menghadirkan kekuatan sendiri-sendiri. Bergerak saling melengkapi. Menarik juga meluangkan waktu istirahat di bulan Ramadhan di sana. Saya rasa, hotel yang hadir di tengah kota ini memberi kemudahan buat semua kalangan dengan berbagai kepentingan. Bisa buat beristirahat bersama keluarga, setelah berbelanja fashion untuk hari raya, menjadi titik temu dengan teman bisnis karena letaknya strategis bahkan sekedar buka puasa bersama dengan teman-teman sekantor. Jika ingin melakukan shalat taraweh, hotel ini dekat dengan masjid Al Ukhuwah Balai Kota. Pergerakan kota yang romantis dan seimbang. 



Meskipun di tengah kota, kamu akan menemukan sensasi tempat istirahat yang bersih, wangi, interior yang minimalis dan apik, juga toilet modern lengkap dengan air hangat dan suasana ruang yang tenang. Kami sangat menikmati waktu tenang kami, saya menulis dan suami saya menggambar. Kadang menulis di atas kasur, meja juga karpet. Begitupun suami, menggambar di pinggir jendela sambil menikmati pemandangan kota. Suasana yang kontemplatif. Kadang jeda sebentar, nonton film di layar datar dengan fasilitas channel yang buanyak, sambil tiduran dan menikmati kopi hangat. 



Senang deh melihat suami, dia terlihat lebih segar karena suasana baru. Karena suasana yang nyaman ini, dia menjadi lebih asik membuat karya. Sesekali buka referensi dan informasi di website karena di tiap kamar dapat jaringan WiFi yang kecang sekali. Jadi dengan mudah, kami download informasi yang dibutuhkan untuk berkarya.

Sore itu, saya jalan sendiri ke lantai dasar. Rupanya, di antara hotel dan apartemen La Grande ada angkringan ala ala angkringan Jogja, namanya Den Yono. Ada nasi kucing, bubur lemu, candil dan lain-lain dengan harga yang terjangkau, bahkan relatif murah untuk kualitas olahan hotel. Katanya sih angkringan ini bakal berlangsung lama karena orang-orang sekitar mulai suka.





***

Di hotel tempat kami menginap, ada fasilitas untuk buka dan sahur. Tamu bisa langsung masuk ke lantai 3 Best Western, restoran itu bernama Parc De Ville Restaurant. Waktu makan di saat buka dan sahur tiba, menjadi momen yang terasa berharga. Makanan menjadi tidak sekedar enak, namun hadir rasa syukur yang berbeda.


Seperti restoran-restoran lain, Parc De Ville Restaurant menyediakan paket buka puasa all you can eat buffet dari tanggal 29 Mei-23 Juni 2017. Uniknya, bulan Ramadhan ini chef mengolah menu dengan mengahadirkan makanan khas Nusantara. Mulai dari tajil, appetizer, soup, main course, dessert, beverages dan live cooking stall. 





Tiap hari akan hadir menu yang menarik untuk dicoba, seperti sate tanjung khas lombok, ikan masak rebung, ayam taliwang, ataupun rendang. Kebetulan pas saya dan suami buka di sana, ada empal gentong khas Cirebon kesukaan kami dan beragam makanan berat lainnya. Dagingnya lembut, rempahnya juga dapet. Banyak sih menu-menu lain yang kami lahap sebagai menu utama, dari olahan daging ayam, daging sapi, sayuran, makanan laut seperti cumi-cumi, benar-benar memanjakan dahaga selepas puasa seharian. Eh, ternyata saya menemukan makanan kejutan diantara makanan menggiurkan lainnya yaitu cilok lengkap dengan saus kacang yang lezat. Benar-benar kejutan, deh. Katanya, tema nusantara ini diangkat, biasanya orang yang sudah puasa, maunya makan makanan yang memang sudah akrab di lidah. Bener juga, sih. Rasanya makan cilok di hotel itu ajaib sekali, bahagia deh. Seru.



