Gado-Gado si Kaya Nutrisi

Kembaran Gado-Gado
Kalau kamu makan gado-gado, yang terbayang dan selalu memberi stimulus dalam pikiran saya adalah sehat.  Kenapa?   Karena dalam gado-gado kamu seolah sedang berada di taman sayuran.  Segala sayuran setengah matang berada dalam satu piring dan masuk ke dalam tubuh kamu.  Setiap kesegarannya akan menumbuhkan setiap sel tubuh kamu yang rusak maka akan membuat kulitmu bertambah cerah.  Saya selalu suka gado-gado, selain segar, bumbu kacangnya menjadi kunci kelezatan dalam setiap kunyahan di lidah kita. 

Foto: http://www.hiratakefood.com/resep-gado-gado/

Kalau dulu, saya selalu bingung menyebut gado-gado itu kupat tahu, kadang lotek, karena dari komposisi sayurnya mirip dan sausnya sama-sama berbahan dasar kacang.  Hanya beda sadikit dalam pengolahan saja, maka namanya pun berbeda.  Dalam gado-gado, kamu akan menikmati banyak sayuran yang segar, seperti kol, toge/kecambah, kacang panjang, kangkung  yang dikukus lalu ditambah tahu goreng, mentimun, selada, bahkan ada yang memakai telur rebus yang di potong-potong.  Semua bahan sayur ini berada dalam satu piring di siram dengan godokan bumbu kacang.  Dilengkapi dengan kecap dan kerupuk.  Bahkan ada beberapa penjual melengkapi dengan potongan lontong. 

Nah, sementara kalau kupat tahu, ia berisi lontong/kupat, tahu goreng, toge, semua disimpan dalam satu piring dan disiram dengan bumbu kacang yang digodok dilengkapi dengan kecap dan kerupuk.  Mirip, kan?  Hanya bedanya sayurnya cuma ada toge/kecambah. 

Satu lagi yang lebih mirip lagi sama gado-gado, yaitu lotek.  Bedanya komposisi sayur yang ada di dalam lotek adalah kol, kacang panjang, kangkung, semua sayur ini dikukus.  Bumbu kacangnya semua di ulek dan sayur-sayuran disatukan dalam ulekan.  Aneh kan?  Padahal hampir semua komposisi sayuran dan bumbunya sama, hanya tambah sebelah sini dan kurangi sebelah situ maka nama dan bentuknya pun menjadi beda.  Unik bukan.




Sejarah Makanan Gado-Gado
Makanan khas Indonesia ini begitu mudah diperoleh diberbagai kota, seperti wilayah Jawa Timur, Bandung, Jakarta, Jogja.  Kalau melihat dari Wikipedia, kita bisa memahami bahwa makanan di Indonesia bisa jadi berasal dari percampuran budaya.  Kenapa?  Karena Indonesia merupakan sarang rempah dan beragam tanaman bisa tumbuh di daerah tropis ini.  Sehingga, jaman dulu, Indonesia menjadi jalur emas dalam perniagaan khususnya rempah-rempah, teh, kopi dan beragam lainnya.  Para pedagang dari belahan dunia, seperti Portugis, Spanyol, Cina, India masuk ke Indonesia untuk melakukan pertukaran perdagangan dan mengenalkan bergam bahan dasar masakan.  Salah satunya kacang tanah.  Nah, ternyata kacang tanah yang menjadi bahan dasar bumbu gado-gado berasal dari Amerika Selatan, tepatnya berasal dari Brazilia.   Masuk pada abad ke-17 dan rupanya kacang ini cocok tumbuh di daerah tropis.    
    
Gado-gado ini kemudian berkembang dan tumbuh menjadi makanan khas Jakarta dan Jawa.  Warna segar yang keluar dari sayuran menambah kelezatan gado-gado.  Di belahan Jakarta dan Jawa, gado-gado termasuk makanan yang popular dan dinikmati semua kalangan.  Selain ramah di kantong dan sehat, rasa khas dari saus sudah saus kacang dan santan sudah melekat dilidah orang Indonesia.

