Love, Love Is All You Need

Love, love, love...

There’s nothing you can do that can’t be done

Nothing you can sing that can’t be sung

Nothing you can say, but you can learn how to play the game

It’s easy

Nothing you can make that can’t be made

No one you can save that can’t be saved

Nothing you can do, but you can learn how to be you in time

It’s easy

All you need is love, all you need is love

All you need is love, love, love is all you need



(sepotong lirik All You Need Is Love, The Beatles)



Saya suka sama kata-kata romantis pada lirik lagu The Beatles berjudul All You Need Is Love, bahwa dengan kekuatan cinta tak ada yang tak bisa dikerjakan, semua proses terasa lebih mudah dilakukan. Ringan hati, ringan langkah. Dengan dasar cinta, segala sesuatu itu sangat mugkin dikerjakan sampai tuntas.

Herannya, seringkali cinta ini memberi energi lebih ketika kita menekuni suatu bidang. Hambatan-hambatan cuaca, uang, tenaga, dan berbagai situasi lainnya bisa di-‘hajar’ begitu saja. Sehingga setiap proses terasa lebih mudah dan asik dijalankan. Ada semangat lebih sekalipun berat, entah hormon apa yang didorong oleh cinta, seringkali menghadirkan energi kreatif, kita jadi senang mengulik dan rasa ingin tahu pun lebih tinggi. Dengan begitu setiap hari ilmu semakin bertambah dan kehidupan terasa lebih luas.

Cinta disini tak hanya prihal hubungan laki-laki dan perempuan, tapi perasaan itu hadir secara alami sejak manusia lahir. Mekar, tumbuh dan berbuah.

Saya percaya, setiap orang yang mencintai aktifitasnya, baik itu di dunia seni, pendidikan, tulis menulis, memasak, teknologi, olah raga, kesehatan, apapun. Dia akan terus mengasah, mengolah kemampuannya terus menerus. Dengan begitu kualitas hidupnya semakin terasah dan ‘kaya’. Tak hanya diapresiasi oleh orang-orang, karyanya dapat memberi inspirasi, gerakan positif bagi kehidupan dan lebih dahsyatnya lagi mengharumkan nama bangsa.


Dengan Cinta Jadi Mudah

Banyak proses yang saya jalani dengan cinta. Beberapa diantaranya ketika berkegiatan teater, beraktifitas toko buku berbasis komunitas, menjadi sekretaris redasi di majalah lokal, mengelola usaha desain dan printing, blogging. Semua itu menjadi bagian dari proses yang banyak memberi ilmu kehidupan. Masing-masing memberi kontribusi pola fikir dan hati dalam menjalani hidup yang sekarang.

Kadang ketika kita menjalani kegiatan itu, ada masanya berat sekali yang melibatkan perasaan dan fisik. Tapi saya selalu percaya, setiap masalah yang dijalani hari ini kelak akan kita syukuri karena memberi kekuatan dihari-hari nanti.

Beberapa tahun lalu (laluuu sekali), ketika berkegiatan teater, kalau ingat masa-masa itu saya suka heran sendiri. Energi menjalani setiap prosesnya saat itu sangat besar. Banyak hal yang dikorbankan, terutama waktu bersama keluarga, kurang makan dan mengabaikan waktu pulang malam. Saat itu saya menjalani latihan-latihan yang panjang, aktif mengadakan berbagai kegiatan dan sibuk mengerjakan tugas. Rumah hanya sekedar tempat tidur lalu pagi-pagi sudah berangkat lagi untuk kuliah dan latihan.

Cape karena banyak hal yang menguras tenaga dan pikiran. Herannya, saya bertahan di bidang teater dan dilanjutkan begitu beres kuliah. Kalaupun bekerja, saya ambil yang freelance atau partimer agar bisa tetap berproses di bidang teater. Semua karena cinta.

Begitupun ketika membuat usaha desain dan printing bersama suami. Semua dijalani dengan asik, meskipun diawal-awal buka usaha ini, konsumen masih sangat minim. Nyaris setiap malam kami begadang, membuat desain, potong-potong kertas, bolak balik ke percetakan, belanja kertas foto dan beragam kertas untuk kebutuhan print. Semua proses dijalani seperti diatas perahu dengan ombak yang naik turun. Kadang ombaknya pelan, kencang bahkan airnya diam sama sekali.

Meskipun begitu, semua proses itu terasa berenergi dan asik. Mungkin karena usaha ini memberi kami banyak ilmu, ruang-ruang interaksi yang seru dengan para konsumen. Yang jelas kami sangat menyukai usaha di bidang ini.



Setiap Manusia Ada Persoalan

Ketika manusia memutuskan melakukan sesuatu, apakah itu kuliah, berumah tangga, membuka usaha, mengambil pekerjaan, dan usaha mencapai impian-impiannya. Bukan tidak mungkin semua itu beriringan dengan hambatannya.

Begitupun kehidupan yang kita jalani dengan cinta, bukan berarti terbebas dari persoalan. Hanya saja kita akan lebih mudah bersemangat ketika sedang lelah, mudah mendapat ide ketika harus mengambil beberapa keputusan.

Jadi, jalani semua dengan cinta, bersamaan dengan itu ada kekuatan lebih yang membuat kita tetap berdiri.

Bandung, 28 Agustus 2018

@imatakubesar

Ima Rochmawati

No comments:

Post a Comment

Silakan meninggalkan pesan, masukan atau apapun. Terima kasih untuk apresianya. adv