Pertolongan Pertama Untuk Anak, Ini Yang Harus Dipersiapkan

Beberapa hari yang lalu, anak saya pulang dengan mata berkaca-kaca. Lalu mengadu, katanya jidat dan bibirnya terbentur sudut tembok waktu dia dan teman-temannya lari-lari di masjid. Bisa dipastikan sih karena mereka lincah dan senang main di masjid dengan teman-temannya sebelum mengaji. 

Tapi ya sudah, dalam kondisi kepala sakit bukan waktu yang tepat dia diberi peringatan, nyebelin pastinya. Jadi sudah semestinya kita melakukan respons sesegera mungkin. Seperti peluk sebentar lalu diminumkan air putih hangat biar tenang. Lalu saya oleskan salep anti memar biar benjol di kepala dan bibirnya cepat reda.

Itu bukan pertama kalinya dia terbentur, pernah beberapa kali jatuh, terpeleset berakibat lebam, bengkak maupun luka luar.

Begitupun saat anak saya masih bayi, dia sering sekali kena kolik. Selalu tiba-tiba menangis semalaman, gelisah, kembung. Awalnya bingung, tapi setelah tahu cara penanganan kolik pada bayi ini dengan cara mengoleskan gel penghangat ke perut dada dan punggung, kemudian di gendong dengan menempelkan dadanya di pundak, bayi kami kembali tenang.

Tak hanya itu, bayi mulai tumbuh dengan aktifitas fisik yang serba cepat. Dia belum mengenal bahaya, sehingga seringkali dia sedang bermain dengan kucing lalu kena cakarnya, terjatuh di kursi, terpeleset di jalan.

Mengingat anak-anak masih suka gampang cedera, di rumah saya siapkan beberapa perlengkapan pertolongan pertama. Untuk obat dalam juga obat luar. Kadang-kadang kebutuhan ini seperti yang sepele, tapi dalam keadaan yang tak terduga, ada saja yang terjadi. Jatuh, tiba-tiba badan hangat, muntah-muntah dan lain-lain.

Buat orang tua, pengasuh, tempat penitipan anak dan sekolah, harus tahu tehnik-tehnik pertolongan pertama. Seringkali anak-anak kurang dapat respons segera ketika anak-anak kena luka kecil maupun besar. Kadang-kadang menolong anak yang kena cedera/sakit seringkali buat kita stress (apalagi kalau anak orang lain), membuat khawatir berlebih dan bahkan malah bisa lebih membahayakan.

Ada beberapa catatan penting nih buat orang tua, guru, kakek-nenek, pengasuh ketika menghadapi situasi yang darurat: tenang dan bersikap logis. Penting banget mengendalikan diri ketika ada sesuatu yang “hebat” terjadi, karena dengan begitu kita bisa berfikir apa yang harus dilakukan:

1. Ketika terjadi sesuatu, maka kuatkan diri sendiri. Munculkan pertanyaan dalam piiran kita, apa yang terjadi, lihat situasi, apa yang harus dilakukan, apakah ada lebih dari satu anak yang cedera, apakah ada bahaya lanjutan, apakah ada seseorag yang membantu dan apakah kamu butuh bantuan, seperti ambulance, polisi atau segera dibawa ke UGD Rumah Sakit.

2. Pikirkan keamanan

· Jangan mengambil risiko yang mencelakakan diri sendiri, kalau kita celaka tidak dapat menolong bila kita jadi korban.

· Singkirkan sumber bahaya terlebih dahulu.

· Pindahkan anak anak tersebut, lakukan dengan hati-hati.

3. Rawat cedera serius terlebih dahulu.

4. Cari bantuan.

Di lingkungan rumah, sekolah, tempat penitipan anak, sebaiknya siapkan perlengkapan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K). Awalnya tampak sepele, tapi yang namanya kejadian yang tak terduga tentu tidak harus langsung pergi ke mini market atau apotek. Setidaknya, obat-obat penanganan pertama ada untuk mengatasi rasa sakit yang lebih hebat.

