Pentingnya Pengelolaan Media Digital



Opini tentang Media Sosial

Seperti kita tahu, blog merupakan media digital alternatif untuk orang-orang yang suka menulis. Penulisnya mempunyai ‘kebebasan’ dalam menumpahkan pikiran dan hati penulisnya tanpa tanggung jawab pada industri penerbitan. Penulis bloger lebih independen dan bertanggung jawab sendiri terhadap isi konten yang ia bahas. Hasil olahan tulisan masing-masing blogger bisa beragam dan mendatangkan pembacanya sendiri. Isi atau konten tulisan yang dibahas, lepas dari bagus atau tidak, akan menyaring pembacanya sendiri yang biasanya mempunyai passion dan pemikiran yang sama.

Selain konten, gaya penulisan pun sangat berpengaruh pada segmen pembaca. Pembahasan yang sederhana atau rumit, akan selalu damai dibaca tanpa beban, bahkan bisa menumbuhkan gagasan karena enak dibaca. Sekarang ini, banyak sekali blogger yang mempunyai pembaca setia, ada yang aktif memberi tanggapan di kolom komentar, tak jarang juga pembaca setia ini tak menampakan diri (sebagai silence reader) lalu menunjukan diri saat bertemu, bahkan tak jarang membuka jaringan pertemanan yang manis lalu berujung pada kegiatan yang saling menguntungkan. Kita tidak bisa lepas dari gadget dan kehidupan sosialnya.


Awal yang cantik ini, menambah kegiatan manusia untuk memanfaatkan jaringan internet sebagai media wacana maupun penjelajahan informasi yang praktis. Jenis tulisan blog itu macam-macam, ada blogger yang membagi ilmunya, pengalaman sehari-hari, menuliskan hobinya, ulasan kegiatan, pengalaman dalam menggunakan produk XYZ, kegiatan travelling-nya, tulisan kontemplasi dan banyak jenis lainnya, lalu dituliskan dalam blog. Serunya lagi, tulisannya sering dilengkapi dengan foto-foto yang membuat kita ikut terlibat dalam kegiatannya. Karena tulisan blogger ini adalah dirinya yang melahirkan tulisan-tulisan yang tulus. Jadi menumbuhkan pembaca natural yang mencari informasi apapun dari tulisan para blogger, karena melalui mereka, kita bisa dapat informasi yang sesuai dengan pengalaman ‘spiritual’ blogger itu sendiri.

Ketika pertumbuhan fasilitas gadget untuk memenuhi kebutuhan penggunanya setiap waktu semakin canggih, dan bermunculan aplikasi media sosial yang menjadikan manusia semakin agresif dan membuat jaringan pertemanan. Melalui kecanggihan ini, kita ‘seolah’ bisa menuangkan pendapat, mengoceh, apload foto sehari-hari, menyebarkan informasi yang tumbuh dimana-mana seperti jamur . Seketika kita bisa berteman dengan ratusan orang, saling mempengaruhi, mendapat apresiasi dan interaksi postif negatif yang intens. Sayangnya, kebutuhan dan motivasi orang-orang itu beragam, sehingga ‘jamur’ ini menjadi jenis yang bergizi atau beracun. Fasilitas digital ini seperti magnet, ia rentan memberi pengaruh satu sama lain, bisa melahirkan sudut pandang yang melahirkan gaya hidup dan memberi kekutan untuk memilih.

Kini segala unsur industri memandang kreatifitas tulis menulis di blog ini sebagai media marketing yang menjembatani produknya pada pembaca blog yang setia maupun pembaca blog yang membutuhkan informasi. Informasi produk pun bisa diperoleh secara seimbang, selain dari web penyedia produk, mereka akan mencari kualitas sesuatu atas pengalaman blogger: direkomendasikan atau tidak.



Maksimalkan Fasilitas Media Digital

Opini ini diperkuat ketika saya datang ke acara Kopdar Blogger yang diadakan oleh Fun Blogging di King Burger Pasar Festival seminggu yang lalu. Ada 2 pembicara, Niko dari gerai CNI dan Ani Berta sebagai freelancer, conten writer, brand endorse dan workshop fasilitator seputar blog.

Pengaruh Digital Marketing ini diakui oleh Niko bahwa ia mendapat kemudahan dalam mengenalkan produk dan memantau antusiasme masyarakat pada produk CNI. Sudah setahun ini ia memaksimalkan fungsi Fans Page Facebook dan GoogleAd. Efeknya lebih efektif dan memudahkan penjualan selain tetap menjalankan offline. Jadi bagi Niko sebagai pengelola geraicni.com, Digital Marketing menjadi salah satu alat marketing yang PENTING dan Part Of Social Media to Grow. Niko menggambarkan 3 hal penting yang harus diperhatikan agar media sosial mengalami pertumbuhan:

1. Digital Advertising

Menggunakan media berbayar, agar konten tepat sasaran dan bermanfaat.

2. Content Plan

Isi konten dari web, fans page maupun GoogleAd diolah tulisannya berbagai tips kesehatan karena sesuai dengan produk yang di jual oleh CNI.

3. Marketing Plan

Jadi, tak bisa disangkal lagi asal dikelola dengan konsisten, media sosial seperti facebook, instagram dan twitter, blog, google+ menjadi ALAT digital advertising yang tepat dan efektif untuk menguatkan brand produk, budaya, Negara, karya seni, pencitraaan seseorang dan lain-lain. Cara kerjanya sederhana, follower akun diarahkan untuk jatuh hati pada produk maupun jasa yang jadi antusiasme pemilik akun melalui rangkaian kalimat maupun foto yang catchy. Informasi akan menyebar di berbagai sisi, di ruang-ruang publik maya mapun di ruang-ruang chatting yang lebih personal. Oleh karena itu, akan ada banyak manfaatnya jika kita ikuti dan pelajari perkembangan teknologi yang semakin canggih agar bisa menyesuaikan dengan perkembangan kebutuhan manusia. 

