Manfaatkan Media Online Token Listrik

Tiang listrik.
Foto: Ima
Suara alarm jam tangan bunyi tiba-tiba, berulang-ulang dengan cepat. Ingatan dibawa seperti ke sebuah suasana alam “mimpi”, saat saya dan suami tinggal darurat di Serpong-rumah kakaknya suami. Perumahan dengan wajah yang sama berjajar, tertata apik dengan desain yang modern minimalis. Biasanya malam-malam seperti ini, suasana sudah senyap, anak-anak kakak sudah istirahat di kamarnya masing-masing. Seperti biasa, saya sulit tidur, merapikan sofa dengan menurunkan beberapa tumpukan bantal ruang tamu, lalu aku rebah disana, suara televisi dikecilkan meskipun tidak ditonton. Dengung suara kulkas, mesin air yang kadang-kadang menyala dan suara yang paling diingat adalah bunyi token listrik rumah yang kerap nyala di beberapa rumah.

Sejak tinggal di perumahan mewah itu, saya baru tahu bahwa sekarang sistem pemasangan listrik menggunakan token listrik. Jadi sistemnya bukan bayar listrik disesuaikan dengan penggunaan selama sebulan, tapi sekarang kita bisa beli pulsa listrik untuk penggunaan sesuai kebutuhan. Satu sisi cara ini lebih praktis dan kita sendiri yang bakal mengatur penggunaan listrik sehemat mungkin. Tapi kadang kala kita lupa, sehingga saat malam hari, tiba-tiba bunyi suara dari mesin token berulang-ulang, nyaring seperti bunyi tongeret, menandakan bahwa pulsa listrik akan habis. Suara ini cukup mengganggu, seperti bunyi mesin denyut jantung di ruang ICU rumah sakit tapi lebih nyaring. Kadang membuat saya terganggu, sulit tidur dan membawa ingatan pada suasana-suasana di rumah sakit. Semua rumah di perumahan itu menggunakan token listrik, jadi bisa dibayangkan jika ada 2-3 rumah ada tanda pulsa listriknya hampir habis. Rame dan menggema.

Entah alasan apa, suatu hari tanda alarm token listrik di rumah kakak tidak diaktifkan. Satu sisi, saya tidak dengar suara alarm itu, meskipun masih sering terdengar suasaranya di beberapa rumah tetangga. Bunyi alarm ini bisa seharian karena orang rumah tidak ada di tempat. Tapi sisi lain, sisa pulsa listrik tidak bisa diketahui dan tiba-tiba saja “pret” listrik mati. Artinya, lampu, televisi, kulkas, wifi, air jet pump, dispenser dan ac rumah akan mati. Sekejap, suasana rumah akan terasa panas dan sunyi. Masih untung kalau mati lampunya pas siang hari, kita masih bisa mendadak beli pulsa ke mini market yang jaraknya cukup jauh. Tapi tak jarang kejadian mati lampu itu pas malam hari menjelang tengah malam, bahkan pernah mati lampu di sepertiga malam. Saya paling sulit tidur jika lampu dalam keadaan mati, redup masih bisa. Jadi, ketika mati lampu sekalipun dalam keadaan tidur, mata akan tiba-tiba terbangun.

Pernah kejadian, pulsa listrik habis pada jam 23.00-an. Kakak turun dari kamarnya di lantai 2 melihat keadaan di lantai bawah. Saya yang setengah tertidur menjadi bangun dan mulai menyalakan senter smartphone. Saat itu juga kakak akhirnya pergi ke mini market dan mengintruksikan saya kalau sudah dapat nomornya agar segera dimasukan kodenya ke alat token listrik. Kakak pun segera pergi dengan menggunakan mobilnya menuju mini market terdekat. Tak lama kemudian masuk telepon, kakak saya bukan memberitahukan kode pulsa listrik, tapi dia bilang harus nunggu jam 01.00 malam karena jam 00.00 wib pembelian pulsa listrik di mini market tidak bisa dilakukan. Jadi kakak saya memutuskan untuk menunggu sambil tiduran di dalam mobilnya, sementara saya harus menjaga pintu tetap terbuka mengingat rumah jika tanpa ada ac akan terasa pengap.

Setelah mati lampu mendadak berulang-ulang trejadi, akhirnya kakak saya langganan beli pulsa melalui temannya. Sehingga saat butuh, jam berapapun kode pulsa listrik akan segera dikirim melalui sms maupun media pesan singkat lainnya. Tapi, kadang-kadang disaat darurat, nomor kontak teman kakak ini tidak bisa dihubungi dan menjadi ganjalan lain ketika harus segera isi pulsa listrik. Cerita ini beberapa pengalaman saya hidup di rumah kakak yang menggunakan token listrik. Tapi syukurlah, beberapa fasilitas untuk beli kode isi ulang listrik semakin berkembang dan menyebar, termasuk isi ulang token listrik online. Tak hanya di satu web saja, tapi menyebar dimana-mana termasuk salah satu web jual beli terbesar di Indonesia. Karena kepintaran manusia dalam mengembangan teknologi untuk memenuhi kebutuhan manusia.





Setelah lihat-lihat ke web yang menyediakan isi ulang token listrik online, ternyata di web itu tidak hanya bisa beli pulsa PLN tapi kebutuhan lain yang harus dipenuhi seperti paket data, pulsa handphone, bahkan pembayaran BPJS.


Melihat tampilannya mudah dan enak difahami. Dalam kondisi seperti sekarang ini, saya rasa, fasilitas-fasilitas yang ada ini harus kita pelajari. Karena suatu waktu, kita akan membutuhkannya sebagai media utama untuk membeli pulsa listrik online maupun beli secara langsung. Karena disituasi tertentu, beberapa tindakan manual harus dilakukan karena terjadi masalah teknis. Begitupun sebaliknya, dalam keadaan tertentu kita sulit pergi ke suatu tempat untuk membeli pulsa dan bisa memanfaatkan fasilitas online untuk kebutuhan sehari-hari. Fasilitas online ini bisa sangat bermanfaat, tergantung siapa dan bagaimana kita mensikapi teknologi internet ini.

Bandung, 9 September 2016
@imatakubesar

Ima Rochmawati

No comments:

Post a Comment

Silakan meninggalkan pesan, masukan atau apapun. Terima kasih untuk apresianya. adv