Biasanya, saya sendiri menyediakan beberapa obat dalam dan obat luar serta perlengkapan P3K sederhana disiapkan:

1. Obat pereda panas dan sakit untuk anak

2. Paracetamol

3. Obat maagh

4. Vitamin anak dan dewasa untuk menjaga daya tahan tubuh

5. Betadine antiseptic

6. Penutup luka: perban besar dan kecil

7. Plester hipoalergenic

8. Gel anti memar (thrombopop)

9. Gel penghangat otot dan badan (transfulmin)

10. Bedak dan gel anti nyamuk

11. Peniti

12. Gunting kecil


Foto: Ima

Obat-obatan dan alat perlengkapan ini selalu saya siapkan. Karena masa anak-anak senang sekali bermain dan kadang daya tahan tubuhnya naik turun. Begitupun jika terjadi luka-luka kecil/besar karena jatuh, lalu kulitnya berdarah, tidak hanya terjadi pada anak-anak tapi orangtua pun bisa terjadi kapan saja. Dengan adanya alat-akat sederhana ini, kita bisa cepat menangani luka-luka tersebut jika terjadi sesuatu.

Ima Rochmawati

22 comments:

  1. iya selintas kayak gakpenting ada - tapi kalo benar2 diperhatikan, kotak P3K itu harus ada di rumah (sampai skrg belum ada di rumah) :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bener. Ima biasanya suka nyimpennya di sembarang tempat. Pas butuh, riweeuh pisaaaan. Sekarang mah lumayan tertib. Hahhaaa...

      Delete
  2. Aku kotak obat-obatan sampai 2 kotak.yang satu kotak obatminum yg satunya lagi obat luar.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh, iyaaa... Teknis ini lebih baik, dibedain tempatnya: obat luar dan obat dalam.

      Delete
  3. Paracetamol bukannya bisa untuk meredakan panas dan sakit ya, Mbak? Kalau anak-anak saya biasanya pakai paracetamol

    ReplyDelete
    Replies
    1. Paracetamol bisa buat panas, demam. Biasanya saya beli yang tablet buat saya dan suami kalo agak2 demam, kalo anak dikasih yang cair.

      Delete
  4. Iya betul teh, singkirkan sumber bahaya dulu kl memungkinkan. Ini biasanya ga kepikiran kl lg panik

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, teh. Ada kasus, anaknya kesetrum. Bapaknya langsung tarik badan anaknya, jadi dia juga kena aliran litrik (kesetrum).

      Delete
  5. Aku aja yang diluar rumah selalu bawa starter pack kesehatan (p3k) sendiri teh.
    Tapi khusus aku yang kerja di agency mah isinya beda : obat masuk angin, koyo cabe, minyak angin, obat sakit kepala, sama kartu BPJS lah hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kartu BPJS, ini penting bangeeeeet. Kalo ada apa2 tinggal lari ke ugd, hehehe... semoga tidak terjadi apa2, ya.

      Delete
  6. Daftar obat di kotak P3K aku juga lengkap, sewaktu-waktu suka berguna. Kita harus sering cek tanggal kadalauarsa kalau misalnya memang ga pernah dipake dalam jangka waktu yang lama.

    Makasih untuk sharingnya ya, Teh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, ini, Cek kadaluarsa, kelewat di catet nih

      Delete
  7. Catet, makasih ya Teh ada beberapa item yang belum kami miliki

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih sudah mampir teh Sandra :)

      Delete
  8. Sebagai orangtua, kadang suka panik waktu lihat anak terluka. Tapi memang benar, kita harus tenang, jangan panik atau malah ngomel-ngomel. Kan, kasihan anaknya,udah sakit masih diomelin juga. :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa... sering banget tergoda buat ngomel2, suka sebel sendiri. Hahhaaaaa...

      Delete
  9. teh imaa nuhun sudah ngingetin. aku baru sadar P3K nya random banget.. dan ga pernah bawain apa-apa ke sekolah malika teh.. minimal plester kalau dia jatoh. nuhun pisan sudah sharing.. harus nyiapin nih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama, Ayu. Saya juga sama, random, tapi setelah beberapa kali anak sering jatuh, baru deh mampir ke apotek buat ngelengkapin isi P3K.

      Delete
  10. Langsung isi kotak P3K 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahhahaaaaa.... Sureepiiiii

      Delete
  11. panik ini yg kadang susah ngendaliinnya.. padahal emang harus tenang dulu y teh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, kaget di awal mah gapapa, wajar. Cuma ya itu, kita mesti bisa ngendaliin diri biar tahu harus gimana dan ga salah bertindak.

      Delete

Silakan meninggalkan pesan, masukan atau apapun. Terima kasih untuk apresianya. adv