Untukmu, Anakku



Aku melihatmu di monitor USG sejak kamu berupa janin. Aku rindu untuk kontrol agar bisa melihatmu dibalik layar itu. Diawal pergerakan, kaki dan tanganmu begitu lincah menari dan berenang-renang. Minggu berikutnya badanmu semakin besar saja, pergerakan kaki dan tanganmu tidak begitu lincah tapi jari-jari itu seperti melambai kepadaku dan bapakmu yang riang melihatmu. Kami merindukanmu, sangat!
Hari ini aku, ibumu tidak sehat seperti biasanya. Tempat makanmu tidak teletak pada posisi yang semestinya, kondisi badanku lemah dan nyeri. Aku harap kamu tetap kuat dan sehat di kantung sana. Sebaiknya kamu tenang saja sampai waktunya keluar, jangan sekarang yah karena kami ingin melihatmu tumbuh besar, sehat, cerdas , karakter yang kuat, kepribadian, akhlak yang kuat dan pintar. Kami ingin kamu mempelajari kehidupan yang yang luar biasa ini. Betapa banyak hal yang berbeda baik manusia, tumbuhan, hewan dan benda-benda lainnya yang dapat mempengaruhi hidupmu menjadi baik atau sebaliknya.
Kami ingin sekali berbagi kehidupan ini denganmu. Kami ingin mengajakmu mengenal dunia kesenian, dunia ini telah mengajarkan kami menikmati hidup. Otak kami terus diajak berfikir dan hati kami tidak berhenti merasakan keindahan dan kerusakan dengan reaksi yang cepat. Perubahan sudut pandang kami terhadap hidup menjadi berubah, dari sempit menjadi luas, dari negatif menjadi positif, dari lemah menjadi kuat dan proses ini dilewati masa yang cukup panjang. Jangan pernah menyerah dan menghakimi diri sendiri sehingga kamu lari dari ketidak berdayaan karena dari ketidak berdayaan itu melahirkan kekuatan selama kamu mau berfikir dan mencari jalan keluarnya. Aku merasakan itu, karena aku perempuan yang sangat tidak percaya diri tapi disana aku bertemu dengan orang-orang yang percaya diri dan aku mempelajarinya dari mereka. Teman-temanku yang tidak lelah mendampingi kelelahan dan kelemahan dalam menghadapi persoalan. Anakku, betapapun sulinya menemukan teman yang tulus, selama kamu tetap berbuat tulus dan baik, mereka akan datang padamu.
Anakku, di dunia kesenian ini mengajarkan banyak keindahan dan kesuraman. Jangan takut menghadapi kenyataan, karena mereka bukan kamu dan kamu bukan mereka. Tetaplah dalam pendirianmu, lihat dan pelajari apa yang bisa kamu lakukan untuk memperbaiki hidupmu.
Anakku, waktu akan merubah banyak hal. Semakin hari kita belajar pada apa yang kita lihat, dengar, raba, sehingga dapat merasakan sesuatu yang sulit dimengerti. Setiap hari belajar dari kejenuhan, ketidakberdayaan, kekuatan, dan sampai pada titik semakin tahu apa yang bisa diputuskan untuk menghadapi tingkah persoalan yang datang silih berganti. Bahkan ketika semakin banyak tahu terbukalah pintu-pintu tidak tahu yang menjadi persoalan baru.
Sayangnya, banyak sekali diantara kita sering kehabisan energi untuk memecahkan ketidaktahuan itu. Merasa lelah atau lebih memilih untuk tetap tidak mau tahu sehingga tetap berada pada titik jenuh atau jalan ditempat. Atau bisa jadi karena merasa sudah besar, dirinya tidak perlu untuk membuka jendela hati dan pikirannya yang tidak terbatas itu melihat beragam kemungkinan. Tapi aku tahu, kamu akan kuat menghadapi segala perubahan itu. Karena kamu anakku dan bapakmu yang memiliki pendirian yang kuat dan berjiwa besar.
Anakku, jangan keluar sekarang yah. Aku dan bapakmu ingin mengajakmu keliling dunia, kita… ya kita! Suatu hari nanti aku ingin matamu dimanjakan dengan keindahan dunia yang sedemikian agung. Aku ingin kamu dapat mendengarkan suara dedaunan, gemerisik angin , riak air terjun dan merasakan deburan ombak. Aku ingin melihatmu tertawa, menyanyi dan bercerita tentang banyak hal dengan riang. Kamu harus mencoba masakan yang di buat dibawah langit yang bertaburan bintang, ditengah-tengah kemilau pagi atau birunya langit berhiaskan awan-awan yang sedang bermalas-malasan. Rasanya begitu nikmat, kamu akan semakin tersadarkan bahwa kita bagian dari alam dan alampun bagian dari hidup kita. Tarik menarik jiwa manusia kita dan jiwa alam semakin kuat dan lengkap.
Disini, kamu akan mengenal Tuhanmu semakin dalam. Lembaran surat cinta yang digoreskan dengan sangat hati-hati memberikan gambaran yang luar biasa tentang hidup kita sekarang, dulu dan masa depan. Semakin kamu menganal Tuhanmu, kamu tidak akan penah ragu-ragu dalam menghadapi dan menjalani hidup. Karena disini kamu akan mengenal salah, benar, hitam, putih, perbedaan, ketidakpastian, keyakinan sehingga hati dan otakmu semakin luas dan terbuka. Aku yakin, dengan izin-Nya kamu akan menjadi sosok yang adil dan tangguh.
Anakku, semoga aku dan bapakmu mampu menjadi orang tua yang bisa membahaiakan hidupmu. Menghiasi hidupmu dengan kenangan-kenangan indah dan mampu mengarahkan pada kehidupan yang selalu baik dan lebih baik lagi.
Anakku, aku selalu mencintai dan merindukanmu…
Ibumu

Ima Rochmawati

No comments:

Post a Comment

Silakan meninggalkan pesan, masukan atau apapun. Terima kasih untuk apresianya. adv