Mengenal Haiku di Grup HaikuKu

Ima di invite ke grup facebook namanya HaikuKu.  Anggota di grup itu aktif sekali posting puisi, yang isinya 3 baris dengan kata-kata yang sederhana namun maknanya dalam, kontemplatif dan reflektif.  Saya semakin penasaran, ini jenis puisi apa, yah, ko unik, sedikit-sedikit tapi isinya dalam dan langsung mengena di hati.  Saya semakin penasaran tentang jenis puisi ini, lalu baca seksama, di pelajari dengan seksama dan coba posting.  Saya bukan ahli penulis puisi, tapi senang menulis saja, tapi coba memberanikan diri untuk posting.  Taraaa… 2 kali posting ternyata salah, padahal semua petunjuk sudah coba saya pahami.  Aduh, saya tolol sekali.  Saya baca berkali-kali, pahami lagi setiap haiku yang diposting di wall.  Aduh, semua indah dan ingin sekali bisa membuat haiku.  Akhirnya dua orang teman, menolong saya di kolom komentar haiku yang saya posting.  Sejak mereka membuat penjelasan, saya pun mulai menggila.  Cerahlah hati!


Photograph dan Haiku: Imatakubesar

Setiap hari, tangan saya bergerak-gerak seperti dzikir mencari susunan kata yang tepat untuk mengambil ruh, energi dan maksud dari satu simbol.  Meramu setiap kata, bentuk, warna, alam, suara, lalu coba lebih mengolah kepekaan dengan jalan sesekali meditasi, mendengar setiap desing suara, merasakan kembali setiap sentuhan rumput, ilalang, jalan pagi menuju warung, menikmati ruang-ruang pasar, warung-warung nasi dan gaya-gaya interaksi lainnya.  Saya coba mengambil setiap kata yang tepat pada tiap suasana, menyelami perasaan dibalik setiap ruang, alam, kejadian di ambil ruhnya pada tiap perasaan yang tepat.  Lalu seketika tangan-tangan bergerak, berhitung, mengatur komposisi yang tepat, untuk setiap perasaan, benda pada setiap kata.

Kenapa sih, tangan harus bergerak-gerak, kenapa hanya tiga baris, kenapa simbol dan perasaan.  Haiku ini membuat saya jatuh cinta, jatuh cinta pada kehidupan dan memahami setiap denyut dan udara yang terhirup.  Satu, dua, tiga kalimat menjadi hidup dan melahirkan pesan yang kuat.  Seperti hempasan angin yang tiba-tiba datang, ia membangunkan tidurmu.
Apa haiku?  Haiku adalah puisi asli Jepang yang merupakan revisi akhir abad ke-19 oleh Masaoka Shiki dari puisi hokku yang lebih tua.  Namun puisi mikro ini sudah menjadi milik dunia. 

Siapa yang membuat haiku?  Puisi asli dari Jepang, yang merupakan revisi akhir abad ke-19 oleh Masaoka Shiki dari jenis puisi hokku (発句?) yang lebih tua. Namun puisi mikro ini sudah menjadi milik dunia, siapapun berhak menulis haiku atau hokku. Haiku tidak hanya Matsuo Basho (1644–1694), Onitsura (1661–1738), Yosa Buson (1716–1783), Kobayashi Issa (1763–1827), tapi juga James W. Hackett, Jorge Luis Borges, Cid Corman, Allen Ginsberg, Dag Hammarskjöld, Jack Kerouac hingga Octavio Paz. (Sumber: dari grup HaikuKu)
Kamu pun yang senang membuat kata mutiara, quote, puisi, bisa coba mendalami dan melatih kepekaan dengan membuat haiku.  



Ini cara membuat haiku:
Haiku menganut pola 17 suku kata dalam patron 5-7-5.  Maksudnya adalah:
Pada baris pertama mengandung 5 suku kata, pada baris kedua mengandung 7 suku kata dan baris ketiga mengandung 5 suku kata.  Haiku pun tidak mengenal kata-kata injeksi, seperti: “Ih”, “Ha… ha…”, “uh”.
Misal:

Pintu terbuka: Pin-tu ter-bu-ka (5 suku kata)
Sisa hujan berdenyut: Si-sa hu-jan ber-de-nyut (7 suku kata)
Berbalik langkah: Ber-ba-lik lang-kah (5 suku kata)

Untuk kata ulang dan angka, suku katanya tetap dihitung, seperti:
Hati-hati: Ha-ti ha-ti (4 suku kata)
Kemana-mana: Ke-ma-na ma-na (5 suku kata)
Sepuluh: Se-pu-luh (3 suku kata)
Delapan belas: De-la-pan be-las (5 suku kata)

Untuk hal-hal lain seperti kigo (penanda musim/alam), rima dan irama di grup HaikuKu tidak mewajibkan menggunakan unsur-unsur ini, tapi jika memang diperlukan tidak masalah.  HaikuKu lebih merekam momentum (suasana, peristiwa, situasi), sensai pikiran, memiliki kata-kata kias, imaji.

Sejak kenalan dengan Haiku di grup HaikuKu, setiap ada kesempatan dan situasi yang patut di catat selalu dicari kata-kata dan kalimat yang tepat untuk mewakili kejadian.  Baik kejadian alam yang indah ataupun buruk, suasana sedih maupun riang, dan bisa menajdi afirmasi postif untuk membuat hati dan hidup  berkolaborasi membangun hidup penuh cinta, semangat, positif dan berharga.  Mungkin ini berlebihan, tapi tidak buat saya, hidup menjadi terasa lebih terasa indah dan berarti.

Salam haiku.
@imatakubesar


14 Februari 2015
#Tantanganmenulisharike-1

Ima Rochmawati

9 comments:

  1. Saya juga di inivite ke HaikuKu itu Mba, tapi saya belum sempat posting :D
    Wih aturannya sangat rumit kalo yang belum terbiasa ya .....
    Tapi kalau sudah dicoba kayaknya asyik tuh dipelajari, di notif memang Mba Ima paling rajin posting tuh di sana :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Asik Teh, mungkin karena Ima suka sama puisi. Tadinya nulis puisi buat diri senisir aja, kalo ada yang minta ya Ima simpen, malu soalnya. Ga pernah berani posting atau dikirim ke mana-mana. Sekarang keberanian posting rada lumayan, jadi ya keterusan :)

      Delete
  2. Hahay... unik ya! jadi ikut mencoba-coba . Tapi nggak sampe meditasi akh! :)

    ReplyDelete
  3. wah, puisi versi jepang..
    kreatif, lebih mengasah kemampuan puisi karna ada aturan suku kata, jadi terus2n nyari kata yg sesuai sama yg kita mksd.. kereeen mbak :D ayoo asah terus bakat berpuisinyaa :))

    ReplyDelete
  4. Pernah ngikutin ini di salah satu grup sastra. Tapi gak tau kalau ini namanya Haiku. Taunya sih puisi 575 hahaha. Aku suka. Tapi suka gak sempat mikir lalu menghilang.begitu saja setelah bbrp kali coba.

    ReplyDelete
  5. seru juga ya ima, menemukan kata-kata indah dari sekeliling...

    ReplyDelete
  6. pengen coba bikiin....

    ReplyDelete
  7. saya kibar-kibar bendera putih kalau udah urusan puisi hehehe

    ReplyDelete
  8. wah seru juga yaa...jadi ada ide dan tambah kreatif

    ReplyDelete

Silakan meninggalkan pesan, masukan atau apapun. Terima kasih untuk apresianya. adv