Pasar Modern

Beberapa kali ke BSD (Bumi Serpong Damai) di propinsi Tangerang Selatan belum sempat main-main ke pasarnya.  Padahal, kalau kamu pergi ke sebuah daerah, pasar mestinya menjadi kunjungan wajib, karena di pasar itu kita bisa mengenal kondisi sosial dan budaya.

Sekarang, sudah 41 hari saya dan suami tinggal di rumah kakaknya suami di Serpong tepatnya di daerah Ciater.  Di Bandung, Ciater itu tempat wisata air panas, kalau disini banyak pemukiman penduduk yang bentuknya sama atau disebut Cluster. Tujuan ke pasar, sekolah, rumah sakit, mall, atau disebut fasilitas publik lengkap dan cukup menarik.  Sekarang ini, pasar menjadi salah satu tempat yang wajib didatangi, perhatian saya lebih pada makanan segar untuk diolah.  Disini ada pasar yang namanya Pasar Modern, tidak jauh dari tempat tinggal teteh.  Memang kadang agak ribet kalau harus pergi ke pasar, karena harus keluar perumahan dulu dan mencari ojeg atau sang ojeg bisa di telepon.  Sebenernya untuk mencapai beberapa tempat memang harus punya kendaraan sendiri tapi nelepon ojeg buat antar sana sini seru juga.

Sejak suami saya sakit, jadi saya lebih perhatian dalam mengolah makanan yang sehat dan tapi tetap enak untuk disantap suami.  Pola makan food combining menjadi pilihan untuk ikut membantu memperbaiki sel dalam tubuh suami.  Buah-buahan, sayuran dan ikan menjadi pilihan untuk dikonsumsi.  Tidak hanya suami, sayapun jadi ikut-ikutan menyantap sayur mayur dan sarapan  buah-buahan.  Awalnya merasa berat karena harus keluar dari kebiasaan lama: kalau pagi makan nasi goreng, mi goreng, bala-bala, ketoprak sekarang makan buah-buahan dan perbanyak minum air mineral.  Hmmm... yah, oke, paling berat memang saat melihat warung penjual gorengan setalah lari pagi.  huhuhu...

Nah karena itulah, saya menjadi begitu akrob dengan Pasar Modern.  Pertama kali ke pasar ini, membuat saya takjub karena pasar yang saya kenal biasanya becek, sampah bertumpuk dimana-mana menjadi pemandangan yang biasa.  Tapi di pasar ini, lantainya keramik, bersih dan tertib.  Beragam sayuran segar bertumpuk, ikan-ikan segar dan besar bertumpuk dan menyenangkan untuk dipilih.  Banyak sekali pilihan makanan segar yang sungguh asik untuk diolah.  Tapi karena food combining, jadi pengolahannya pun sederhana, kulub, kukus, kulub, kukus. Ya, saya harus terbiasa dengan itu, untuk aman dan sehat.  Otak masak saya jadi bermain di seputar penggunaan jahe, sereh, bawang putih, bawang merah, kecap, tapi ternyata rasanya juga cukup menarik dan segar.  Lain kali, saya coba bagi beberapa makanan versi terbaru atau buat kalian engga baru juga tapi buat saya memang baru sih.

Di Pasar Modern layaknya pasar yang lain cukup lengkap menyediakan kebutuhan dapur kita.  Tapi buat ibu-ibu juga bisa having fun melihat beberapa kios menjual kerung, pakaian dewasa dan anak atau menikmati jajanan pasar seperti kue-kue basah, makanan siap saji dan beragam makanan yang lain.  Cuma untuk muslim sebaiknya berhati-hati karena beragam kultur hidup di kota ini, jadi di pasar juga tidak semua halal.  Ada kios makanan yang memang menyediakan makanan yang berbahan dasar babi. Jadi, pilih-pilih saja, ya.

Ya, sudah, ini waktunya masak.  Suami saya engga boleh telat makan, kalo telat maaghnya akan kambuh dan efeknya badannya nge-drop lagi.  Ga mau!. See U...


Ima Rochmawati

No comments:

Post a Comment

Silakan meninggalkan pesan, masukan atau apapun. Terima kasih untuk apresianya. adv