Media sosial menciptakan kolaborasi bermanfaat dan bersinergi
antara blogger dan perusahaan.
Mengelola dan Produksi Konten

Digital Marketing tidak akan jalan begitu saja jika kita tidak bisa mengolah dan mempersiapkan sumber konten. Lalu Ani Berta menguraikan sumber informasi yang bisa membuat web, blog kita jadi kaya konten:

1. Berbagi Inforrmasi

· Tempat menarik, bersejarah, peristiwa

· Informasi membuat dokumen NPWP, Passport, dll.

· Berbagi inspirasi dan solusi



2. Berbagi Edukasi

· Keahlian, pengalaman, latar belakang pendidikan

· Hasil wawancara narasumber (workshop, personal interview)

3. Berbagi Opini

· Sumber berita di televise, media cetak dan online

· Acara talkshow offair dan onair

· Hasil obrolan

Menulis di blog bukan berarti memberikan berita-berita maupun informasi yang asal dan salah. Sehingga untuk menguatkan artikel kita bisa menggali data statistik, mencari informasi dari buku, wawancara, berita dari media yang menghasilkan tulisan yang berbobot dan sesuai fakta.

Ani Berta menjelaskan, bahwa ia selalu melakukan tugasnya secara maksimal. Ketika ia diundang ke acara JKN, setelah acara seminar, di waktu istirahat ia memanfaatkan waktu untu melakukan reportas kegiatan, interview narasumber, menanyakan dibalik acara pada panitia dan membekali dengan pengetahuan khusus. Dengan begitu, kita akan mendapatkan informasi yang lebih luas dari berbagai sisi tentang sebuah peristiwa.

Bukan alasan lagi kita menyerah dan mengatakan sebagai gagap dunia digital, karena teknologi dunia digital akan terus berkembang dan menyertai kehidupan kita sehari-hari. Ada baiknya kita pelajari lalu memaksimalkan fungsinya. Seperti kita tahu, ketika kita menguasai informasi maka dia yang akan menguasai dunia, bukan berarti menguasai digital agar kita menjadi tokoh-tokoh besar. Setidaknya, kita tidak akan dipermainkan pengguna digital dan ketinggalan perkembangan dunia. Dengan memaksimalkan kemudahan yang ditelurkan oleh media digital, kita bisa menjadi bagian kehidupan yang saling memberikan informasi yang bermanfaat.

Bandung, 14 Maret 2016
@imatakubesar

Ima Rochmawati

13 comments:

  1. yipiii...makasih ilmunya neng ima anu geulis, ulah klepek-klepek yaaah

    ReplyDelete
  2. Kang Alee: Asiiiik, nuhun udah mau berkunjung.
    Bunda Rany: elmu biar makin geulis, teh. Hehehee...

    ReplyDelete
  3. Blog harus punya taste juga ya mbak, kayak pict di atas Taste is King. Btw saya juga hadir tapi kita nggak ketemu ya..saya datangnya agak telat jd duduk dibelakang. Salam kenal ya mbak :-)

    ReplyDelete
  4. Di era digital blogger mestinya juga melek digital termasuk digital marketing
    Terima kasih pencerahannya
    Salam hangat dari Surabaya

    ReplyDelete
  5. Nice sharing mbak Ima. Memang dunia digital sudah harus jadi bagian kita. Makasih pencerahannya ya mbak

    ReplyDelete
  6. Nuhun artikelna Teh Ima :)

    ReplyDelete
  7. Syafiatudiniyyah: Pas liat display ini di sudut dinding Burger King, pas banget sama konteks workshopnya. Jadi asik lah buat di pajang di pembuka.
    Pakdhe: Iyah, masalah perkembangan digital ini larinya cepet, belum beres ngerti tentang X muncul tentang Y, hihi.
    Febriyan Lukito: Yah, perkembangan teknologi yang menciptakan budaya yang menarik.
    Teh Ani: Sami-sami, semoga suka. Boleh banget ngasih masukannya :)

    ReplyDelete
  8. waah..aku melek terus dunia digital Imaa
    biar ga kudet hiiii

    makasih ya sharingnya..

    ReplyDelete
  9. Sekarang memang eranya digital ya Teh. Kalau gak melek tar malah banyak ketinggalan :D.

    ReplyDelete
  10. Teh Nchie: Teh Nchie mah sehari-hari sama yang beginian, apdet terus nih pasti urusan digital-digital mah.

    Euis: Eta pisaaaan. Asal mau belajar, bisa ko yah.

    ReplyDelete
  11. Asyiknya dapet ilmu terus dipraktekkan ya teh. Saya sptnya belum memaksimalkan media digital ini. Baru bulan April ini punya niat, tp baru niat teh Ima hehe

    ReplyDelete
  12. Abah Raka: Kalo udah niat, pasti ada jalan, perkuat sama doa. Insya Allah bisa dan dipertemukan dengan lingkungan yang baik dan saling mendukung ke arah kebaikan, kemajuan dan saling memberi manfaat.

    ReplyDelete

Silakan meninggalkan pesan, masukan atau apapun. Terima kasih untuk apresianya. adv