Menggali Ingatan Bahagia, Merawat Jiwa, Memelihara Bahagia




Cara Merawat Bahagia

Ingatan seperti kota di malam hari. Lampu-lampu berkerlipan terlihat indah, gedung-gedung bertingkat tampak kokoh, jalanan begitu rapi. Warna kota dengan lampu berjajar rapi. Tapi begitu mendekat, banyak situasi detil yang terlihat. Mulai seorang perempuan tua yang mengemis di pinggir jalan, pedagang asongan, kelompok orang yang berbaju rapi pulang kantor, bertumpuknya orang-orang di transportasi umum seperti bis, angkotan kota, kereta. Riuh rendah, kadang sesekali senyap penuh pertanyaan.

Begitupun ingatan, tentang hari ini, masa lalu dan harapan ke depan. Ingatan ini berkerlipan kadang indah, kadang sesak. Dia kerap memberi banyak pengaruh pada sikap-sikap kita dalam merespons situasi didepan dan mengambil berbagai keputusan. Semakin kita melihat ke dalam diri, begitu banyak cabang ingatan yang membentuk pribadi yang kompleks.

Seringkali ingatan negatif itu suka lebih mendominasi, seperti perasaan sedih, marah, takut, waspada, dll. Perasaan itu kerap melahap ingatan menyenangkan yang patut disyukuri. Sehingga kita lupa udara yang dihirup, badan yang kuat, makanan yang tersedia, kerupuk
kecap yang enak, buah-buahan yang segar, saudara yang baik, sahabat yang selalu perhatian dan banyak lagi.


Rasanya tidak enak ingatan bahagia yang berlipat-lipat kerap hilang karena satu kejadian buruk. Jadinya hari ini mau berbagi tulisan tentang cara menjaga hati dengan mengingat hal-hal yang menyenangkan. Coba deh lakukan ini:

1. Bangun tidur dengan menarik nafas yang tenang, rasakan. Lalu bersyukurlah kita dikasih kesempatan kembali bangun hari ini. Lalu tersenyum pelan. Katakan, saya bahagia dan cantik. Hari ini akan menyenangkan.

2. Lalu senam-senam sebentar, gerakan mulai dari kepala hingga kaki.

3. Buat muslim, tentu lanjut shalat dan mengaji.

4. Teruslah berdzikir dalam melanjutkan aktifitas.

5. Tulis what to do list. Kegiatan yang penting-penting untuk anak-anak, suami, diri sendiri.

6. Sempatkan waktu sehari, setidaknya 20 menit untuk mengingat dan menulis hal-hal yang menyenangkan selama sehari atau seminggu. Cara ini bisa membangkitkan rasa bahagia di hati.

7. Selalu melihat sudut pandang positif pada setiap persoalan.



Selama kita hidup, masalah itu ada saja. Kecil-kecil kadang besar-besar. Kejadian menyenangkan dan tidak menyenangkan datang silih berganti. Kadang masalah yang sama masih ada, tapi kalau kita mau membuka mata lebar-lebar. Ternyata di tengah masalah itu selalu menstimulasi pikiran dan hati kita untuk mencari jalan keluar. Dengan mencari solusi, disana kita akan dipertemukan dengan berbagai kejadian yang menambah pengetahuan kita. Hadir dalam bentuk kebaikan-kebaikan yang efeknya bisa merawat hati.

Saya selalu ingat kalimat ini,


”Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.”

Kenyataanya, ketika kita menjalani masalah itu rasanya beraaaat sekali. Tapi selama kita tetap berdoa, berusaha, dicari ilmunya dan konsisten, percaya deh, satu persatu kita akan diarahkan jalan keluar dengan cara yang luar biasa. Dari setiap jalan itu, kita akan banyak belajar dan dapat ilmunya. Saya lakukan ini agar saya lebih asik dan produktif menjalani hidup. Untuk bahagia itu rupanya harus ada usaha dan perlu latihan.