Dengan rasa yang lezat, gado-gado mudah diterima oleh lidah warga bukan Indonesia.  Seperti, ada warga Indonesia yang membuka warung nasi di Belanda dan New York dengan menyediakan makanan khas Indonesia salah satunya gado-gado.  Di Belanda ada 2000 warung makan khas Indonesia, salah satunya kamu akan menikmati gado-gado di warung nasi yang dikelola oleh Maria.  Maria adalah juru masak KBRI di Hungaria dan  KBRI London yang kerap memasak masakan Indonesia.  Katanya di Belanda, warga Belanda banyak yang memilih makanan Indonesia, seperti gado-gado, nasi lodeh dan nasi rames.  Beberapa yang berkunjung ke warung nasi khas Indonesia, ada yang makan gado-gado terus dan menjadi salah satu makanan kesukaan mereka.  Sumber disini.

Sementara, kalau saya sendiri, ada beberapa olahan gado-gado yang selalu melekat di hati saya.  Pertama, jaman saya SMA tahun 1993-1996, di depan gang rumah tinggal saya ada warung gado-gado terenak yang pernah saya makan.  Biasanya kalau pulang sekolah dan pengen “me time”, saya suka mampir ke warung ini dan makan gado-gado di warung.  Lagi pula di halaman rumahnya meskipun di pinggir jalan besar, ada pohon jambu, jadi suasananya adem.  Sekarang warung ini sudah tidak ada, berubah wujud jadi warung nasi dan sekarang menjadi mini market.  Kadang suka kangen gado-gado yang satu ini, karena rasa kacangnya yang kental, sayurannya yang segar dan tempatnya yang apik.  Ada gado-gado enak yang nongkrong di Jl. Teuku Angkasa Bandung, itu rasa kacangnya beda, katanya memang legendaris.  Masuk akal juga sih soalnya rasa saus kacangnya lebih kental dan segar, rasanya aneh, enaknya ajaib.  Sayurannya pun selalu terjaga segar dan bersih.

Gado-gado ini selalu menjadi favorit semua kalangan, karena selain mengenyangkan, harganya sangat membumi.  Komposisi sayuran yang melengkapi semua unsur makanan pada gado-gado ini seolah memperkuat identitas Indonesia sebagai Negara agraris.  Tanah yang mudah tumbuh beragam sayuran dan menjadi makanan khas manusia yang ikut tumbuh didalamnya.  Ada yang bilang gado-gado ini makanan khas Jakarta, ada yang bilang makanan khas Jawa, bahkan modifiksi gado-gado masing-masing daerah menjadi sedikit berbeda ketika diolah di suatu daerah tertentu.  Ada yang ditambah tempe goreng, tomat, wortel, sehingga gado-gado menjadi tambah unik dengan rasa yang lezat.


Nutrisi sayuran di dalam gado-gado

Coba deh perhatikan bahan dasar dari makanan gado-gado ini:
Foto: https://id.wikipedia.org/wiki/Gado-gado

Komposisi bahan dasar gado-gado:
150 gr daun kol (rebus sebentar, lalu angkat)
150 gr kacang panjang (rebus sebentar, lalu angkat)
150 gr toge (diberi air panas, lalu angkat)
100 gr tempe (potong-potong lalu goreng)
100 gr tahu (goreng)
100 gr daun selada (cuci bersih)
4 bh telur rebus (potong empat)
1 bh kentang (rebus, potong-potong)
1 bh tomat

Saus Kacang:
4 buah bawang putih (haluskan)
3 cabe merah (haluskan)
3 lbr daun purut
250 gr kacang tanah (goreng, haluskan)
500 ml santan
60 gr gula merah
3 sdm air asam
Garam secukupnya
Bawang merah goreng  untuk taburan
Kerupuk/Emping

Cara membuat saus dan penyajian:
1.       Panaskan minyak, lalu masukan bawang putih halus, cabe merah dan daun purut.  Lalu masukan kacang tanah halus dan santan, aduk hingga merata.  Tambahkan gula merah, air asam jawa dan garam, biarkan hingga gula meleleh dan bercampur rata.
2.       Tata semua sayuran, tahu, tempe, potongan telur diatas piring, lalu siram dengan saus bumbu kacang, emping dan kecap. 

Bahan dasar sayuran yang terdapat dalam gado-gado ini, bisa membuat tubuhmu segar.  Kenapa?  Soalnya nutrisi dalam sayuran mengandung kaya vitamin yang mampu membuat kamu terkaget-kaget saking banyaknya nutrisi.

Dalam kol, kamu akan ketemu dengan vitamin A, Vitamin B kompleks, Zat besi, Kalium, ripoflavin, asam folat.  Kandungan zat gizi ini mempunyai fungsi zat pembangun yang bisa membantu metabolisme tubuh tetap berjalan. 