Ngomong-ngomong camilan, masing-masing menu ada banyak pilihan. Dari tajil saja ada kurma, beragam jenis agar, cake, surabi Solo dan bubur sumsum. Minuman terdiri sekitar 5 pilihan, makanan kukusan dengan 4 jenis pilihan seperti ubi-ubian, kacang-kacangan. Tak kalah unik ada berbagai jenis gorengan, lengkap dengan 34 jenis sambal khas nusantara dan 11 jenis kerupuk. Indonesianya kan rajanya kerupuk, makan gak pakai kerupuk itu kurang lengkap, bener kan? Oh, ya untuk yang suka sambal, kamu bisa eksplore sambal di sini, cocol sama gorengan. Udah deh, juara!

Kalau boleh dibilang, beragam jenis kuliner di Bandung, merangkum kebutuhan lidah semua suku. Segala jenis makanan khas kota-kota di Indoensia, ada di Bandung. Mulai dari camilan hingga makanan berat, jangan tanya, Bandung jagonya memanjakan lidah penghuni dan pendatangnya. 





Waktu sahur di Parc The Ville Restaurant tidak kalam menarik. Namanya sahur, baisanya selera makan menurun. Tapi begitu masuk resto, selera itu bakal naik lagi. Sahur kemarin, saya makan nasi goreng kesukaan dilengkapi dengan sosis, kerupuk dan sayur. Ada pilihan yang lain, bubur dengan toping yang lengkap dan lontog kari. Selesai makan nasi goreng, sambil ngobrol-ngobrol menunggu imsyak, saya ngemil roti croissant dan capuchinno coffe. Saya tinggal tekan tombol cappuchino, mesin grinder kopi bunyi, lalu keluar susu segar dan sari kopi. Seperti mimpi deh, menunya benar-benar memanjakan tamu di sini.

Pengalaman yang menarik dan berharga menginap di sana. Keluar hotel lalu pulang itu rasanya seperti turun gunung. Kenyamanan dan kenikmatannya cukup lama mengikat ingatan dan rasa.  Enjoy your life :)






@imatakubesar

Foto: Ima

Ima Rochmawati

18 comments:

  1. wah-wah ... makan dan minum serta menginap yang terbilang mewah seperti cerita di atas memang momen manis yang takkan pernah sirna ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya banget, unforgettable moment.

      Delete
  2. wah asyik juga ya tempatnya, kok aku belum pernah lihat ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu di depan BIP (Bandung Indah Plaza) banget, kalo dulu bekas roti&soes merdeka, teh :)

      Delete
  3. Seeu banget ya bisa menikmati ramadan di tempat ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, teh. Sesuatuh sekali, bikin betaaaaaah.

      Delete
  4. Penasaran sama 34 jenis sambalnya mba hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya malah mikirnya, itu 34 jenis sambal siapa yang ngehabisiiiin. huhuhuuuu...

      Delete
  5. Hotel nya pasti asik banget. Bisa mantau balaikota. Hehehe. Harus masuk list jika main ke bandung ini :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yah, standar hotel, Rifaldo, ngeunaheuuuun. Enak makan, enak tidur, enak mandi. hehhee...

      Delete
  6. Jadi pengen jalan-jalan ke Bandung hehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Berangkaaaaat, Mba. Semangaaat!

      Delete
  7. Lets enjoy our life... Liat pemandangan indah melalui balik jendela kamar.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Heueuh, lihat pemandangan kota, bikin saya agak-agak melow, hidup ini ajaib pisan. Luar biasa kita bisa nyampe detik ini.

      Delete
  8. BWP itu selalu di tengah kota ya loksinya, strategis :D
    Wah enaknya bisa menikmati sahur tanpa capek2 mikir harus masak apa, surga banget ya mbak buat ibu2 hehe :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Enak tidur, enak makan, Mbaaaa... hihiiii. Seharian ga mikirin beres-beres dan masak, ituuuu sesuatu pisan. Bikin hati segar :*

      Delete
  9. Emang strategis banget tuh hotel yang satu ini. Nice!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jagoan ya yang milih lokasinya.

      Delete

Silakan meninggalkan pesan, masukan atau apapun. Terima kasih untuk apresianya. adv