Saya percaya, setiap masalah sebagai bentuk dibukakannya ilmu-ilmu Allah (ilmu kehidupan). Sikap optimis akan membawa kita pada berbagai jawaban sehingga membuka pandangan. Sikap seperti ini yang membuka banyak kemudahan dan sadar bahwa banyak kejadian yang lebih banyak patut kita sadari.

Seperti, “Kenapa ya saya tinggal di rumah ini?”, “Kenapa ya suami saya sakit?”, “kenapa ya anak-anak saya tidak punya teman?”, “Kenapa ya saya gini-gini aja.”,“Kenapa ya bla, bla, bla lainnya.”

Rupanya, setiap pertanyaan yang muncul di benak kita, sebagai bentuk stimulasi diri dalam mencari jalan keluar. Tidak diam. Dengan ada upaya pencarian ini, biasanya hati akan diarahkan pada jawabanya melalui siapapun dalam bentuk apapun. Sehingga kita akan dihadapkan pada keputusan yang harus diambil. Cara ini salah satu bentuk Allah berkomunikasi dan mendidik kita.




20 Menit Membangun Ingatan

Sekarang ini, ditengah persoalan, saya kerap menggali ingatan kebaikan-kebaikan orang-orang dan kejadian menyenangkan yang hadir disekeliling saya. Katakanlah ketika akan menyeberang jalan, ada tukang parkir yang datang menghampiri lalu menolong saya menghentikan kendaraan yang melintas. Kecil tapi berarti. Pas mau ke pasar, datang tukang sayur gerobak bawa bahan masakan yang dibutuhkan. Situasi yang sederhana, tapi menyenangkan dan patut disyukuri.


“Semakin kita bersyukur, maka Allah akan menambah kenikmatan.”

Seperti beberapa kejadian seminggu kemarin, kakak saya memberi kabar kalau anaknya sudah wisuda. Dia sekeluarga mau ke rumah sambil bawa teman nasi dari daging, pepes, capcay dan makanan lain. Hari itu pun saya tidak memasak. Kenapa datang ke rumah saya, soalnya saya anak yang serumah dengan Amih (ibu kami). Jadi sore itu pun seru, kami seperti diajak ke masa lalu mengingat-ingat kejadian masa kecil keponakan kami yang kini sudah wisuda saja, seperti baru kemarin. Amih terlihat sumringah, dia bilang,”Kayanya Amih dikasih umur panjang agar bisa melihat cucu-cucu yang sudah berhasil.” Kami pun tertawa lalu meluncurlah doa di bibirnya.


“Ikut merasa bahagia dengan kebahagiaan orang lain, ini membuat jiwa kita lebih sehat.”

Begitupun beberapa hari lalu, saya antar suami kontrol ke rumah sakit. Anak-anak tidak mau sekolah, mereka memilih ikut antar ayahnya. Awalnya kesel juga karena anak-anak ktidak mau sekolah. Tapi saya fikir sepertinya bakal menyenangkan bawa mereka ke rumah sakit, pulang kontrol bisa ajak mereka jalan-jalan. Sepanjang jalan anak-anak senang, banyak yang ditanya, banyak cerita juga.

Beruntung sekali, suami saya dapat nomor antrian BPJS di angka 89. Mungkin buat orang yang tidak terbiasa antri, angka ini termasuk besar. Dua bulan kebelakang, antri BPJS di rumah sakit bisa lewat sms. Jadi saya tidak perlu lagi pergi subuh untuk ambil nomor kecil. Cukup sms saja. Saya, suami dan anak-anak pun pergi ke rumah sakit pada jam yang sudah diperkirakan tanpa lama-lama. Begitu tiba, saya cukup menunggu antrian sekitar 4 nomor lagi. Biasanya, saya harus antri dari subuh, kalau beruntung sudah dapat surat eligibilitas BPJS dibawah jam 09.00 wib. Tapi kalau dapat nomor tinggi, kemungkinan besar baru dapat surat eligibilitas BPJS jam 10.00 wib bahkan jam 11.00 wib. Itu belum antri dokternya, ya.

