2016: Menulis dan Traveling

Foto: Ima

Hidup adalah cinta, cinta itu melahirkan kebahagiaan, kebahagian lahir dari keinginan. Seringkali bahagia tumbuh ketika keinginan dan harapan kita terpenuhi/tercapai. Begitupun dalam proses pencapaian keinginan itu selalu memberi kita banyak energi bahagia. Jadi seringkali ketika keinginan itu muncul ibarat minum kopi dan ketika keinginan tercapai ibarat minum kopi pada tegukan terakhir.

“Hati-hati dengan keinginanmu”, Dialog dalam sebuah novel India.

Kupikir juga begitu, karena seringkali, keinginan itu akan memancing segala unsur kehidupan yang mengarahkan kamu pada keinginan. Entah kapan, entah bagaimana, semua proses hidup kita berkelok, berputar, sampai lupa pada keinginan yang pernah kita langitkan. Ternyata jalan hidup kita selalu menuju pada keinginan yang pernah muncul, dulu, sempat tersimpan di ujung hati terdalam lalu kembali mengambang.

Keinginan, ibarat mata air yang mengalir begitu saja, ia akan mendatangkan banyak kehidupan. Disana ada harapan, dalam harapan ada langkah, dalam langkah ada doa, dalam doa ada keteguhan. Dalam prosesnya dilengkapi dengan jalan hidup penuh kejutan yang bisa memainkan degup jantungmu. Tapi hidup haruslah punya keinginan, karena jika keinginan itu tak ada, hidup tak ada gairah yang akan membukakan rahasia ilmu Tuhan yang maha kaya. Bisa jadi, keinginan merupakan sebuah jalan yang mempertemukan kamu pada berbagai hal kehidupan yang menakjubkan. Dan yakinlah, ketika keinginan itu tidak atau belum tercapai, disitulah kamu harus bisa memahami, bahwa proses itulah sebuah keindahan dalam mendapat keinginan, bahkan bisa jadi lebih bahagia dari pencapaiannya.
Hidup adalah candu. Ketika kamu menemukan gairahmu dalam satu hal yang kamu suka, otak dan hatimu akan terus bertumbuh, bergerak mencari, menanam, memelihara, mempertahankan satu persatu pohonmu. Keinginan ibarat benih yang tengah kita pegang, apakah benih ini akan kamu tanam atau dibiarkan membusuk.

Dalam genggamanku ada beberapa benih, beberapa yang lain sudah tumbuh dan layu. Salah satunya adalah dunia menulis dan jalan-jalan. Ketika menulis, aku merasa hidup, otakku, hati, selalu bergerak, memberi irama dan menyempil dalam setiap persoalan yang sering hinggap. Dalam menulis, aku semakin mengenal diri sendiri, memaknai setiap proses masalah yang datang. Dalam menulis ada proses pemecahan masalah, proses kontemplatif yang membuatku sadar bahwa setiap unsur disekelilingku sangat berarti dan menjadi peran pertumbuhan hidupku. Selain menulis, aku suka traveling. Aku suka menikmati suatu tempat baru untuk disinggahi, menelusurinya, mengenalnya dari makanan, alamnya, kepul kota, suara, suasana dan perbincangan-perbincangan kecil. Karena semua itu memberi banyak keindahan ilmu Allah yang maha kaya. Semakin menyadari akan makna ada, hidup, berdiri, satu kesatuan sebuah kehidupan, aku, kamu, mereka, lingkungan. Travelling dan menulis sebuah bagian penting dalam hidupku, karena kegiatan ini bisa mengisi hati yang kosong. Keduanya memberi banyak kebahagiaan dan setangkup rezeki kehidupan.

Lalu, Blogger Perempuan menstimulasi otakku dengan sebuah pertanyaan sederhana, katanya, apa keinginanmu di tahun 2016? Aku menarik nafas panjang ketika sebuah pertanyaan ini muncul. Dengan mendorong keberanian akupun berani berharap, bahwa tahun 2016 menjadi bagian dari langkah-langkah yang sudah aku lewati. Seperti yang pernah aku tulis dalam secarik kertas, keinginanku masih sama dengan yang kutulis di tahun 2014:

1. Ingin travelling ke berbagai daerah sambil menulis.

2. Perjalanan yang ku lakukan ini tidak mengeluarkan uang malah dibiayai.

3. Dari menulis bisa menghidupi kebutuhan dan memuliakan keluarga, khususnya anak-anak.
Foto: Ima
Aku ingin, dunia yang sedang aku lakukan sekarang terus tumbuh, berkembang dan dibutuhkan. Aku mau menjadi bagian dari blogger professional, bloger matang dan tangguh. Bahkan suatu hari, aku ingin menjadi penulis yang lebih berdaya. Aku ingin terus mempelajari agar apa yang aku lakukan sekarang konsisten dan memberi banyak manfaat. Melalui dunia blogger, aku mendapat banyak pencerahan mengenai situs-situs online yang bisa membuka kesempatan dan kemudahan bagi setiap orang. Kemudahan dalam dunia itu beragam , kemudahan mendapat informasi, kemudahan belanja melalui toko online, jalan usaha, tempat travelling yang menarik, lomba-lomba menulis, kesempatan menjadi buzzer, situs yang menyediakan kupon diskon untuk belanja online dan memberi kesempatan buat kamu dapat hadiah dari kuis-kuis seperti yang tengah berlangsung di situs flipit ini.



Media blog (media sosial) menjadi bagian penting yang bisa menginformasikan beragam hal. Aku melihat banyak keindahan orang-orang yang punya daya kreatifitas tinggi, sudut pandang yang luas dan sangat beragam. Mereka bergerak dan terus berkarya. Aku mau menjadi bagian dari riak kehidupan itu. Bertahan bersama dan tetap melangkah satu persatu seperti detik jam, terus bergerak seperti waktu yang terus berdetak. Meskipun usiaku mendekati angka 40, tapi aku tidak pernah tahu kapan hidupku selesai, mungkin kamu juga tidak tahu.

Dulu, waktu remaja, sekitar 20 tahun lalu, aku punya keinginan bisa keliling dunia tapi aku mau melakukan itu karena sebuah pekerjaan. Saat itu aku belum mengerti, pekerjaan apa yang bisa seperti itu, ternyata ketika aku gabung dengan kelompok teater kampus dan komunitas baca di Bandung. Melalui jalan ini aku bisa tahu Surabaya, Tasikmalaya, Bali, berbagai macam panggung di Bandung. Meskipun sekarang aku tidak bermain teater lagi, teater menjadi kekayaan pengetahuan yang luar biasa, perjalanan yang membahagiakan dan memberi sejuta manfaat/modal pengetahuanku dalam menulis.

Memujudkan keinginan adalah prihal keberanian menggerakan satu persatu langkah. Masalah sering berdampingan dengan kemudahan, begitupun sebaliknya. Setelah melewati banyak kejadian, aku semakin bertahan, bahwa setiap keinginan akan memberi energi dan jalan bagi kehidupan itu sendiri. Orang-orang datang dan pergi, memberi kebaikan atau menorehkan luka, keduanya sama-sama memberi kekuatan bagi kita. Hidup ini harus dimanfaatkan semaksimal mungkin, untuk diri sendiri dan orang lain. Karena waktu membatasi tubuh kita yang terus tumbuh dan menua.

@imatakubesar

Bandung, 27 Desember 2016

Ima Rochmawati

14 comments:

  1. travelling dan menulis itu kyk candu ya mba :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Candu. Kalau ga nulis, hampa Des, malah lebih gelisah. Kuncinya, tulisannya harus diberesin, kalo engga bakal berantakan komunikasi sama keluarga, teman, hihii

      Delete
  2. Semoga terkabul 2 keinginan yg persis dgn gue. Semoga Tuhan merestui melalui tangan 2016..Aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aaaamiiiiinnn... suatu hari, kita harus travel bareng, Sar.

      Delete
  3. Alhamdulilah sdh menemukan passion ya mbak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini passion yang dipelihara dari jaman remaja, Mba. Tadinya cuma orang2 terdekat aja yg tau.

      Delete
  4. semoga sukses dengan segala angan dan citanya... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih Mas Kornelius, sehat dan bahagia, yah

      Delete
  5. Dua2nya juga impian saya mba...
    Amiin smoga terwujud yaa.
    Menikmati menulis n travelling...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaaah, senang bisa ketemu sama yang punya satu gairah. Bismillah, Mba, kalo ada rezekinya kita bisa travel bareng, ya :)

      Delete
  6. Sedikit2 Teh Ima sudah menapaki pencapaian dari keinginan2 itu, terus semangat ya Teh :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, teh. Makasih Teh Ani selalu ngasih banyak motivasi di dunia menulis dan semangat hidup :)

      Delete

Silakan meninggalkan pesan, masukan atau apapun. Terima kasih untuk apresianya. adv