Dalam sumber yang saya baca, ternyata kacang panjang mempunyai 59 manfaat kesehatan.  Untuk menjaga kesehatan jantung, mencegah diabetes,  antioksidan, osteoporosis, baik untuk pencernaan dan kesehatan tulang.  Ditambah pula, sumber proten nabati seperti dalam kacang panjang ini terbukti lebih ramah di tubuh dibandingkan protein hewani. 

Nah, dalam toge ini, saya lebih terkaget-kaget lagi.  Karena di dalam bentuknya yang kecil dan idak meyakinkan, ternyata mengandung banyak nutrisi yang baik untuk tubuh, diantaranya vitamin E, vitamin B, C, B1, B6, K, serta A.  Dalam banyak kekayaan vitamin yang terdapat dalam toge ini, memberi banyak manfaat kesehatan, diantaranya: menghindar kanker, menghindar serangan jantung dan stroke, menghindar osteoporosis, meningkatkan sistem kekebalan badan, memperlancar sistem percernaan, tingkatkan kesuburan, menolong menurunkan berat tubuh, menghindar masalah menstruasi dan menopause, sangat baik untuk kulit, mengatasi jerawat, mengindar penuaan dini, menolong perkembangan rambut, memperkuat rambut, menghindar ketombe. 

Tahu dan tempe, mempunyai bahan dasar yang sama yaitu kacang kedele.  Dalam tempe mengandung 40% kdelai dan biji-bijian.  Dalam kedelai mengandung 20% lemak tak jenuh.  Dari manfaat kedelai yang terdapat dalam tempe dan tahu, memberi banyak manfaat, diantaranya berpotensi menurunkan kolesterol, mengurangi resiko kanker, menguatkan tulang dan menyingkirkan gejala menopause.

Di dalam kentang mengandung karbohidrat, fosfor, zat besi, protein, lemak nabati, dan kalsium.  Manfaat kentang untuk kesehatan yaitu pencegahan kanker, mengurangi kadar kolesterol, mengurangi resiko batu ginjal, kesehatan tulang, menurunkan tekanan darah tinggi, kesehatan jantung, membangun dan pembentukan sel, kesehatan otak dan syaraf.  Sebaiknya makan kentang di rebus saja, karena manfaatnya akan jauh terasa.

Terahir, dalam sausnya, yaitu kacang tanah.  Nah, dalam kacang tanah ini terdapat lemak tak jenuh tunggal, mineral, vitamin.  Manfaatnya pun banyak, diantaranya baik bagi ibu hamil, mengurangi rasa depresi, mengurangi resiko batu empedu, mengurangi resiko kenker usus besar, menjaga berat badan dan mencegah penyakit jantung. 

Nah, terakhir dari saya.  Rasanya tak ada alasan lagi untuk menyantap gado-gado dengan gembira.  Selain kamu makan makanan dengan kesadaran penuh dengan memelihara makanan khas Indonesia kamu pun ikut sadar nutrisi untuk tubuh.  Dengan mengetahui kadar nutrisi dan manfaat yang akan ditimbulkannya, selain rasanya yang enak, bonusnya tentu sehat badan.  Karena kamu akan mendapatkan sejuta manfaat kesehatan dari gado-gado si taman sayur dan kaya manfaat.  Kalau badan sehat hati juga akan lebih segar dan ceria.

@imatakubesar
18 Oktober 2015

Sumber:
https://cookpad.com/id/resep/263299-gado-gado?ref=search
https://cookpad.com/id/cari/gado-gado

http://manfaat.co.id/manfaat-kentang

Ima Rochmawati

10 comments:

  1. saya suka nih gado-gadonya. apalagi kalo banyak toge dan kol hehehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nyam... siang-siang begini enaknya makan gado-gado, hehehee...

      Delete
  2. Bedanya ada di bumbu kacangnya sih kalau kata dydie mah. :)

    Good luck!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maksih Dydie, udah mampir. Bumbu kacang kayanya kunci si kembaran ini, yak.

      Delete
  3. Aaaak bikin ngileeerrrrrr. T___T

    ReplyDelete
  4. ini sih makanan kesukaan saya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hayu, kita makan bareng. Yummyyyy...

      Delete
  5. makasih artikelnya
    http://www.obattrigliseridatinggi.xyz/

    ReplyDelete
  6. Tapi tetap aja mas kalau dikonsumsi secara berlebihan itu ga baik :)

    ReplyDelete

Silakan meninggalkan pesan, masukan atau apapun. Terima kasih untuk apresianya. adv