Brownies: Si Coklat Mengikat Ingatan

Foto: Cholis

Sore itu, hujan pertama kali setelah berbulan-bulan sinar matahari menjadi akrab. Pepohonan mulai terlihat layu, tanah pun agak retak-retak, beberapa tempat mulai kehabisan air. Jalan-jalan mulai agak basah, beberapa pengendara motor berburu tempat untuk berteduh. Saya berlari dari pintu angkot, agak berlari menuju sebuah mini market yang tak jauh dari rumah. 

Wangi kopi dan roti hangat menyeruak lembut di balik pintu kaca. Menunggu hujan agak reda, saya pun masuk.

Di depan kasir ada susunan roti, kue-kue basah, susunan kotak Brownies Aku Suka 3 rasa dan kepingan kukis tipis Aku Suka dengan beragam rasa. Bentuknya persegi panjang sekitar ukuran 28 x 10 cm dengan harga yang ramah di kantung. Sepertinya cukup  untuk merayakan sore yang tengah bermain-main dengan rindu.   

Foto: Ima

Hujan berlangsung tak begitu lama, ada sedikit gerimis bermain-main di atas bahu dan wajah. Langkah dihantarkan menuju rumah, orang-orang tersayang menunggu di balik jendela. Anak-anak teriak kegirangan, berloncatan sana sini, sambil menggendong yang kecil saya bawa camilan yang saya beli di mini market tadi ke meja makan.

Sambil sedikit bercerita, kami pun segera membuka kotak brownies dan melahapnya bersama. Sore itu sukses dilewati dengan asik, tak hanya saya, anak-anakpun senang melahapnya. Saya lebih memilih brownies rasa choco cheese, anak-anak memilih choco almond dan dark choco. Sementara kukis tipis beragam rasa di pegang oleh yang kecil, katanya mau mereka makan di dalam tenda. Ya, tenda yang sengaja kami pasang di tengah rumah.

Tentang Brownies, ingatan dibawa ke masa kecil. Saat saya masih SD (sekitar tahun 1985-an, hey, serasa baru kemarin). Suasana Kota Bandung seringkali menahan ingatan. Ingatan pada pepohonan, wangi makanan, udara lembut, cahaya matahari yang berkilauan, bangunan tua, pedagang tionghoa di Pasar Baru, jalan becek di pasar-pasar rakyat, mobil angkutan berpintu di belakang, asap-asap knalpot yang memenuhi jalanan kota, peraduan rasa dan pesona seni.

Dulu, saya sering diajak main sama kakak ke daerah Dalem Kaum, Braga, sepanjang jalan Otista (Otto Iskandardinata), juga Lembang. Diantara tempat itu, paling sering diajak main ke alun-alun. Kami senang jalan kaki sekedar lihat-lihat kain yang nyeni, bikin jas nikahan buat kakak laki-laki, nonton film di bioskop lalu makan brownies di salah satu toko donat terkenal diantara sepanjang jalan pertokoan.

Biasanya, kalau pergi ke sana, kami naik bis dengan jurusan Ledeng-Leuwi Panjang, berhimpitan dengan orang-orang dewasa dan pengamen jalanan. Rasanya, nyaris semua orang mencari hiburan ke alun-alun dan sepotong brownies. Saat itu pusat kota semua berputar di sana. Pertama kali kenal kue brownies pun di sini, tepatnya di Dalem Kaum. Biasanya saya suka beli donat dengan taburan keju di atasnya, tapi penasaran juga dengan kue berbentuk persegi panjang, bantat, warna cokelat pekat, tekstur yang agak lembek dan wangi yang khas. Saya ingin coba, ternyata Saya Suka Brownies.

Foto: Cholis


Saya paling suka brownies dengan taburan kacang almond, saya pilih minumnya segelas orange juice. “Kamu, suka, Ma?” Tanya Teteh. Saya mengangguk, saya termasuk anak pendiam dengan banyak khayalan dan banyak bicara di kepala. Potongan brownies di atas piring putih, lahap di makan. Sambil makan, saya paling suka mendengar cerita-cerita kakak, tentang teman-temannya, sekolahnya, pacarnya dan banyak hal lainnya.

Mungkin karena itu, saya jadi anak yang suka mendengarkan cerita. Tidak hanya mendengarkan cerita-cerita kakak, tapi berlaku ketika bermain dengan teman-teman masa kanak-kanak hingga dewasa. Saya mungkin termasuk orang yang senang mendengarkan, dan ketika mereka puas bercerita saya hanya memberi pendapat sedikit dan biasanya, mereka langsung menerima. Mereka suka dengan solusinya.

Beranjak remaja, brownies selalu ada untuk jadi teman cerita dengan teman, sajian untuk tamu dan oleh-oleh. Rasanya kalau ada brownies suasana terasa lebih spesial dan hangat. Tak hanya saya yang suka brownies, sampai kini punya anak, anak-anak pun suka brownies. 

===>
Kamu bisa dapatkan Brownies Aku Suka di:

Akun IG @crackerbiskuit

Akun IG @browniesbandung

Pemesanan online kunjungi bit.ly/PesanBrowniesBandung



Bandung, 5 Oktober 2017

@Imatakubesar

Ima Rochmawati

4 comments:

  1. Browniesss...aku suka, maniiis legiiit

    ReplyDelete
  2. Duh enak banget makan brownies saat hujan

    ReplyDelete
  3. Pengen lagi nyemil brownies choco cheese nya

    ReplyDelete
  4. Sukaaa doonk..
    Banget.

    Aku sama anak keduaku penyuka kue brownies garis keras.
    Jadi kalo duet, bisa dengan cepat menghabiskan si kue hitam legam manis ini.

    Heeumm~~

    ReplyDelete

Silakan meninggalkan pesan, masukan atau apapun. Terima kasih untuk apresianya. adv