Nah, asiknya lagi, mungkin ini pertama kalinya antri BPJS dan dokter dalam waktu singkat. Kali ini jam 11.00 WIB semua proses sudah selesai, termasuk antri obat. Yeay! Karena senang dan masih siang, jadi saya ajak anak-anak ke jalan Dalem Kaum untuk menikmati makanan dan mencari sepatu olahraga. Oke, sepatu olahraga ini udah kesekian kali beli dan kesekian kali juga hilang. Sedih, ya. Tapi sedihnya engga lama-lama juga, soalnya saya percaya setiap barang yang hilang InsyaAllah diganti sama yang lebih baik. Asaaaal, sabar. Hehee...



Di Dalem Kaum anak-anak seru sendiri, mereka becanda-becanda di toko meski sesekali saya tegur agar tidak mengganggu pemilik toko. Setelah itu jalan kaki di seputar Dalem Kaum, foto-foto dan beli es krim. Sederhana, tapi rasanya asik sekali. Anak-anak senang dan bisa jadi ini pengalaman pertama mereka main ke Dalem Kaum, ya ini pengalaman pertama. Mungkin selama ini saya terlalu fokus mengurus yang lain-lain, terutama masalah kesehatan suami. Maafkan, ya, huhuhuuuu...

Coba deh ingat-ingat kebaikan dan hal menyenangkan yang kerap terjadi. Kita akan menyadari, jumlah kejadian yang menyenangkan itu lebih banyak dari yang bikin pusingnya. Kecenderungan kita (saya meureuun), dominasi ingatan yang buruk kerap lebih banyak dibanding hal yang menyenangkannya.

Seperti sore ini, warna matahari bagus sekali. Terlihat sendu juga hangat. Tanah gembur, pepohonan rindang melengkapi wangi pohon dan suara nyanyian tongeret. Mungkin beberapa kejadian ini biasa saja, tapi bisa menyadarkan diri untuk-banyak banyak bersyukur sama sesuatu yang terjadi di diri dan lingkungan.

7 Comments

  1. Adem bacanya Teh, makasih reminder nya ya saya jadi ingin belajar cuekin org yang cuek, sayangi org yg care dan banyak bersyukur bahwa hidup kita mungkin yg org dambakanšŸ¤—

    ReplyDelete
  2. Setuju kalau kita harus lebih banyak bersyukur dan jauhi toxic environment biar selalu sehat dan awet muda :)

    ReplyDelete
  3. Setuju teh mengingat kejadian menyeanngkan akan membuat kita jauh merasakan bahagia dan semakin bersyukur :)

    btw aku baru tau antrian bpjsnya bisa lewat sms jadi pengen cobain hehehe

    ReplyDelete
  4. Kalau saya sih enggak mau klo sesuatu dari luar diri mweusak mood bikin baper dsb..dsb..jadi positive thingking aja jadinya san itu memang hrs dibiasakan dan dilatih ya teh..

    ReplyDelete
  5. Dear Teh Ima,
    Kemarin aku baru aja ngalamin kekecewaan dan kehilangan. Terima kasih buat postingannya, aku jadi diingatkan. Dan aku percaya bahwa semua yang hilang itu punya maksud dan akan digantikan dengan jauh yang lebih baik sama Allah. Aamiin :')

    ReplyDelete
  6. bersyukur adalah cara yang terbaik untuk menjalani hidup dan mendapatkan kebahagiaan di dalamnya, karena dibalik badai akan datang bersama pelangi :)

    ReplyDelete
  7. Ingatan negatif itu seperti dementor,menghisap seluruh energi kita..

    ReplyDelete

Silakan meninggalkan pesan, masukan atau apapun. Terima kasih untuk apresianya. adv