Tips Memilih Baju Koko yang Keren Untuk Ayah


Suasana Ramadhan mulai terasa nih, di mini market dekat rumah mulai menjual kurma, kue-kue kalengan dan syrup di rak khusus.  Harga-harga bahan pokok di pasar sederhana mulai merangkak naik.  Ucapan menjelang Ramadhan dari teman-teman bertebaran di pesan singkat, WhatUp, juga timeline media sosial.  Menjelang Ramadhan artinya tidak hanya menjalani puasa, tapi juga persiapan menyambut hari raya.  Dari menyiapkan baju yang keren, makanan enak dan persiapan pulang kampung.
Ayah (panggilan anak-anak buat suami) termasuk orang yang cuek, tidak terlalu punya keinginan beli baju baru.  Waktu saya menawarkan beli baju koko keren buat Ied nanti, dia bilang,
“Tenang aja, ada baju koko syukur, yang ada juga masih enak dipakai, kok.  Lagian Ayah kan sehari-hari di rumah. ”  
Mungkin karena dia ‘males’ harus pergi ke toko dan memilih pakaian itu kadang-kadang menguras energi.  Sejak Ayah ada masalah medis, dia belum bisa beraktifitas seperti layaknya orang-orang.  Jadi untuk mengisi hari-harinya, dia memilih menekuni dunia drawing.  Sendiri, sunyi, kadang rame oleh suara celoteh dan tawa anak-anak saja.  Rupanya aktifitas ini cocok dengan fungsi tubuh dan mentalnya.  
Sehari-hari aktifitas di depan rumah yang disulap jadi studio gambar.  Jadi pakaian yang digunakan Ayah seputar t-shirt, kemeja santai, sweater dipadukan dengan sarung maupun celana pendek.  Buat dia, yang penting enak dan nyaman di badan.  Koleksi kemeja dan celana panjang pensiun menemani hari-hari Ayah.  Kemeja  maupun baju koko biasanya dipakai begitu harus keluar rumah, seperti kontrol bulanan ke dokter, shalat Jumat, menenuhi undangan pernikahan dan perjalanan pulang ke kampung halamannya.  


Ayah ini sifatnya eazy going, tapi dibalik sifatnya itu kadang lebih susah memilihkan baju yang keren versi dia.  Mungkin karena Ayah cukup peka sama desain, selera seninya juga cukup tinggi, seringkali pilihan baju jatuh pada desain yang engga gampang di tebak.  Kadang modelnya simple banget seperti polos hitam dengan kancing yang minimalis, kadang aplikasi baju koko yang dia pilih unik seperti aplikasi batik dengan bentuk yang dinamis.  Jadi, seringkali pilihan saya suka engga tepat, karena selera dia cenderung berubah-ubah, tapi yang paling aman sih saya bakal pilihkan baju koko warna hitam, polos.  
Karena sekarang dia engga bisa jalan kaki terlalu lama dan melihat kerumunan orang yang cukup banyak.  Jadi saya ajak dia buat liat-lihat toko online.  Banyak pilihan produk yang ditawarkan termasuk baju koko.  Di toko online ini tidak hanya memperlihatkan foto produk saja, tapi spesifikasi produknya cukup jelas dan jumlah barang yang tersedia.  Jadi kita tinggal memilih thubnail dan fokus kategori  produk-produk yang kita cari.  Seperti, baju muslim.  Baju muslim ini terbagi  jadi baju muslim pria dan baju muslim wanita.
Karena fokusnya mencari baju koko keren pilihan Ayah, saya tinggal buka web toko online lalu klik kategori fashion.  Dari fashion ini klik baju koko.   Sudah.  Pas Ayah lagi duduk santai, sambil minum teh hangat dan camilan, dia tinggal pilah pilih.  
Ada beberapa tips nih memilihkan baju koko untuk Ayah:
  1. Kenali sifatnya: ekstrovert atau introvert
Baju yang dia pakai akan memperkuat karakternya.  Kalau desain pakaian tidak sesuai dengan sifatnya, biasanya si Ayah jadi tidak begitu menarik.  Kurang menyatu.  Ada baju yang keren tapi ketika dipakai sama Ayah jadi ‘engga banget’ tapi ketika dipakai oleh yang lain terlihat lebih cocok.  Biasanya, kalau dia sudah ngerasa cocok, baju itu akan dipakai berulang-ulang sampai belel, begitu pun sebaliknya.  Kalau tidak cocok, baju itu akan terlipat rapi sangat lama di lemari pakaian.
  1. Kenali bentuk badannya
Kalau besar, ambil baju yang warnanya kalem dan netral untuk menghidari kesalahan dalam memilih, seperti, warna coklat, khaki, hitam bisa jadi pilihan yang tepat.  
  1. Kenali lingkungan kerjanya
Seringkali nih, lingkungan kerja akan saling menularkan sifat dan selera.  Tidak hanya kaum wanita, trend baju di lingkungan pria pun cenderung saling mempengaruhi.  Pria akan merasa ‘gaya’ ketika pakai baju dengan merk maupun model baju yang lagi trend.
  1. Kenali merk-merk baju pria
Sesekali kita baca deh majalah maupun website pria.  Disana bertebaran baju-baju dan style pria dengan berbagai gendre.  Gaya baju Ayah yang seniman dan gaya baju Ayah seorang guru, tentu akan beda.  Seniman cenderung lebih terlihat free style, sementara guru lebih rapi.
Yang saya perhatikan, berdasarkan perkembangan dan adaptasi budaya, model baju koko kini engga cuma warna hitam dan putih polos.  Tapi variasinya semakin banyak, tak kalah tredy dan menarik banyak peminat.  Jadi, baju koko engga cuma bisa digunakan di bulan Ramadhan saja atau hari Jumat, tapi digunakan di sekolah, di tempat kerja, dan aktifitas sehari-hari.  

@imatakubesar
Sumber foto: mm

Ima Rochmawati

No comments:

Post a Comment

Silakan meninggalkan pesan, masukan atau apapun. Terima kasih untuk apresianya. adv